Tenis  

Tiga Petenis AS Tembus R3 Australia Open, Dominasi Negeri Paman Sam Menggema di Melbourne

Tiga Petenis AS Tembus R3 Australia Open, Dominasi Negeri Paman Sam Menggema di Melbourne
Amanda Anisimova, Jessica Pegula, dan Madison Keys - Dokumentasi IG: @wta

Gelombang kekuatan Amerika Serikat kembali terasa kuat di Melbourne Park. Dalam laga hari ini, Kamis (22/01/2026), lewat pertandingan yang impresif, tiga petenis AS tembus R3 Australia Open setelah Amanda Anisimova, Madison Keys, dan Jessica Pegula sama-sama mengunci kemenangan meyakinkan di putaran kedua.

Bukan hanya soal tiket ke babak ketiga, keberhasilan trio Negeri Paman Sam ini juga memperlihatkan betapa dalamnya kualitas tenis putri Amerika saat ini.

Dari kemenangan cepat Pegula atas rekan senegaranya, kebangkitan mental Keys sebagai juara bertahan, hingga ketangguhan Anisimova menghadapi spesialis ganda kelas dunia, semuanya menyatu dalam satu narasi besar: Amerika kembali menjadi kekuatan dominan di Grand Slam awal musim.

Kata kunci Tiga Petenis AS Tembus R3 Australia Open pun menjadi gambaran paling tepat dari hari gemilang mereka di Rod Laver Arena dan lapangan-lapangan Melbourne lainnya.

BACA JUGA: Iga Swiatek Pertahankan Rekor Atas Marie Bouzkova, Ukir Sejarah 24 Grand Slam Beruntun di Melbourne

Gelombang Kemenangan dari Negeri Paman Sam

Putaran kedua Australia Open selalu menjadi fase krusial. Banyak unggulan tumbang di tahap ini, namun tiga wakil Amerika justru tampil stabil dan efisien.

Madison Keys, sang juara bertahan, melanjutkan langkahnya dengan kemenangan 6-1, 7-5 atas Ashlyn Krueger. Jessica Pegula, unggulan keenam, tampil nyaris tanpa cela saat melibas McCartney Kessler 6-0, 6-2 hanya dalam 58 menit.

Sementara itu, Amanda Anisimova, unggulan keempat, menundukkan Katerina Siniakova 6-1, 6-4 dalam pertemuan pertama mereka.

Jika digabung, ketiganya hanya kehilangan delapan gim dalam dua pertandingan Pegula dan Keys, sebuah statistik yang menunjukkan betapa dominannya performa mereka.

Jessica Pegula: Menang Telak di Laga Penuh Emosi

Pertandingan Pegula melawan McCartney Kessler bukan laga biasa. Selain sama-sama berasal dari Amerika, keduanya juga merupakan pasangan ganda yang baru saja bermain bersama sehari sebelumnya.

Situasi itu membuat laga terasa canggung, bahkan sebelum bola pertama dipukul.

Pegula mengakui, menghadapi rekan sendiri di panggung sebesar Australia Open bukan pengalaman menyenangkan. Namun, begitu pertandingan dimulai, profesionalisme langsung mengambil alih.

Ia membuka laga dengan luar biasa, merebut delapan gim pertama secara beruntun. Set pertama berakhir dengan skor telak 6-0, sementara set kedua berkesudahan 6-2 tanpa memberi Kessler banyak ruang untuk berkembang.

“Saya hanya mencoba tetap rileks dan tidak panik ketika dia mulai menemukan ritme,” kata Pegula usai laga.

Meski sempat sedikit kehilangan agresivitas di awal set kedua, Pegula dengan cepat menyesuaikan strategi. Ia kembali menekan dari baseline, memaksa Kessler bertahan lebih lama, hingga kesalahan demi kesalahan muncul.

Kemenangan ini bukan hanya membawa Pegula ke babak ketiga, tetapi juga menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat serius di turnamen ini.

Madison Keys: Mental Juara Kembali Menyelamatkan

Jika Pegula tampil dominan sejak awal, perjalanan Madison Keys sedikit lebih berliku.

Juara bertahan Australia Open itu memulai turnamen dengan laga dramatis di putaran pertama, dan di putaran kedua kembali diuji secara mental oleh Ashlyn Krueger.

Keys sebenarnya unggul cepat dan merebut set pertama dengan skor 6-1. Namun, set kedua berubah menjadi ujian karakter.

Krueger sempat memimpin 5-2 dan bahkan mendapatkan set point di gim kesembilan. Di momen inilah, mental juara Keys berbicara.

