Tenis  

Belinda Bencic Lewati Katie Boulter di Babak Pertama AO 2026, Dunia Tenis Kembali Milik Sang Ratu Swiss

Belinda Bencic Lewati Katie Boulter di Babak Pertama AO 2026, Dunia Tenis Kembali Milik Sang Ratu Swiss
Belinda Bencic - Dokumentasi IG: @wta

Australia Terbuka 2026 benar-benar terasa sebagai panggung milik sang Ratu Tenis Swiss, Belinda Bencic. Unggulan ke-10 asal Swiss itu membuka perjalanannya di Melbourne dengan kemenangan meyakinkan. Dimana Belinda Bencic lewati Katie Boulter, sekaligus memperpanjang laju impresifnya di awal musim.

Dalam duel babak pertama yang berlangsung di Rod Laver Arena, Bencic menang dua set langsung 6-0, 7-5 dan mengirim pesan tegas kepada para rival: ia siap melangkah jauh.

Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke babak kedua. Laga tersebut juga mengukuhkan satu catatan penting dalam karier Bencic.

Rentetan kemenangan tunggalnya kini mencapai 12 pertandingan, menyamai rekor terbaik yang pernah ia raih pada musim 2019.

Sebuah pencapaian yang terasa semakin istimewa setelah perjalanan panjang sang petenis kembali ke level tertinggi pasca cuti melahirkan.

BACA JUGA: Monfils Terhenti Shelton Melaju di Australia Terbuka: Air Mata Perpisahan dan Kilau Generasi Baru di Melbourne

Awal Musim Gemilang dan Aura “Belinda’s World”

Dua pekan sebelum Australia Terbuka dimulai, Bencic sudah mencuri perhatian dunia tenis lewat performa luar biasa di United Cup. Ia menjadi motor utama Swiss melaju hingga final dan dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.

Rekan senegaranya, Stan Wawrinka, bahkan melabeli periode itu sebagai “Belinda’s world”, sebuah ungkapan yang menggambarkan betapa dominannya Bencic saat itu.

Aura tersebut rupanya belum memudar ketika ia tiba di Melbourne. Di babak pertama Australia Terbuka 2026, Belinda Bencic Lewati Katie Boulter di Babak Pertama AO 2026 dengan cara yang mengesankan.

Set pembuka berjalan sepihak, hanya berlangsung 26 menit, di mana Bencic sama sekali tidak menghadapi game point dan hanya kehilangan 10 poin.

Dominasi itu menegaskan bahwa Bencic datang dengan persiapan matang, baik secara fisik maupun mental.

Rekor 12 Kemenangan Beruntun, Menyamai Pencapaian Terbaik 2019

Kemenangan atas Boulter memperpanjang catatan tak terkalahkan Bencic menjadi 12 laga berturut-turut. Terakhir kali ia merasakan kekalahan adalah pada Oktober tahun lalu, ketika tumbang dari Jasmine Paolini dengan skor 5-7, 7-5, 6-3 di perempat final Ningbo.

Sejak saat itu, grafik performanya terus menanjak. Bencic merebut gelar WTA Tour ke-10 dalam kariernya di Tokyo, melaju hingga perempat final di Hong Kong, lalu tampil sempurna di United Cup.

Cedera paha kiri sempat memaksanya mundur sebelum laga perempat final di Hong Kong, tetapi kondisi itu tidak memutus rentetan kemenangan karena ia belum sempat bermain.

Hasil konsisten tersebut membawa mantan peringkat 4 dunia itu kembali menembus Top 10 PIF WTA Rankings untuk pertama kalinya sejak Maret 2023. Sebuah comeback manis bagi Bencic, yang baru kembali dari cuti melahirkan pada Oktober 2024.

Performa Stabil, Teknik Terus Berkembang

Di balik hasil positif itu, Bencic mengaku masih melihat banyak ruang untuk berkembang. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia menyoroti peningkatan pergerakan, servis, dan permainan di depan net sebagai kunci kebangkitannya.

