Barcelona FC kembali menunjukkan karakter raksasa Eropa. Dalam laga penuh drama di Fortuna Arena, Blaugrana sukses menaklukkan Slavia Prague dengan skor 4-2 pada Matchday 7 Liga Champions, sebuah kemenangan yang bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang menjaga harapan lolos otomatis dari fase liga.
Dengan hasil Barcelona FC kandaskan Slavia Prague di Matchday 7 tersebut, langsung mencuat setelah duel ini berakhir, karena pertandingan tersebut menyajikan segalanya: cuaca ekstrem, gol bunuh diri, comeback, hingga gol penentu dari pemain yang ingin menebus kesalahan.
Dingin Praha, Panasnya Duel Sejak Menit Awal
Suhu minus enam derajat Celsius di Fortuna Arena tidak mengurangi intensitas permainan. Justru sejak menit awal, kedua tim langsung bermain agresif.
Slavia hampir membuka skor lebih cepat ketika kesalahan awal Gerard Martin dimanfaatkan Tomas Chory. Tembakannya meluncur tipis di atas mistar, membuat publik tuan rumah bergemuruh.
Barcelona membalas lewat Fermin Lopez yang juga nyaris mencetak gol dari jarak menengah. Namun, justru Slavia yang lebih dulu mencuri keunggulan.
Pada menit ke-10, situasi bola mati menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Barcelona. Sepak pojok Slavia disambut flick halus Tomas Holes, bola kemudian jatuh di tiang jauh dan disambar Vasil Kusej. Gol itu menjadi gol pertama Slavia di Liga Champions setelah lima pertandingan mandul.
Gol tersebut membuat Slavia semakin percaya diri. Kerja keras dan pressing ketat mereka sempat membuat Barcelona kesulitan mengembangkan permainan.
Fermin Lopez Bangkitkan Barcelona dengan Dua Gol Berkelas
Seiring waktu berjalan, kualitas Barcelona perlahan berbicara. Dominasi penguasaan bola mulai terlihat, dan celah di lini tengah Slavia mulai terbuka.
Pada menit ke-34, sebuah serangan cepat dari tengah lapangan menjadi titik balik. Frenkie de Jong mengirim umpan terobosan presisi kepada Fermin Lopez. Tanpa ragu, sang winger melepas tembakan mendatar yang bersarang di sisi kanan gawang Jindrich Stanek. Skor berubah 1-1.
Kepercayaan diri Fermin semakin meningkat. Delapan menit berselang, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini, tembakan keras dari luar kotak penalti meluncur tak terbendung. Gol tersebut membuat koleksi gol Fermin di Liga Champions musim ini meningkat menjadi lima.
Barcelona berbalik unggul 2-1 dan tampak siap menutup babak pertama dengan keunggulan.
Gol Bunuh Diri Lewandowski, Babak Pertama Ditutup Imbang
Namun, drama belum berhenti. Menjelang turun minum, Slavia kembali memanfaatkan situasi sepak pojok.
Dalam upaya menghalau bola, Robert Lewandowski justru menyundul bola ke gawang sendiri pada menit ke-44. Kiper Joan Garcia tak mampu bereaksi.
Gol bunuh diri tersebut membuat skor kembali imbang 2-2, sekaligus mengubah dinamika pertandingan. Babak pertama ditutup dengan ketegangan tinggi dan peluang terbuka bagi kedua tim di paruh kedua.
BACA JUGA: Laskar Sambernyawa Datangkan 3 Amunisi Asing Baru, Persis Solo Kirim Sinyal Perang Hindari Degradasi
Tekanan Barcelona di Babak Kedua dan Pergantian Penentu
Memasuki babak kedua, Barcelona langsung meningkatkan tempo. Pada menit pertama, Pedri nyaris membawa tim tamu unggul, tetapi tembakannya masih bisa diamankan.
