Tenis  

Iga Swiatek Pertahankan Rekor Atas Marie Bouzkova, Ukir Sejarah 24 Grand Slam Beruntun di Melbourne

Iga Swiatek Pertahankan Rekor Atas Marie Bouzkova, Ukir Sejarah 24 Grand Slam Beruntun di Melbourne
Iga Swiatek - Dokumentasi IG: @wta

Iga Swiatek pertahankan rekor atas Marie Bouzkova bukan lagi sekadar hasil, melainkan cermin dari dominasi yang terus ia rawat di panggung terbesar.

Swiatek kembali menunjukkan mengapa namanya masih menjadi tolok ukur konsistensi di tenis putri dunia. Di bawah terpaan angin kencang malam Melbourne, petenis unggulan kedua itu sukses mempertahankan rekor sempurna atas Marie Bouzkova dengan kemenangan 6-2, 6-3, sekaligus memastikan langkah ke babak ketiga Australia Open untuk ketujuh tahun berturut-turut.

Lebih dari sekadar tiket ke putaran berikutnya, hasil ini menandai sebuah pencapaian bersejarah: Swiatek kini telah mencapai babak ketiga di 24 turnamen Grand Slam secara beruntun, sebuah rekor yang menempatkannya dalam buku emas era modern tenis putri.

Malam Berangin di Melbourne dan Ujian Awal Swiatek

Swiatek memasuki Rod Laver Arena pada Kamis malam dengan beban ekspektasi yang besar. Bukan hanya soal menang, tetapi menjaga rangkaian rekor yang telah ia bangun selama hampir enam tahun terakhir.

Kondisi pertandingan jauh dari ideal. Angin berembus kencang, membuat kontrol bola menjadi tantangan tersendiri bagi kedua pemain. Namun, sejak gim-gim awal, terlihat jelas bahwa Swiatek memiliki rencana yang lebih matang.

BACA JUGA: Novak Djokovic Melaju Ke Round 3 Australia Open, Langkah Mantap Sang Legenda Menuju Sejarah Baru

Set pertama berjalan relatif terkendali bagi petenis asal Polandia itu. Ia mematahkan servis Bouzkova lebih awal dan menjaga ritme reli dari baseline dengan disiplin tinggi. Dalam waktu 38 menit, set pembuka diamankan dengan skor 6-2.

“Saya merasa lebih bebas dibandingkan putaran pertama. Kondisinya tidak mudah, anginnya sangat kencang, jadi saya harus cepat menyesuaikan diri,” ujar Swiatek usai pertandingan.

Pernyataan itu menjadi kunci membaca jalannya laga: adaptasi cepat menjadi pembeda.

Sempat Tertekan, Swiatek Menjawab dengan Keteguhan Mental

Tantangan sebenarnya datang di set kedua. Untuk pertama kalinya dalam pertandingan, Bouzkova berhasil mencuri momentum dengan mematahkan servis dan unggul 2-1, lalu menjauh menjadi 3-1.

Pada fase inilah, banyak petenis biasanya goyah. Namun, Swiatek justru memperlihatkan kualitas terbaiknya sebagai “front runner”, pemain yang sangat mematikan ketika menemukan celah.

Ia tidak panik. Dengan ketenangan luar biasa, Swiatek meningkatkan intensitas pukulan, mempercepat pergerakan kaki, dan mulai lebih sering maju ke depan net.

Hasilnya langsung terasa. Break point ketiga berhasil ia konversi untuk menyamakan skor menjadi 3-3. Setelah itu, pertandingan praktis hanya berjalan satu arah.

Lima gim beruntun direbut Swiatek hingga menutup laga dengan skor 6-3, tanpa pernah lagi memberi Bouzkova kesempatan untuk kembali ke jalur kemenangan.

Senjata Rahasia: Agresivitas ke Depan Net

Salah satu aspek paling mencolok dari performa Swiatek malam itu adalah keberaniannya meninggalkan baseline dan maju ke depan.