Menurutnya, kualitas servis kini lebih stabil, sementara kemampuan volley reguler juga semakin matang. Meski dikenal piawai melakukan swing volley, Bencic ingin memperkaya variasi permainannya agar lebih efektif dalam situasi tekanan.

Pendekatan inilah yang tampak jelas saat menghadapi Boulter. Ketika lawannya mulai menemukan ritme di set kedua, Bencic tidak panik. Ia mengatur tempo, membuka sudut lapangan, dan memaksa Boulter bergerak tanpa henti.

BACA JUGA: Lolos ke Babak Kedua Australia Terbuka: Dominasi Sinner Berlanjut, Fritz Ikut Menyalakan Asa di Melbourne

Drama Set Kedua dan Penentuan di Tiga Gim Terakhir

Setelah dihajar 6-0 di set pertama, Boulter bangkit dengan meningkatkan intensitas permainan dari baseline. Petenis Inggris peringkat 113 dunia itu mencatat tiga gim servis solid dan bahkan mampu mematahkan servis Bencic.

Pada kedudukan 5-4 untuk keunggulan Boulter, situasi sempat menegangkan. Namun pengalaman berbicara. Bencic mulai mengontrol reli, menyebar bola ke seluruh penjuru lapangan, dan menekan titik lemah lawan.

Tiga gim terakhir berhasil ia sapu bersih. Match point ditutup dengan drive volley tajam yang memancing tepuk tangan panjang penonton. Skor akhir tetap 6-0, 7-5, tanpa perubahan data sebagaimana tercatat resmi.

Peluang Pecah Rekor Pribadi di Babak Kedua

Di babak berikutnya, Bencic akan menghadapi Daria Kasatkina atau petenis kualifikasi Nikola Bartunkova. Jika mampu meraih kemenangan, ia akan mencetak rekor baru sebagai laju kemenangan terpanjang sepanjang karier profesionalnya.

Catatan 12 kemenangan beruntun sebelumnya pernah ia buat pada awal 2019, ketika tampil sempurna di Billie Jean King Cup, menjuarai Dubai, dan melaju ke semifinal Indian Wells. Rentetan itu baru terhenti oleh Angelique Kerber.

Kini, dengan kondisi fisik lebih matang dan mental lebih kuat, peluang Bencic untuk melampaui rekor tersebut terbuka lebar.

Kejutan dari Siegemund, Samsonova Gigit Jari

Selain kemenangan Bencic, hari pertama Australia Terbuka 2026 juga menghadirkan kejutan besar. Laura Siegemund, petenis Jerman berusia 37 tahun, menciptakan kebangkitan luar biasa saat menyingkirkan unggulan ke-18 Liudmila Samsonova.

Siegemund sempat tertinggal 0-6, 2-5 dan menghadapi dua match point. Namun ia bangkit, memanfaatkan variasi spin dan serangan ke net, lalu membalikkan keadaan untuk menang 0-6, 7-5, 6-4 dalam laga 2 jam 31 menit.

Hasil ini menjadi kemenangan ketiga berturut-turut Siegemund atas pemain Top 20 di Australia Terbuka, sekaligus kemenangan keempatnya atas petenis elite dalam lima Grand Slam terakhir.

BACA JUGA: Finalis 2025 Elena Rybakina Melaju ke Babak Kedua: Servis Tajam Antar Sang Unggulan Lolos Mulus AO 2026

Kebangkitan Sang Juara yang Siap Menantang Gelar

Kemenangan Belinda Bencic Lewati Katie Boulter di Babak Pertama AO 2026 bukan hanya awal manis, tetapi simbol kebangkitan seorang juara yang kembali percaya diri.

Dari cedera, cuti melahirkan, hingga kembali menembus Top 10, perjalanan Bencic sarat cerita inspiratif.

Dengan performa stabil, mental baja, dan rekor kemenangan yang terus bertambah, Bencic kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk melangkah jauh di Melbourne. Dunia tenis mungkin kembali memasuki fase “Belinda’s world”.

Dan jika tren ini berlanjut, bukan tak mungkin, Australia Terbuka 2026 akan menjadi panggung terbesar kebangkitan sang ratu Swiss.