Persib Bandung Tak Ubah Komposisi Hadapi Putaran 2, Bojan Hodak Pilih Stabilitas Demi Jaga Puncak Klasemen

Persib Bandung Tak Ubah Komposisi Hadapi Putaran 2, Bojan Hodak Pilih Stabilitas Demi Jaga Puncak Klasemen
Persib Bandung - Dokumentasi Laman: (c)ileague.id

Persaingan BRI Super League memasuki fase krusial. Menjelang dimulainya paruh kedua kompetisi, kabar penting datang dari Kota Bandung. Persib Bandung tak ubah komposisi hadapi putaran 2, sebuah keputusan yang menegaskan keyakinan penuh pelatih Bojan Hodak terhadap skuad yang sudah mengantar Maung Bandung menjadi juara paruh musim.

Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer dan perburuan pemain baru oleh para pesaing, Persib justru memilih jalur berbeda. Tidak ada revolusi besar, tidak ada perombakan drastis.

Hodak lebih percaya pada stabilitas tim yang selama putaran pertama tampil konsisten dan solid.

Bojan Hodak Tegaskan Minim Perubahan di Skuad Persib

Keputusan Persib untuk melepas Rezaldi Hehanussa dan Hamra Hehanussa ke Persik Kediri dengan status pinjaman memang sempat memunculkan spekulasi.

Banyak pihak menduga Maung Bandung akan segera mendatangkan sejumlah pengganti demi memperkuat kedalaman tim.

Namun Bojan Hodak buru-buru meredam isu tersebut. Pelatih asal Kroasia itu menegaskan bahwa dirinya tidak berniat melakukan perubahan besar di putaran kedua.

“Kami melakukan pergantian besar-besaran di awal musim. Sekarang saya merasa hanya ada satu sampai dua pemain yang penampilannya belum sesuai harapan. Akan ada perubahan, tapi tidak banyak. Saya kira tidak akan terlalu banyak perubahan,” ujar Hodak.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Persib Bandung tak ubah komposisi hadapi putaran 2. Fokus utama Hodak bukan menambah banyak wajah baru, melainkan memaksimalkan potensi pemain yang sudah ada.

BACA JUGA: Jadwal Liga Champions Matchday 7 Pekan Ini: Duel Panas Inter vs Arsenal hingga Madrid Tantang Monaco

Juara Paruh Musim Jadi Bukti Kekuatan Maung Bandung

Status juara paruh musim menjadi alasan utama Persib memilih langkah konservatif. Konsistensi sepanjang putaran pertama membuktikan bahwa komposisi pemain saat ini sudah cukup kompetitif untuk bersaing di papan atas.

Persib tampil stabil, jarang kehilangan poin di laga-laga penting, dan mampu menjaga keseimbangan antara lini belakang serta lini serang. Bagi Hodak, pencapaian itu adalah indikator kuat bahwa kerangka tim sudah tepat.

“Sebenarnya kami adalah tim nomor satu di putaran pertama. Justru tim-tim di papan bawah yang mungkin akan melakukan banyak perubahan. Bagi kami, mungkin hanya penguatan kecil,” ungkap Hodak.

Namun sang pelatih juga sadar, mempertahankan posisi puncak jauh lebih sulit daripada merebutnya. Kompetitor seperti Borneo FC Samarinda, Persija Jakarta, hingga Malut United FC dipastikan tidak tinggal diam.

BACA JUGA: Klasemen Liga Spanyol 2025/2026 Pekan Ke-20: Barcelona Tergelincir di Anoeta, Real Madrid Kini Membayangi dari Jarak Napas

Sektor Asing Jadi Fokus Penguatan Terbatas

Meski enggan melakukan perombakan besar, Persib tetap membuka ruang untuk penambahan satu hingga dua pemain baru. Fokus utama berada di sektor pemain asing, menyusul hengkangnya Wiliam Marcilio ke klub Liga Korea Selatan, Chungnam Asan.

Kepergian Marcilio menyisakan celah yang perlu segera ditutup. Hodak mengakui, sektor tersebut menjadi prioritas utama agar kualitas permainan Persib tetap terjaga hingga akhir musim.