Pada satu fase awal set kedua, statistik menunjukkan catatan sempurna: 9 dari 9 poin dimenangkan saat melakukan approach ke net. Ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari strategi yang sengaja disiapkan untuk mematahkan pertahanan Bouzkova.

Swiatek beberapa kali memancing reli panjang, lalu tiba-tiba mempercepat tempo dan maju ke depan untuk mengeksekusi winner.

Ia bahkan mengakhiri pertandingan dengan skenario simbolis: satu approach terakhir ke net, ditutup forehand winner yang mengunci kemenangan.

Total, Swiatek mencetak 31 winner, sementara Bouzkova hanya mampu membalas dengan tiga winner sepanjang pertandingan. Angka ini mencerminkan perbedaan kualitas dan agresivitas yang sangat kontras.

BACA JUGA: Karolina Pliskova Hadapi Keys di Round 3 Australia Open, Duel Emosional Sang Comeback Queen

24 Grand Slam Beruntun: Rekor yang Menyentuh Sejarah

Kemenangan ini membawa Swiatek ke babak ketiga Australia Open untuk tujuh tahun berturut-turut, sebuah rekor pribadi yang luar biasa.

Namun, yang lebih istimewa adalah catatan jangka panjangnya. Sejak tersingkir di babak kedua US Open 2019 oleh Anastasija Sevastova, Swiatek tidak pernah lagi gagal mencapai babak ketiga di turnamen Grand Slam.

Kini, jumlahnya telah mencapai 24 turnamen Grand Slam beruntun.

Di era Open, ia menjadi pemain WTA pertama yang berhasil mencapai babak 32 besar pada 24 Grand Slam tunggal putri pertama dalam satu dekade. Sebuah rekor yang menegaskan konsistensi, bukan sekadar puncak performa sesaat.

Rekor Sempurna atas Bouzkova Terus Terjaga

Pertandingan ini juga memperpanjang dominasi Swiatek atas Bouzkova menjadi 3-0 dalam rekor pertemuan. Menariknya, ketiga kemenangan itu diraih dengan straight set, memperlihatkan bahwa gaya bermain Bouzkova relatif cocok untuk dieksploitasi Swiatek.

Bouzkova sempat menunjukkan perlawanan, terutama di set kedua. Namun, setiap kali celah terbuka, Swiatek selalu mampu “mengambil lebih banyak”, sesuai pepatah klasik tenis: beri satu inci, ambil satu mil.

Inilah ciri khas permainan Swiatek: efisien, tajam, dan mematikan ketika lawan sedikit lengah.

Tantangan Berikutnya: Ujian dari Anna Kalinskaya

Langkah Swiatek belum berhenti. Di babak ketiga, ia akan menghadapi unggulan ke-31, Anna Kalinskaya.

Dalam rekor pertemuan, Swiatek unggul tipis 2-1. Ia sempat kalah di Dubai musim lalu, tetapi memenangi dua pertemuan terakhir mereka di Cincinnati dan US Open, keduanya dalam dua set langsung.

Secara psikologis, Swiatek memiliki modal besar. Namun, Kalinskaya bukan lawan yang bisa diremehkan, terutama di lapangan keras yang menuntut konsistensi fisik tinggi.

BACA JUGA: Hasil Australia Open Hari Ke-5 Tunggal Putra: Zverev dan De Minaur Bertahan, Medvedev Melaju Tanpa Ampun

Konsistensi, Kunci Ambisi Besar di Melbourne

Lebih dari skor 6-2, 6-3, kemenangan ini memperlihatkan satu hal penting: Swiatek masih berada di jalur yang tepat untuk kembali berbicara banyak di Australia Open.

Ia belum bermain sempurna. Angin, tekanan, dan beberapa kesalahan sendiri masih muncul. Tetapi justru di situlah nilai seorang juara terlihat, menang bahkan ketika tidak berada di performa terbaik.

Dengan rekor 24 Grand Slam beruntun di babak ketiga dan dominasi atas Bouzkova yang terus terjaga, satu hal menjadi semakin jelas:

Iga Swiatek bukan hanya menjaga rekor, tetapi sedang membangun warisan.