Novak Djokovic membuka petualangannya di Australian Open 2026 dengan cara yang nyaris sempurna. Di tengah sorotan dunia tenis, petenis Serbia itu menorehkan tonggak sejarah baru: kemenangan ke-100 sepanjang kariernya di Melbourne Park.
Momen bersejarah itu datang usai Djokovic menundukkan Pedro Martinez dengan skor meyakinkan 6-3, 6-2, 6-2 pada laga putaran pertama, Senin waktu setempat.
Bagi Djokovic, ini bukan sekadar kemenangan biasa. Ini adalah penanda bahwa ambisi besarnya untuk kembali menguasai Australia masih menyala.
Dengan hasil tersebut, misi meraih gelar ke-11 di Melbourne resmi dimulai, sekaligus membuka peluang untuk melampaui rekor legendaris milik Roger Federer.
Awal Sempurna Sang Raja Melbourne
Penampilan Djokovic di laga pembuka memperlihatkan bahwa usia bukan penghalang bagi ambisi. Meski sudah menginjak 38 tahun, mantan petenis nomor satu dunia itu tampil dominan sejak gim pertama.
Martinez dibuat tak berkutik menghadapi tekanan agresif dari baseline, variasi pukulan tajam, serta servis yang konsisten.
Dalam pertandingan tersebut, Djokovic mengontrol ritme hampir sepanjang laga. Ia mencatat lebih dari tiga kali lipat jumlah winner dibanding lawannya, yakni 49 berbanding 14.
Statistik itu menjadi gambaran jelas betapa efektif permainan Djokovic pada laga pertamanya di turnamen ini.
Kemenangan tiga set langsung itu juga memastikan satu hal penting: Djokovic kini resmi mengoleksi 100 kemenangan di Australian Open. Angka yang menempatkannya sejajar dengan para legenda, bahkan melampaui banyak rekor yang sebelumnya dianggap sulit disentuh.
Makin Dekat Mengejar Rekor Federer
Dengan koleksi 100 kemenangan di Melbourne, Djokovic kini hanya terpaut dua kemenangan dari rekor sepanjang masa milik Roger Federer, yang mengoleksi 102 kemenangan di Australian Open. Target besar pun langsung terpatri di benaknya.
“Centurion terdengar sangat bagus,” kata Djokovic sambil tersenyum usai pertandingan. Ia mengaku pencapaian seperti ini menjadi sumber motivasi terbesar di fase akhir kariernya.
Menurut data Infosys ATP Win/Loss Index, Djokovic kini menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah yang mampu mengoleksi 100 kemenangan atau lebih di tiga turnamen Grand Slam berbeda: Australian Open, Wimbledon, dan Roland Garros.
Berikut catatan rekor Djokovic di turnamen mayor sebelum melakoni putaran kedua:
- Australian Open: 100 menang – 10 kalah
- Roland Garros: 101 menang – 14 kalah
- Wimbledon: 102 menang – 13 kalah
- US Open: 95 menang – 15 kalah
Prestasi itu semakin menegaskan status Djokovic sebagai salah satu petenis terhebat sepanjang masa.
Menanti Tantangan Francesco Maestrelli
Perjalanan Djokovic di Australian Open 2026 belum berhenti. Di putaran kedua, ia akan menghadapi petenis muda Italia, Francesco Maestrelli, yang lolos dari jalur kualifikasi.
Maestrelli mencatat kemenangan dramatis atas Terence Atmane dengan skor 6-4, 3-6, 6-7(4), 6-1, 6-1 untuk meraih kemenangan pertamanya di undian utama Grand Slam.
Secara pengalaman, Djokovic jelas unggul jauh. Namun, ia tetap menaruh respek kepada lawan mudanya. Laga ini akan menjadi pertemuan pertama mereka, sekaligus ujian apakah konsistensi Djokovic mampu terus terjaga hingga pekan kedua turnamen.
Tanda Kebugaran Kembali Prima
Sebelum Australian Open dimulai, kondisi fisik Djokovic sempat menjadi tanda tanya. Musim lalu, ia harus berjuang keras dengan beberapa gangguan kebugaran, termasuk saat melaju hingga semifinal di US Open.
Namun penampilan melawan Martinez memberi sinyal positif. Pergerakan Djokovic terlihat ringan, footwork tajam, dan daya tahan fisiknya masih berada di level elite. Ini menjadi kabar baik bagi ambisinya mengejar mahkota ke-11 di Melbourne.
Jika melaju sesuai skenario, Djokovic berpotensi bertemu juara bertahan dua kali, Jannik Sinner, di babak semifinal. Duel itu digadang-gadang bakal menjadi salah satu pertandingan terbesar di Australian Open 2026.
Casper Ruud Ikut Bersinar di Hari Kedua
Selain Djokovic, hari kedua Australian Open juga diwarnai kemenangan penting dari Casper Ruud. Petenis unggulan ke-12 itu melangkah ke putaran kedua usai mengalahkan Mattia Bellucci dengan skor 6-1, 6-2, 6-4.
Kemenangan tersebut menjadi yang ke-50 bagi Ruud di turnamen Grand Slam sepanjang kariernya. Petenis asal Norwegia itu mengaku sangat menikmati atmosfer di Margaret Court Arena, yang disebutnya sebagai salah satu lapangan favorit di dunia.
Ruud selanjutnya akan menghadapi Jaume Munar, petenis Spanyol yang lolos setelah melewati duel lima set melawan Dalibor Svrcina.
Misi Besar di Tahun Terakhir Karier?
Bagi Djokovic, Australian Open 2026 bisa menjadi panggung emosional. Di usia 38 tahun, setiap turnamen besar terasa semakin spesial. Ia sendiri mengakui bahwa motivasi menciptakan sejarah menjadi bahan bakar terbesarnya untuk terus bertahan di level tertinggi.
“Saya bersyukur masih bisa bermain seperti ini,” ucap Djokovic, mengenang perjalanan panjang kariernya dan para pelatih yang membentuknya sejak muda.
Kini, satu demi satu rekor terus dikejar. Dari kemenangan ke-100 di Melbourne, hingga ambisi melampaui Federer, dan tentu saja mimpi mengangkat trofi Australian Open untuk ke-11 kalinya.
Langkah Awal Menuju Keabadian
Kemenangan atas Pedro Martinez mungkin hanya satu langkah kecil dalam perjalanan panjang Australian Open 2026. Namun bagi Novak Djokovic, langkah itu sarat makna.
Ia bukan hanya memulai turnamen dengan kemenangan meyakinkan, tetapi juga menorehkan sejarah baru di tempat yang paling ia cintai.
Di tengah sorakan penonton Melbourne, Djokovic kembali menunjukkan bahwa waktu belum mampu meredupkan sinarnya. Dan jika langkah demi langkah ini terus berlanjut, dunia tenis mungkin akan kembali menyaksikan satu bab terakhir dari kisah keabadian sang legenda.






