Australian Open 2026 kembali menghadirkan laga besar di sektor tunggal putri. Kali ini, sorotan tertuju pada semifinal antara Jessica Pegula vs Elena Rybakina, sebuah duel yang mempertemukan dua petenis paling konsisten di awal musim.
Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada 29 Januari 2026 pukul 17.00 WIB, di lapangan keras Melbourne Park.
Menariknya, baik Pegula maupun Rybakina melangkah ke empat besar dengan cara yang hampir identik: belum kehilangan satu set pun sepanjang turnamen.
Fakta tersebut menjadikan semifinal ini bukan sekadar perebutan tiket final, tetapi juga ajang pembuktian siapa yang paling siap secara fisik, teknis, dan mental.
BACA JUGA: Aryna Sabalenka vs Elina Svitolina: Duel Panas Menuju Final Australian Open 2026
Perjalanan Jessica Pegula: Konsistensi yang Sering Terlupakan
Jessica Pegula kembali menunjukkan mengapa dirinya selalu menjadi ancaman serius di turnamen besar. Meski kerap luput dari sorotan utama, petenis Amerika Serikat ini justru tampil paling stabil di Melbourne.
Pegula memastikan tempat di semifinal setelah menyingkirkan Amanda Anisimova dengan skor 6-2, 7-6(1) pada perempat final.
Dalam laga tersebut, Pegula tampil sangat disiplin, terutama saat menghadapi tekanan di set kedua. Keunggulannya terlihat jelas dalam duel servis kedua, area krusial yang sering menjadi penentu di level elite.
Sebelum menumbangkan Anisimova, Pegula juga mencatat kemenangan straight set atas Madison Keys, Oksana Selekhmeteva, McCartney Kessler, dan Anastasia Zakharova.
Seluruh pertandingan itu dimenangkan tanpa kehilangan set, mencerminkan kestabilan permainan yang jarang goyah.
Secara mental, Pegula dikenal sebagai petenis yang sulit panik. Ia tidak mudah terbawa emosi dan mampu menjaga fokus di momen genting.
Karakter inilah yang membuatnya menjadi lawan berbahaya bagi siapa pun, termasuk petenis dengan pukulan sekeras Rybakina.
Elena Rybakina: Mesin Poin yang Sedang Panas
Di sisi lain, Elena Rybakina datang ke semifinal dengan aura dominasi. Juara Wimbledon 2022 ini sedang berada dalam performa terbaiknya dan terlihat semakin matang dalam mengelola pertandingan.
Pada babak perempat final, Rybakina mencuri perhatian dunia tenis setelah mengalahkan unggulan kedua Iga Swiatek dengan skor 7-5, 6-1.
Kemenangan itu tidak hanya menghentikan ambisi besar Swiatek, tetapi juga menegaskan status Rybakina sebagai salah satu pemukul bola paling mematikan di tur WTA.
Rybakina menutup laga tersebut dengan sangat meyakinkan, memenangi delapan dari sembilan gim terakhir. Servis keras dan groundstroke datar menjadi senjata utama yang terus menghasilkan poin cepat.
Sepanjang Australian Open 2026, Rybakina juga belum kehilangan satu set, termasuk saat menyingkirkan Elise Mertens, Tereza Valentova, Varvara Gracheva, dan Kaja Juvan.
Kenyamanan bermain di lapangan keras Australia menjadi faktor penting bagi Rybakina. Kondisi panas dan pantulan bola yang tinggi justru mendukung gaya bermain agresifnya, terutama saat servis pertamanya bekerja optimal.
Jessica Pegula vs Elena Rybakina: Pertarungan Dua Filosofi
Laga Jessica Pegula vs Elena Rybakina akan mempertemukan dua pendekatan tenis yang sangat berbeda. Pegula mengandalkan konsistensi, kecerdasan taktik, dan kemampuan membaca permainan. Ia jarang memaksakan winner, tetapi sangat efektif dalam memanfaatkan kesalahan lawan.
Sebaliknya, Rybakina adalah simbol tenis agresif modern. Ia berusaha mengendalikan poin sejak pukulan pertama, baik melalui servis keras maupun forehand flat yang menembus garis belakang.
Jika ritme ini berjalan mulus, lawan sering kali tidak memiliki cukup waktu untuk mengembangkan permainan.
Pertanyaan besar dalam semifinal ini adalah: apakah Pegula mampu meredam daya gedor Rybakina dan memaksa reli panjang? Atau justru Rybakina yang akan mendikte permainan dan menutup poin dengan cepat?
BACA JUGA: Bentrok Raksasa! Sinner vs Jokovic Berebut Tiket Final AO 2026, Duel Penentu Raja Melbourne
Rekor dan Momentum Jelang Semifinal
Dari segi momentum, keduanya sama-sama berada di jalur positif. Pegula dan Rybakina sama-sama mencatat lima kemenangan beruntun 2-0 di Australian Open 2026.
Ini menjadi salah satu momen langka di Grand Slam, di mana empat semifinalis tunggal putri sama-sama belum kehilangan set.
Bagi Pegula, semifinal ini juga sarat makna historis. Ia berpeluang melangkah ke final Grand Slam keduanya, sekaligus melanjutkan catatan unik sebagai petenis yang mencapai semifinal major secara konsisten di usia 30-an.
Sementara bagi Rybakina, laga ini menjadi kesempatan emas untuk kembali ke final Australian Open, mengulang pencapaiannya pada edisi 2023. Ia juga membawa modal kepercayaan diri tinggi setelah performa impresif di akhir musim sebelumnya dan awal 2026.
Faktor Kunci Penentu Laga
Beberapa aspek akan sangat menentukan hasil duel ini. Servis menjadi elemen utama bagi Rybakina, jika ia mampu menjaga akurasi dan kecepatan, Pegula akan kesulitan mengambil alih kontrol.
Namun, Pegula memiliki keunggulan dalam reli panjang dan permainan transisi dari bertahan ke menyerang.
Selain itu, efektivitas servis kedua Pegula bisa menjadi senjata rahasia. Dalam laga-laga sebelumnya, ia terbukti mampu memenangi banyak poin krusial dari area ini, sesuatu yang bisa menekan agresivitas Rybakina.
Siapa Lebih Siap ke Final Australian Open 2026?
Secara kekuatan murni, Elena Rybakina mungkin sedikit lebih diunggulkan. Namun, tenis bukan hanya soal pukulan keras. Konsistensi, disiplin, dan ketenangan Pegula kerap menjadi pembeda di pertandingan besar.
Pertarungan Jessica Pegula vs Elena Rybakina diprediksi berlangsung ketat dan berpotensi berjalan tiga set.
Kedua petenis memiliki jalur berbeda menuju kemenangan, dan siapa pun yang mampu memaksakan ritme permainannya akan membuka jalan menuju final Australian Open 2026.
Satu hal yang pasti, semifinal ini bukan hanya duel menuju final, tetapi juga panggung pembuktian siapa yang paling lengkap sebagai petenis di era tenis putri modern.






