Kalah di Final Liga Champions 2025/2026, Arteta Tetap Bangga dengan Arsenal Meski Gagal Juara

Kalah di Final Liga Champions 20252026, Arteta Tetap Bangga dengan Arsenal Meski Gagal Juara
Mikel Arteta - Dokumentasi IG: @arsenal

Kalah di final Liga Champions 2025/2026 menjadi pukulan berat bagi Arsenal setelah impian meraih trofi Eropa pertama mereka sirna di tangan PSG. Dalam partai puncak yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, The Gunners harus menyerah melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.

Kekalahan tersebut meninggalkan luka mendalam bagi skuad asuhan Mikel Arteta. Namun, sang pelatih menegaskan bahwa timnya harus segera bangkit dan menjadikan rasa sakit itu sebagai motivasi untuk meraih hasil yang lebih baik di masa depan.

BACA JUGA: PSG Juara Liga Champions 2025/2026! Taklukkan Arsenal Lewat Adu Penalti Dramatis di Budapest

Arteta Akui Rasa Sakit Setelah Gagal Juara

Usai pertandingan, Arteta tidak menyembunyikan kekecewaannya. Pelatih asal Spanyol itu mengaku hanya merasakan satu hal setelah pertandingan berakhir, yakni rasa sakit karena gagal mengangkat trofi ketika sudah begitu dekat dengan gelar juara.

Menurut Arteta, Arsenal hanya terpaut beberapa tendangan penalti dari sejarah besar klub. Meski demikian, ia meminta para pemain untuk menerima kenyataan tersebut dan menjadikannya bahan bakar untuk musim berikutnya.

Arteta juga memberikan penghormatan kepada PSG dan pelatih mereka, Luis Enrique. Ia bahkan menyebut klub asal Prancis tersebut sebagai tim terbaik di dunia saat ini setelah berhasil mempertahankan gelar Liga Champions.

Arsenal Tetap Menorehkan Musim yang Luar Biasa

Walaupun kalah di final, Arteta menegaskan bahwa musim Arsenal tetap layak diapresiasi. The Gunners sukses meraih gelar Premier League untuk pertama kalinya dalam 22 tahun sekaligus mencapai final Liga Champions pertama sejak 2006.

Sang pelatih mengaku bangga terhadap para pemain dan staf yang telah bekerja keras sepanjang musim. Baginya, pencapaian tersebut tidak hanya soal trofi, tetapi juga tentang perjalanan dan kebersamaan yang dibangun selama satu musim penuh.

BACA JUGA: Alamat Live Streaming PSG vs Arsenal, Jadwal Final Liga Champions 2026 Malam Ini

Arsenal juga menjadi salah satu tim paling konsisten di kompetisi Eropa musim ini. Mereka mampu mencapai final tanpa menelan satu kekalahan pun sebelum laga puncak melawan PSG.

Martin Odegaard Soroti Margin Tipis Kekalahan

Kapten Arsenal, Martin Odegaard, turut mengungkapkan kekecewaannya setelah pertandingan. Gelandang asal Norwegia itu menilai hasil akhir ditentukan oleh margin yang sangat tipis.

Menurut Odegaard, Arsenal memulai pertandingan dengan baik dan berhasil unggul lebih dulu. Ia juga merasa lini pertahanan timnya mampu meredam sebagian besar ancaman PSG sepanjang laga.

Namun, gol penyama kedudukan PSG melalui penalti membuat pertandingan kembali terbuka. Setelah itu, kedua tim saling berjuang hingga akhirnya adu penalti menjadi penentu juara.

Odegaard menyebut kekalahan tersebut sangat menyakitkan karena Arsenal telah melakukan segala yang mereka bisa untuk meraih kemenangan.

BACA JUGA: Skuad Timnas Mesir Piala Dunia 2026 Resmi Diumumkan, Mohamed Salah Pimpin The Pharaohs

Penalti Jadi Penentu Nasib Arsenal

Dalam babak adu penalti, Arsenal sebenarnya masih memiliki peluang untuk merebut gelar. Namun, tendangan penalti bek andalan Gabriel gagal berbuah gol sehingga PSG berhasil mengunci kemenangan 4-3.

Arteta menjelaskan bahwa Gabriel memang secara sukarela meminta menjadi salah satu eksekutor penalti. Dalam sesi latihan, sang pemain dikenal memiliki akurasi yang sangat baik.

Sayangnya, tekanan besar di partai final membuat situasi berbeda. Kesalahan kecil tersebut akhirnya menjadi momen yang menentukan nasib Arsenal di final Liga Champions musim ini.

Fokus Bangkit untuk Musim Depan

Meski harus menerima kenyataan pahit karena Kalah di Final Liga Champions 2025/2026, Arsenal bertekad untuk kembali lebih kuat pada musim depan.

Arteta menyatakan akan segera melakukan evaluasi bersama manajemen klub setelah mengambil waktu singkat bersama keluarga. Ia ingin memastikan Arsenal terus berkembang dan mampu bersaing di level tertinggi Eropa.

BACA JUGA: Skuad Timnas Kanada Piala Dunia 2026 Resmi Diumumkan, Alphonso Davies Pimpin Tuan Rumah

Sementara itu, Odegaard menegaskan komitmennya untuk tetap bersama Arsenal. Sang kapten mengaku masih bahagia di London Utara dan berharap dapat membawa klub meraih lebih banyak kesuksesan pada tahun-tahun mendatang.

Dengan fondasi skuad yang kuat serta pengalaman berharga dari final musim ini, Arsenal diyakini akan kembali menjadi salah satu kandidat utama dalam perburuan gelar Liga Champions dan Premier League pada musim 2026/2027.