Tenis  

Rivalitas Carlos Alcaraz vs Jannik Sinner Di Musim 2025, Alcaraz Masih Unggul

Rivalitas Carlos Alcaraz vs Jannik Sinner Di Musim 2025, Alcaraz Masih Unggul
Dokumentasi Instagram/@atptour

Persaingan Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner kembali menjadi pusat perhatian dunia tenis pada musim 2025. Sepanjang tahun, kedua bintang muda ini enam kali bertemu, dan semuanya terjadi di partai final.

Rivalitas yang intens, dramatis, dan penuh momentum inilah yang melahirkan salah satu cerita terbesar dalam kalender ATP musim ini. Alcaraz menutup tahun dengan empat kemenangan, memperlebar keunggulan pertemuan menjadi 10-6 atas Sinner.

Berikut rangkuman pertarungan mereka sepanjang musim 2025, yang oleh banyak analis disebut sebagai salah satu rivalitas paling memikat dalam era modern.

Final Roma: Alcaraz Taklukkan Sinner 7-6(5), 6-1

Atmosfer panas di Foro Italico menjadi saksi duel bersejarah ketika Sinner mengincar gelar pertama untuk petenis Italia sejak Adriano Panatta pada 1976. Namun, Alcaraz tampil menggebrak dan merusak pesta publik tuan rumah.

Sinner yang tampil perdana sejak menjuarai Australian Open, sempat memiliki peluang memenangi set pertama dengan dua set point.

Tetapi kesalahan sendiri membuat Alcaraz lolos dari tekanan. Setelah itu, Alcaraz menampilkan permainan terbaiknya, mematahkan rangkaian 26 kemenangan beruntun Sinner dan mengangkat trofi Roma pertamanya.

“Dia punya aura berbeda setiap kali kami bertemu,” ucap Alcaraz seusai laga.

BACA JUGA: Rekap Hasil Nitto ATP Finals 2025 Hari ke-3: Alcaraz dan Musetti Menang Dramatis Lewat Duel Tiga Set

Final Roland Garros: Alcaraz Menang Dramatis 4-6, 6-7(4), 6-4, 7-6(3), 7-6(10-2)

Partai final terpanjang dalam sejarah Roland Garros memperlihatkan keteguhan mental Alcaraz. Tertinggal dua set dan menghadapi tiga championship point di set keempat, Alcaraz justru bangkit dengan cara paling dramatis.

Dari kondisi nyaris kalah, ia memaksakan laga ke set kelima dan memenangkan tie-break pamungkas dengan performa yang disebut para pengamat sebagai salah satu penampilan terbaik sepanjang kariernya. Forehand pass keras yang menutup laga menjadi sorotan ikonik turnamen 2025.

“Saat tekanan seperti itu, juara sejati akan muncul,” ujar Alcaraz.

Final Wimbledon: Sinner Balas Dendam, Menang 4-6, 6-4, 6-4, 6-4

Lima pekan usai tragedi di Paris, Sinner membalik keadaan di panggung suci Wimbledon. Menghadapi juara bertahan dua kali, Sinner tampil tanpa gentar dan menyajikan salah satu performa terbaiknya di atas rumput.

Setelah kehilangan set pertama, petenis Italia itu membalas dengan agresivitas tinggi dan pukulan tanpa kompromi.

Pada set keempat, Sinner hanya kehilangan satu poin pada servis pertamanya dan menyapu bersih sembilan poin di depan net, sebuah masterclass di permukaan rumput.

“Yang terpenting adalah memahami kekalahan dan bangkit,” ucap Sinner saat mengangkat trofi Wimbledon pertamanya.

BACA JUGA: Alex De Minaur Frustrasi Usai Kalah dari Musetti: Kekalahan Kedua di ATP Finals Turin 2025

Final Cincinnati: Alcaraz Menang 5-0 (Ret.)

Final Cincinnati yang dinantikan jutaan penonton berakhir lebih cepat dari perkiraan. Sinner terlihat tidak fit sejak awal pertandingan dan meminta perawatan medis ketika tertinggal 0-5. Setelah 23 menit, ia memutuskan mundur.

“Saya mencoba bertahan, tapi tubuh saya tidak bisa melanjutkan,” kata Sinner.

Alcaraz pun meraih gelar Masters 1000 kedelapannya. Kemenangan ini menjadi pelipur lara setelah kegagalannya menutup final Cincinnati 2023 saat menghadapi Novak Djokovic.

“Saya menginginkan trofi ini sejak 2023,” ungkap Alcaraz.

Final US Open: Alcaraz Kandaskan Sinner 6-2, 3-6, 6-1, 6-4

Pertemuan kelima musim ini berlangsung di panggung megah Flushing Meadows. Alcaraz tampil dominan, mencetak 42 winners, dua kali lipat lebih banyak dari Sinner. Servis pertamanya tak tertembus, hanya kehilangan sembilan poin.

Kemenangan itu sekaligus menggagalkan upaya Sinner mempertahankan gelar dan membuat Alcaraz kembali ke peringkat satu dunia, mengakhiri 65 minggu bersejarah Sinner sebagai pemuncak ranking.

“Saya bermain sempurna,” kata Alcaraz, sependapat dengan penilaian sang pelatih, Juan Carlos Ferrero.

Nitto ATP Finals: Sinner Tutup Tahun dengan Kemenangan 7-6(4), 7-5

Laga pamungkas musim 2025 berlangsung dengan intensitas tinggi di bawah lampu gemerlap Turin. Sinner menunjukkan servis yang jauh lebih solid setelah melakukan perbaikan teknis pasca-US Open.

Momen paling penting terjadi ketika Sinner menyelamatkan set point dengan second serve 117 mph—sebuah aksi berani yang disambut sorakan penonton.

Sepanjang pekan, Sinner tidak kehilangan satu pun set dan membukukan rekor 5-0 untuk meraih gelar ATP Finals pertamanya sekaligus hadiah terbesar dalam sejarah turnamen.

“Semua berasal dari kerja keras. Kami memperbaiki ritme servis, dan hasilnya terlihat,” ujar pelatih Darren Cahill.

BACA JUGA: Carlos Alcaraz Tumbangkan Taylor Fritz Lewat Duel Epik di ATP Finals 2025

Rivalitas yang Mendesain Ulang Era Baru Tenis

Musim 2025 menjadi saksi dominasi ganda Alcaraz dan Sinner. Keduanya membagi empat gelar Grand Slam, untuk tahun kedua berturut-turut, hal yang jarang terjadi dalam sejarah.

“Kami saling memaksa mencapai level tertinggi,” kata Alcaraz. “Setiap latihan saya selalu memikirkan bagaimana mengalahkan Jannik.”

Para pengamat menyebut rivalitas ini sebagai fondasi era baru pasca Djokovic-Nadal-Federer. Dengan kualitas, intensitas, dan drama yang mereka sajikan sepanjang 2025, tidak berlebihan jika duel Alcaraz vs Sinner disebut sebagai rivalitas nomor satu dalam tenis modern.