Tak lama kemudian, Frenkie de Jong sempat mencetak gol, namun dianulir karena offside. Raphinha juga mendapatkan peluang emas, sayangnya sepakan kerasnya melambung jauh di atas mistar.
Masalah datang ketika gelandang nomor delapan Barcelona mengalami dugaan cedera hamstring. Pelatih pun memasukkan Dani Olmo tepat setelah satu jam pertandingan berjalan.
Keputusan itu terbukti krusial.
Beberapa menit setelah masuk, Olmo langsung menciptakan dampak. Kiper Stanek lebih dulu menggagalkan peluang Lewandowski dengan penyelamatan penuh refleks. Namun, pada menit ke-63, Olmo melepaskan tembakan kaki kanan yang meluncur ke sudut atas gawang.
Gol indah itu mengubah skor menjadi 3-2 untuk Barcelona.
Lewandowski Menebus Kesalahan, Barcelona Kunci Kemenangan
Lewandowski, yang sebelumnya mencetak gol bunuh diri, tampak bermain dengan motivasi berlipat. Ia ingin menebus kesalahannya.
Kesempatan itu datang pada menit ke-70. Marcus Rashford mengirim umpan silang mendatar yang tajam ke dalam kotak penalti. Lewandowski berdiri di posisi sempurna dan menuntaskannya menjadi gol.
Gol tersebut memastikan keunggulan 4-2 bagi Barcelona dan sekaligus menjadi penutup malam panjang di Praha.
Dari pencetak gol bunuh diri menjadi penentu kemenangan, Lewandowski menunjukkan mental juara yang menjadi ciri khasnya.
Rekor Apik Barcelona atas Wakil Ceko Terus Berlanjut
Kemenangan ini memperpanjang dominasi Barcelona atas klub-klub Ceko di kompetisi Eropa. Kini, Blaugrana telah memenangkan 8 dari 9 laga melawan tim Ceko di Liga Champions, dengan satu hasil imbang dan tanpa kekalahan.
Lebih penting lagi, hasil ini menjaga peluang Barcelona untuk lolos otomatis dari fase liga. Dengan satu pertandingan tersisa melawan Copenhagen di kandang, Barcelona menjadi favorit kuat untuk mengamankan tiket langsung ke fase berikutnya.
Sementara itu, bagi Slavia Prague, kekalahan ini membuat mereka hanya bermain untuk gengsi di laga terakhir melawan Paphos di Siprus.
Fermin Lopez, Bintang Muda yang Terus Bersinar
Sorotan utama laga ini pantas diberikan kepada Fermin Lopez. Dua golnya bukan hanya mengubah jalannya pertandingan, tetapi juga menegaskan statusnya sebagai salah satu bintang muda paling menjanjikan di skuad Barcelona.
Dengan koleksi lima gol di Liga Champions musim ini, Fermin menjadi senjata penting dalam upaya Barcelona kembali berjaya di Eropa.
Kombinasi antara pemain muda seperti Fermin, kreativitas Pedri, visi De Jong, dan ketajaman Lewandowski membuat Barcelona kembali terlihat sebagai tim yang siap bersaing hingga fase akhir.
Modal Berharga Menuju Laga Penentuan
Kemenangan di Praha bukan hanya soal skor, tetapi juga soal karakter. Barcelona mampu bangkit dua kali dari situasi sulit: tertinggal lebih dulu dan kebobolan gol bunuh diri.
Mentalitas seperti inilah yang akan sangat dibutuhkan ketika menghadapi Copenhagen di laga terakhir fase liga.
Jika mampu mengamankan kemenangan di kandang, maka peluang lolos otomatis akan terbuka lebar.
Satu hal yang kini pasti: Barcelona FC Kandaskan Slavia Prague di Matchday 7 bukan sekadar judul, melainkan pernyataan tegas bahwa Blaugrana masih hidup, masih lapar, dan masih siap mengejar mimpi di panggung tertinggi Eropa.






