Djokovic sangat bangga tembus Final AO 2026, meski harus menelan kekalahan pahit di partai puncak Australian Open 2026.
Novak Djokovic mengaku tetap mengambil sisi positif dari pencapaiannya di Melbourne Park setelah kembali gagal meraih gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya, yang kembali digagalkan oleh Carlos Alcaraz.
Petenis Serbia berusia 38 tahun itu harus mengakui keunggulan Alcaraz dalam final yang digelar di Rod Laver Arena, Ahad (1/2/2026).
Djokovic kalah dengan skor 2-6, 6-2, 6-3, 7-5, sekaligus mengakhiri rekor sempurna 10 kemenangan beruntun miliknya di final Australian Open.
BACA JUGA: Alcaraz Pimpin Big Titles Atas Sinner Usai Juara Australia Open 2026
Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena Alcaraz kembali menjadi penghalang Djokovic untuk memecahkan rekor gelar Grand Slam terbanyak sepanjang masa yang saat ini masih ia bagi bersama legenda tenis Australia, Margaret Court, dengan 24 trofi.
Djokovic Sangat Bangga Tembus Final AO 2026 Meski Dihantui Rasa Pahit
Usai pertandingan, Djokovic mengakui perasaannya campur aduk. Ia bangga bisa melangkah sejauh ini, namun tak menampik rasa kecewa karena gagal mengangkat trofi.
“Sulit untuk langsung bersikap positif setelah kalah di final. Sebagai seorang kompetitor, Anda tentu tidak ingin kalah,” ujar Djokovic saat jumpa pers. “Saya bangga dengan turnamen ini, tetapi tentu saja saya merasa sedikit pahit karena baru saja kalah di final.”
Djokovic secara khusus menyoroti kemenangan epiknya atas Jannik Sinner di semifinal.
Ia berhasil menundukkan juara bertahan dua kali Australian Open tersebut lewat pertandingan lima set yang menguras fisik dan mental.
“Saya berhasil mengalahkan Jannik, yang sebelumnya memenangkan empat atau lima pertemuan terakhir melawan saya. Itu pertandingan luar biasa dan pencapaian yang sangat saya banggakan,” katanya.
Namun, Djokovic menegaskan bahwa kekalahan di final membuat emosinya masih sulit dikendalikan, apalagi terjadi hanya beberapa menit setelah pertandingan usai.
BACA JUGA: Carlos Alcaraz Raih Career Grand Slam! Juara Australian Open 2026 di Usia 22 Tahun
Alcaraz Kembali Jadi Tembok Besar Djokovic
Carlos Alcaraz kini tercatat sudah tiga kali menghentikan langkah Djokovic di final Grand Slam. Sebelumnya, petenis nomor satu dunia itu juga mengalahkan Djokovic di final Wimbledon 2023 dan 2024.
Meski demikian, Djokovic tidak mencari alasan atas kekalahannya. Ia mengakui Alcaraz tampil lebih solid, terutama setelah set pertama.
“Saya mendominasi set pertama, tetapi di set kedua dan ketiga saya kehilangan energi,” jelas Djokovic. “Saya tidak ingin mengurangi pencapaian Carlos. Dia pantas menang.”
Momen krusial terjadi di set keempat saat Djokovic gagal memanfaatkan break point pada kedudukan 4-4. Sebuah forehand yang melenceng membuat momentum beralih ke tangan Alcaraz.
“Saya punya peluang bagus di forehand itu. Tapi di momen-momen penting, pukulan forehand saya tidak bekerja dengan baik,” ujarnya. “Satu atau dua pukulan bisa mengubah arah pertandingan. Banyak skenario ‘bagaimana jika’ yang ada di kepala saya.”
Perjalanan Menuju Final dan Peluang Terakhir?
Perjalanan Djokovic menuju final Australian Open 2026 sejatinya relatif mulus. Ia mendapat kemenangan walkover di babak keempat, lalu diuntungkan dengan mundurnya Lorenzo Musetti akibat cedera saat perempat final, meski Djokovic sempat tertinggal dua set lebih dulu.
Situasi ini membuat banyak pihak menilai bahwa peluang Djokovic untuk meraih gelar Grand Slam ke-25 mungkin tak akan datang lebih baik dari ini.
Namun, Djokovic sendiri mengaku tidak pernah benar-benar menyangka bisa kembali berdiri di podium final Grand Slam.
“Saya selalu percaya diri dan yakin bisa memenangkan Grand Slam di mana pun saya bermain,” ucapnya. “Tetapi saya tidak menyangka akan berada di sini lagi. Itu hal yang berbeda.”
Tetap Percaya Diri Hadapi Generasi Baru
Djokovic juga menyadari bahwa persaingan ke depan akan semakin berat. Ia menyebut Alcaraz dan Jannik Sinner sebagai dua pemain yang kemungkinan besar akan terus mendominasi turnamen-turnamen besar.
“Kedua pemain itu akan terus bertarung memperebutkan gelar-gelar terbesar,” katanya sambil bercanda. “Dan para pemain muda seperti saya akan mencoba mengejar mereka.”
Pernyataan tersebut disambut tawa, namun menyiratkan tekad Djokovic untuk belum menyerah.
Dengan kondisi fisik yang masih kompetitif dan mental juara yang belum luntur, Djokovic menegaskan akan terus berjuang di turnamen Grand Slam.
Bagi Djokovic, meski gagal juara, Djokovic sangat bangga tembus Final AO 2026 menjadi bukti bahwa ia masih relevan di level tertinggi tenis dunia, bahkan di tengah gempuran generasi baru yang semakin kuat.






