Declan Rice menegaskan Arsenal akan kembali lebih kuat setelah mengalami kekecewaan besar usai kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions 2025/2026. Gelandang andalan The Gunners itu menilai kekalahan menyakitkan melalui adu penalti di Budapest tidak akan menghentikan perkembangan tim asuhan Mikel Arteta.
Arsenal harus mengubur mimpi meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Karena The Gunners setelah tumbang dari PSG dalam laga final yang berlangsung sengit di Puskas Arena. Meski demikian, Rice percaya perjalanan luar biasa Arsenal musim ini menjadi fondasi penting untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di masa depan.
Declan Rice Sebut Arsenal Telah Menjalani Musim Luar Biasa
Rice mengakui kekalahan di final sangat menyakitkan, terutama setelah Arsenal baru saja mengakhiri penantian 22 tahun untuk kembali menjuarai Premier League.
Menurut pemain timnas Inggris itu, musim 2025/2026 merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan. Arsenal harus menjalani total 63 pertandingan sejak pramusim hingga partai final Liga Champions.
“Itu adalah perjalanan yang luar biasa. Menjuarai Premier League setelah 22 tahun adalah mimpi, begitu juga mencapai final Liga Champions,” ujar Rice.
Meski gagal membawa pulang trofi Eropa, Rice menegaskan hasil tersebut tidak akan mendefinisikan kualitas skuad Arsenal saat ini.
Kekalahan dari PSG Jadi Motivasi Baru
Rice memberikan penghormatan kepada PSG yang berhasil mempertahankan gelar Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun. Menurutnya, klub asal Prancis tersebut memang layak disebut sebagai tim terbaik di Eropa saat ini.
Ia menilai Arsenal sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan. Strategi yang diterapkan Mikel Arteta juga berhasil membatasi agresivitas lini serang PSG yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
BACA JUGA: Pemain Terbaik Partai Final Liga Champions 2025/2026: Vitinha Jadi Motor Kemenangan PSG atas Arsenal
“PSG memiliki lini serang terbaik di dunia. Kami mampu membatasi mereka dan juga menciptakan peluang sendiri. Namun sepak bola ditentukan oleh detail kecil,” katanya.
Rice menambahkan bahwa kekalahan di final akan menjadi bahan bakar tambahan bagi Arsenal untuk terus berkembang pada musim-musim berikutnya.
Mikel Arteta Dapat Pujian dari Rice
Dalam kesempatan yang sama, Rice juga memberikan pujian besar kepada pelatih Arsenal, Mikel Arteta. Menurutnya, sang pelatih memiliki peran penting dalam kebangkitan klub dalam beberapa musim terakhir.
Rice menyebut Arteta selalu memberikan dukungan penuh kepada para pemain, baik dalam situasi sulit maupun saat meraih kesuksesan.
“Dia selalu ada untuk kami setiap hari. Dia memberikan arahan, kekuatan, dan kepercayaan diri kepada tim. Karena itu kami sangat senang bisa mempersembahkan gelar Premier League untuknya musim ini,” ungkap Rice.
Di bawah kepemimpinan Arteta, Arsenal berhasil berkembang menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa dan mampu bersaing di berbagai kompetisi hingga akhir musim.
BACA JUGA: Kalah di Final Liga Champions 2025/2026, Arteta Tetap Bangga dengan Arsenal Meski Gagal Juara
Fokus ke Piala Dunia 2026 Bersama Inggris
Setelah musim panjang bersama Arsenal berakhir, Rice kini akan mengalihkan fokusnya ke ajang Piala Dunia 2026 bersama tim nasional Inggris.
Gelandang berusia 25 tahun tersebut diperkirakan kembali menjadi sosok penting dalam skuad asuhan Thomas Tuchel. Inggris akan memulai perjuangan mereka di turnamen tersebut dengan menghadapi Kroasia pada 17 Juni mendatang.
Bagi Rice, kesempatan tampil di Piala Dunia menjadi peluang untuk segera bangkit dari kekecewaan di level klub sekaligus membantu Inggris mengakhiri penantian panjang meraih gelar internasional.
Dengan usia yang masih berada di puncak karier dan pengalaman yang terus bertambah, Declan Rice diyakini akan tetap menjadi salah satu pemain kunci Arsenal maupun Inggris dalam beberapa tahun ke depan. Arsenal memang gagal meraih trofi Liga Champions musim ini, tetapi ambisi dan keyakinan Rice menunjukkan bahwa The Gunners belum selesai berburu kejayaan di Eropa.






