Keputusan Kamboja menarik diri dari cabang olahraga sepak bola pada Rabu (26/11/2025) membawa perubahan besar terhadap Pembagian Grup Sepak Bola SEA Games 2025.
Pengunduran diri mendadak tersebut membuat penyelenggara melakukan penyesuaian ulang terhadap komposisi grup putra yang sebelumnya telah disahkan.
Situasi kian kompleks setelah tujuh cabang olahraga lain dari Kamboja juga dipastikan absen dari ajang dua tahunan Asia Tenggara itu.
Dampak Mundurnya Kamboja terhadap Pembagian Grup Sepak Bola SEA Games 2025
Komite Olimpiade Nasional Kamboja (NOCC) secara resmi menyampaikan surat kepada Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) serta Komite Penyelenggara SEA Games ke-33 (THASOC).
Dalam surat tersebut, mereka menegaskan bahwa alasan utama penarikan diri adalah kekhawatiran serius terkait keamanan atlet dan ofisial akibat ketegangan perbatasan antara Kamboja dan Thailand.
“Penyesuaian ini dilakukan karena adanya kekhawatiran keamanan yang signifikan, yang menimbulkan tantangan dalam menjamin keselamatan dan perlindungan atlet dan ofisial kami,” tulis NOCC melalui surat resmi yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Vath Chamrouen, seperti dikutip VNExpress.
Selain sepak bola, tujuh cabang olahraga lain yang ikut ditarik mundur adalah judo, karate, pencak silat, petanque, gulat, wushu, dan sepak takraw. Keputusan ini otomatis mengguncang banyak agenda pertandingan yang sebelumnya telah dijadwalkan.
BACA JUGA: Hasil Perempat Final BWF Syed Modi 2025: Dua Wakil Indonesia Melaju ke Semifinal
Thailand Ajukan Usulan Pembagian Grup Sepak Bola SEA Games 2025 yang Baru
Hingga kini, pihak Thailand sebagai tuan rumah belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai revisi Pembagian Grup Sepak Bola SEA Games 2025. Mereka masih menunggu persetujuan akhir dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Meski begitu, Direktur Jenderal Otoritas Olahraga Thailand (SAT), Kongsak Yodmanee, mengusulkan perubahan besar dalam rapat Komite Penyelenggara pada Kamis (27/11).
Dalam usulannya, Singapura dipindahkan dari Grup C ke Grup A untuk menyeimbangkan pembagian kekuatan antargrup setelah Kamboja mundur.
Jika proposal ini disetujui AFC, maka setiap grup akan diisi oleh tiga negara peserta. Format tersebut dinilai tetap kompetitif meski jumlah peserta berkurang.
Rincian Pembagian Grup Sepak Bola SEA Games 2025 Terbaru
Berikut ini struktur grup terbaru yang diajukan setelah Kamboja memastikan ketidakhadiran mereka:
Grup A
- Thailand
- Timor Leste
- Singapura
Grup B
- Vietnam
- Malaysia
- Laos
Grup C
- Indonesia
- Myanmar
- Filipina
Dengan susunan tersebut, Timnas Indonesia dipastikan batal menghadapi Singapura pada laga yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung Jumat (5/12). Perubahan grup membuat skuad Garuda kini fokus menghadapi Myanmar dan Filipina pada babak penyisihan.
Jadwal lengkap pertandingan Timnas Indonesia di SEA Games 2025 akan diperbarui setelah AFC mengesahkan pembagian grup yang baru.
BACA JUGA: Persebaya Beruntung Dengan Gol Bunuh Diri Putu Gede, Bajul Ijo Curi Poin di Markas Bhayangkara
Perubahan Lokasi Pertandingan karena Kondisi Cuaca
Selain perubahan grup, Komite Penyelenggara juga memutuskan memindahkan seluruh pertandingan Grup B ke Stadion Rajamangala di Bangkok.
Langkah ini diambil setelah wilayah Songkhla, yang awalnya ditetapkan sebagai lokasi pertandingan, terdampak banjir dan dinilai tidak layak untuk menggelar laga internasional.
Perubahan lokasi ini dipandang sebagai keputusan cepat untuk menjamin kualitas pertandingan sekaligus memastikan keselamatan seluruh pemain dan ofisial.
Dampak pada Persiapan Timnas Indonesia
Perombakan Pembagian Grup Sepak Bola SEA Games 2025 tentu memengaruhi persiapan Timnas Indonesia.
Pelatih dan staf teknis kini harus melakukan penyesuaian strategi menghadapi lawan-lawan baru di Grup C. Myanmar dan Filipina dikenal sebagai tim dengan permainan dinamis yang kerap menyulitkan Indonesia di berbagai turnamen regional.
Meski begitu, peluang Indonesia tetap terbuka lebar untuk melaju ke babak semifinal.
Komposisi grup yang hanya terdiri dari tiga tim membuat setiap pertandingan memiliki nilai krusial. Kemenangan di laga pertama akan menjadi penentu arah perjalanan Garuda Muda di turnamen.






