Tenis  

Monfils Terhenti Shelton Melaju di Australia Terbuka: Air Mata Perpisahan dan Kilau Generasi Baru di Melbourne

Monfils Terhenti Shelton Melaju di Australia Terbuka Air Mata Perpisahan dan Kilau Generasi Baru di Melbourne
Gael Monfils dan Ben Shelton - Dokumentasi IG: @atptour

Australia Terbuka 2026 menghadirkan satu hari penuh emosi, kejutan, dan cerita besar. Dari momen perpisahan Gael Monfils yang menyentuh hati hingga laju impresif Ben Shelton yang kembali menegaskan status bintang masa depan, lapangan-lapangan di Melbourne Park menjadi saksi perubahan generasi tenis dunia. Kata kunci yang menggema sepanjang hari itu seakan merangkum segalanya: Monfils Terhenti Shelton Melaju di Australia Terbuka.

Satu nama menutup bab penting dalam karier, satu nama lain membuka lembar baru menuju kejayaan.

Perpisahan Mengharukan Gael Monfils di Melbourne Park

Langit Melbourne terasa berbeda ketika Gael Monfils melangkah ke Kia Arena untuk penampilan terakhirnya di Grand Slam lapangan keras.

Petenis Prancis berusia 39 tahun itu menghadapi petenis tuan rumah yang lolos dari kualifikasi, Dane Sweeny, dalam laga yang ternyata menjadi tirai penutup perjalanannya di Australia Terbuka.

Pertandingan berlangsung sengit dan penuh tensi. Monfils sempat mencuri set pertama lewat tie-break, namun Sweeny menunjukkan mental baja. Skor akhir berbicara jelas: Monfils harus mengakui keunggulan lawannya dengan hasil 6-7(3), 7-5, 6-4, 7-5.

Begitu bola terakhir jatuh, bukan sorak kemenangan yang mendominasi arena, melainkan tepuk tangan panjang penuh rasa hormat.

Direktur turnamen Craig Tiley mengundang Monfils untuk berdiri di tengah lapangan dan menyampaikan pesan terakhir kepada publik Melbourne.

BACA JUGA: Lolos ke Babak Kedua Australia Terbuka: Dominasi Sinner Berlanjut, Fritz Ikut Menyalakan Asa di Melbourne

Dengan suara bergetar, Monfils mengenang perjalanan panjangnya sejak pertama kali menginjakkan kaki di Australia pada 2003. Kini, di tahun 2026, garis finis itu benar-benar tiba.

Ia menegaskan betapa istimewanya hubungan dengan para penggemar Australia. “Ini perjalanan luar biasa,” ucapnya, sambil mengungkap rasa terima kasih kepada publik yang selama lebih dari dua dekade setia mendukungnya.

Rekam Jejak Monfils di Australia Terbuka, Warisan yang Tak Terlupakan

Gael Monfils menutup karier Australia Terbukanya dengan rekor 37 kemenangan dan 20 kekalahan di Melbourne Park. Bukan angka biasa bagi seorang petenis yang dikenal bukan hanya karena prestasi, tetapi juga karena gaya bermain atraktif dan kepribadian hangat.

Prestasi terbaiknya datang pada edisi 2016 dan 2022, saat ia melaju hingga perempat final. Sepanjang karier, Monfils menjadi simbol hiburan di lapangan, memadukan atletisme luar biasa dengan kreativitas tanpa batas.

Dalam pidato perpisahannya, ia mengenang pertarungan panjang, laga empat jam, dan dukungan penonton yang selalu mengalir.

Ia bahkan menyempatkan diri memberi apresiasi kepada Dane Sweeny, memuji perjuangan petenis muda itu dan mendoakan kesuksesannya di laga-laga berikutnya.

Kalimat penutupnya, “merci beaucoup, à bientôt les amis”, menjadi salam perpisahan yang langsung menggetarkan hati ribuan penonton.

Shelton Melaju Mantap, Duel Kidal Jadi Panggung Aksi

Sementara Monfils menutup cerita, generasi baru justru memulai babak baru. Ben Shelton, semifinalis Australia Terbuka 2025, tampil penuh percaya diri di Rod Laver Arena.

Menghadapi Ugo Humbert dalam duel sesama petenis kidal, Shelton tampil agresif sejak awal. Ia menang meyakinkan dengan skor 6-3, 7-6(2), 7-6(5) dalam pertandingan berdurasi dua jam 37 menit.