Ia menolak menyerah. Satu per satu poin krusial diamankan, tekanan dialihkan kembali ke pihak lawan, hingga akhirnya Keys merebut lima gim beruntun untuk menutup pertandingan dengan skor 6-1, 7-5 dalam waktu 1 jam 13 menit.

“Saya hanya ingin tetap berada di dalam set, meski harus kehilangan set sekalipun,” ujar Keys.

Pengalaman panjangnya dalam laga-laga tiga set tahun lalu terbukti menjadi senjata utama. Ia memahami bahwa momentum bisa berubah kapan saja, asalkan mampu bertahan cukup lama di dalam pertandingan.

BACA JUGA: Novak Djokovic Melaju Ke Round 3 Australia Open, Langkah Mantap Sang Legenda Menuju Sejarah Baru

Amanda Anisimova: Tangguh di Tengah Tekanan

Berbeda dengan Pegula dan Keys, tantangan Anisimova datang dari sisi yang berbeda.

Menghadapi Katerina Siniakova, petenis yang dikenal sebagai spesialis ganda kelas dunia dan memiliki banyak kemenangan atas pemain top, Anisimova harus berjuang keras menjaga ketenangan.

Statistik menunjukkan betapa beratnya laga ini: delapan double fault, dan 12 dari 13 break point berhasil ia selamatkan. Namun, justru di situlah kualitas Anisimova terlihat.

Di awal set pertama, ia menyelamatkan empat break point penting pada skor 1-1. Momen itu menjadi titik balik. Setelah bertahan dari tekanan awal, Anisimova langsung melesat dan merebut empat gim beruntun hingga menutup set pertama 6-1.

Set kedua kembali penuh dinamika. Keunggulan 3-1 sempat terkejar hingga 4-3. Namun, Anisimova menghentikan laju Siniakova dengan satu gim servis krusial, lalu mengamankan dua gim terakhir untuk menang 6-1, 6-4.

Ini adalah kemenangan yang lebih bernilai secara mental ketimbang sekadar angka di papan skor.

Satu Hari, Tiga Cerita, Satu Dominasi

Keberhasilan tiga petenis AS tembus R3 Australia Open dalam satu hari memberikan pesan kuat kepada para pesaing.

Amerika tidak hanya mengandalkan satu bintang, tetapi memiliki kedalaman skuat yang luar biasa. Pegula dengan konsistensinya, Keys dengan mental juara, dan Anisimova dengan ketangguhan di bawah tekanan, membentuk kombinasi yang sangat berbahaya.

Menariknya, ketiganya meraih kemenangan dengan cara berbeda: Jessica Pegula mendominasi sejak awal tanpa memberi lawan celah.

Kemudian Madison Keys bertahan dari krisis dan membalikkan keadaan dengan mental baja, sedangkan Amanda Anisimova bertahan dari hujan break point dan keluar sebagai pemenang lewat ketenangan.

Inilah potret kekuatan tenis Amerika modern.

Menuju Babak Ketiga: Tantangan yang Lebih Berat Menanti

Babak ketiga selalu menjadi fase di mana kualitas unggulan mulai benar-benar diuji.

Bagi Pegula, tantangan berikutnya akan menuntut konsistensi yang lebih tinggi, terutama menghadapi lawan yang tidak memiliki beban emosional seperti Kessler.

Keys harus terus menjaga fokus jika ingin mempertahankan gelarnya, sementara Anisimova perlu mengurangi kesalahan servis agar tidak memberi terlalu banyak peluang kepada lawan-lawan berikutnya.

Namun, satu hal sudah pasti: dengan tiga wakil di babak ketiga, Amerika Serikat kembali mengirim sinyal kuat bahwa mereka siap menguasai Melbourne.

BACA JUGA: Karolina Pliskova Hadapi Keys di Round 3 Australia Open, Duel Emosional Sang Comeback Queen

Dominasi Amerika Kembali Menggema di Australia Open

Hari itu akan dikenang sebagai momen penting bagi tenis putri Amerika di Australia Open 2026.

Bukan hanya karena kemenangan, tetapi karena cara kemenangan itu diraih: disiplin, mental kuat, dan keberanian di saat-saat genting.

Dengan semakin sedikitnya gim yang hilang, semakin terasahnya mental juara, dan semakin solidnya permainan, Tiga Petenis AS Tembus R3 Australia Open bukan sekadar berita harian.

Ini adalah penanda bahwa gelombang Amerika kembali naik, dan Melbourne mungkin akan menjadi saksi lahirnya juara baru dari Negeri Paman Sam.