“Kami mungkin akan mendatangkan satu atau dua pemain saja untuk menutupi kekurangan,” ucap Hodak.

Langkah ini menunjukkan pendekatan realistis. Persib tidak ingin merusak harmoni ruang ganti yang sudah terbangun, tetapi juga tidak menutup mata terhadap kebutuhan teknis tim.

Persaingan Papan Atas Makin Ketat di Putaran Kedua

Putaran kedua diprediksi jauh lebih berat. Klub-klub pesaing siap menggelontorkan dana dan energi demi memperbaiki posisi mereka. Borneo FC, Persija, hingga Malut United FC terus membayangi Persib di klasemen sementara.

Hodak menegaskan, timnya tidak boleh lengah. Setiap pertandingan di paruh kedua akan menjadi final kecil yang menentukan nasib juara.

“Kami harus tetap fokus. Semua tim akan berusaha lebih kuat di paruh kedua,” katanya.

Keputusan Persib Bandung tak ubah komposisi hadapi putaran 2 bukan berarti pasrah. Justru, ini menjadi cerminan kepercayaan diri terhadap fondasi tim yang sudah dibangun sejak awal musim.

Persik Kediri Lepas Yusuf Meilana, Ikon Lokal Cari Tantangan Baru

Di sisi lain, kabar pergerakan pemain juga datang dari Persik Kediri. Klub berjuluk Macan Putih itu memutuskan meminjamkan salah satu ikon lokal mereka, Yusuf Meilana Fuad Burhani, ke klub lain di BRI Super League.

Keputusan ini terasa emosional. Yusuf bukan sekadar pemain biasa, melainkan simbol loyalitas dan kerja keras Persik dalam hampir satu dekade terakhir.

“Yusuf Meilana bukan hanya seorang pemain, tapi simbol komitmen dan loyalitas terhadap klub ini. Ia juga menjadi teladan bagi pemain muda,” ujar Manajer Tim Persik, M Syahid Nur Ichsan.

Selama sembilan tahun, bek kiri asli Kediri itu menjadi bagian penting perjalanan Persik, termasuk saat menjuarai Liga 3 2018 dan Liga 2 2019, yang mengantar klub promosi ke kasta tertinggi pada 2020.

125 Laga, Pengabdian Panjang untuk Macan Putih

Catatan karier Yusuf Meilana bersama Persik tak bisa dipandang sebelah mata. Sekitar 125 pertandingan telah ia jalani di berbagai ajang, menjadi saksi hidup kebangkitan Macan Putih dari kasta bawah hingga kembali bersaing di level tertinggi.

Menurut Syahid, keputusan meminjamkan Yusuf bukan karena kualitas, melainkan demi perkembangan sang pemain.

“Ia perlu tantangan baru dan kesempatan bermain yang lebih konsisten. Kami yakin setelah kembali nanti, ia akan datang dengan mentalitas dan kualitas yang lebih kuat,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan menjadi titik balik bagi Yusuf untuk memperkaya pengalaman sekaligus kembali ke Persik sebagai pemain yang lebih matang.

BACA JUGA: Klasemen Liga Inggris 2025/2026 Pekan Ke-22: Arsenal Kokoh di Puncak, City dan Villa Tergelincir Bersamaan

Stabilitas vs Perubahan, Dua Jalan Menuju Ambisi Juara

Putaran kedua BRI Super League menghadirkan dua pendekatan berbeda. Persib memilih menjaga stabilitas, sementara klub lain seperti Persik memberi ruang perubahan demi regenerasi.

Bagi Persib, keputusan tidak banyak mengubah komposisi adalah pertaruhan besar. Jika berhasil, Maung Bandung bisa melenggang mulus menuju tangga juara. Jika gagal, kritik keras tentu menanti.

Namun satu hal pasti, Bojan Hodak tahu betul apa yang ia lakukan. Dengan fondasi kuat, persaingan ketat, dan dukungan penuh Bobotoh, Persib siap menjalani paruh kedua dengan keyakinan tinggi.

Di tengah ketegangan dan ambisi, sepak bola kembali mengajarkan satu pelajaran penting: terkadang, mempertahankan yang sudah baik jauh lebih berani daripada sekadar mencari yang baru.