Statistik memperlihatkan betapa dominannya permainan petenis peringkat 7 dunia itu. Shelton melepaskan 15 ace dan memenangi 78 persen poin dari servis pertamanya, tepat 56 dari 72 poin menurut catatan Infosys Stats.

Dengan hasil itu, Shelton kini mencatat rekor impresif 12 kemenangan dan 3 kekalahan di Australia Terbuka. Ia memastikan tiket ke babak kedua dan menunggu pemenang duel antara Gael Monfils dan Dane Sweeny, yang akhirnya jatuh ke tangan Sweeny.

BACA JUGA: Finalis 2025 Elena Rybakina Melaju ke Babak Kedua: Servis Tajam Antar Sang Unggulan Lolos Mulus AO 2026

Kepercayaan Diri Shelton Menguat, Ancaman Nyata di Melbourne

Kemenangan atas Humbert bukan sekadar tiket lolos, tetapi juga pesan tegas kepada para pesaing. Humbert datang ke Melbourne sebagai finalis turnamen Adelaide pekan sebelumnya, namun tetap tak mampu membendung agresivitas Shelton.

Petenis Amerika berusia 23 tahun itu menunjukkan kematangan permainan, ketenangan dalam momen krusial, serta servis yang menjadi senjata utama. Setiap poin panjang selalu ia tutup dengan inisiatif menyerang.

Shelton kini menjadi salah satu kandidat kuat yang patut diwaspadai. Perpaduan tenaga muda, kepercayaan diri tinggi, dan pengalaman semifinal tahun lalu membuat namanya semakin sering disebut dalam bursa unggulan kuda hitam.

Musetti, Darderi, dan Dominasi Italia di Hari yang Sibuk

Selain duel Monfils dan Shelton, hari itu juga menjadi panggung bagi para petenis Italia. Lorenzo Musetti, peringkat 5 dunia, memastikan langkah ke babak kedua setelah unggul 4-6, 7-6(3), 7-5, 3-2 atas Raphael Collignon sebelum petenis Belgia itu mundur.

Musetti selanjutnya akan menghadapi rekan senegaranya, Lorenzo Sonego, yang tampil gemilang saat menyingkirkan Carlos Taberner 6-4, 6-0, 6-3.

Italia kembali menambah wakil lewat Luciano Darderi. Unggulan ke-22 itu mencatat kemenangan perdana di undian utama Australia Terbuka setelah mengalahkan Cristian Garin 7-6(5), 7-5, 7-6(3). Sebuah tonggak penting dalam karier petenis muda tersebut.

Baez Bangkit Dramatis, Fonseca Gagal Ulangi Kejutan

Drama juga tersaji dalam laga Sebastian Baez kontra Giovanni Mpetshi Perricard. Meski harus menghadapi 30 ace lawan dan kebangkitan di set ketiga serta keempat, Baez akhirnya menang 6-4, 6-4, 3-6, 5-7, 6-3.

Kemenangan itu membuat rekor Baez musim ini menjadi 8-1 dan mengantarkannya naik ke peringkat 34 dunia di PIF ATP Live Rankings. Di babak berikutnya, ia akan bertemu Luciano Darderi.

Di arena lain, kejutan datang dari Eliot Spizzirri. Petenis Amerika itu menyingkirkan Joao Fonseca 6-4, 2-6, 6-1, 6-2, menggagalkan upaya Fonseca mengulang sensasi besar seperti tahun lalu saat menumbangkan Andrey Rublev.

BACA JUGA: Madison Keys Lewati Ujian Oleksandra Oliynykova di Round 1: Juara Bertahan Lolos dari Perang Strategi di Melbourne

Monfils Terhenti Shelton Melaju di Australia Terbuka, Simbol Pergantian Zaman

Hari itu menegaskan satu hal penting: tenis dunia sedang berganti wajah. Gael Monfils, simbol era lama yang penuh warna, menutup kisah panjangnya dengan air mata dan tepuk tangan. Di sisi lain, Ben Shelton melaju mantap, membawa harapan baru dan energi segar.

Judul besar hari itu terasa sempurna: Monfils Terhenti Shelton Melaju di Australia Terbuka.

Satu legenda berpamitan, satu bintang muda melangkah maju.

Australia Terbuka 2026 baru saja dimulai, tetapi cerita tentang perpisahan, kelahiran generasi baru, dan ambisi menuju sejarah sudah lebih dulu membakar emosi para pencinta tenis di seluruh dunia.