Tak Menua! Gyselle Silva Incar 1000 Poin di Korea V-League, Usia Bukan Halangan untuk Sang Mesin Angka

Tak Menua! Gyselle Silva Incar 1000 Poin di Korea V-League, Usia Bukan Halangan untuk Sang Mesin Angka
Gyselle Silva - Dokumentasi Laman: (c) Sports Seoul

Gyselle Silva incar 1000 poin di Korea V-League pada musim 2025–2026 dan kembali menunjukkan bahwa usia bukan penghalang bagi konsistensi performa.

Pemain asing andalan GS Caltex itu melaju mantap menuju torehan empat digit untuk musim ketiga secara beruntun, sebuah pencapaian langka di kompetisi voli profesional Korea Selatan.

Meski sudah memasuki usia pertengahan 30-an, Silva tetap menjadi tulang punggung GS Caltex.

Ketajaman serangan, stabilitas permainan, dan daya tahan fisiknya masih berada di level elite, membuatnya terus menjadi momok bagi pertahanan lawan di V-League.

Gyselle Silva Incar 1000 Poin di Korea V-League untuk Musim Ketiga Beruntun

Silva saat ini berada di jalur yang sangat ideal untuk kembali menembus 1.000 poin.

Dari 24 pertandingan yang telah ia jalani GS Caltex musim ini, Silva sudah mengoleksi 743 poin dengan rata-rata 30,95 poin per pertandingan.

BACA JUGA: Lavani Tak Terkejar! Ini Klasemen Proliga 2026 Usai Putaran Pertama yang Bikin Geger

Catatan tersebut nyaris identik dengan musim sebelumnya, saat ia mencetak rata-rata 31,5 poin per laga. Bedanya, musim ini Silva tampil lebih konsisten dari sisi kebugaran.

Jika musim lalu ia sempat absen dalam empat pertandingan akibat cedera, kini ia mampu melewati empat ronde kompetisi tanpa gangguan berarti.

Dengan sisa musim yang masih cukup panjang, peluang Silva untuk kembali mencetak 1.000 poin terbilang sangat realistis, bahkan berpotensi tercapai lebih cepat dari perkiraan.

Silva Tetap Silva: Makin Matang, Makin Efektif

Lahir pada 1991, Silva kini berstatus sebagai pemain veteran. Namun performanya sama sekali tidak menunjukkan tanda penurunan.

Tingkat keberhasilan serangannya justru meningkat menjadi 46,29 persen, lebih baik dibanding musim lalu yang berada di angka 45,77 persen.

Kematangan dalam membaca permainan membuat Silva tak hanya mengandalkan kekuatan, tetapi juga penempatan bola dan variasi serangan.

Hal ini menjadikannya tetap efektif meski lawan mulai memberi perhatian khusus dalam setiap pertandingan.

Tak berlebihan jika Silva masih disebut sebagai salah satu pemain asing terbaik di Korea V-League saat ini.

Masalah Bukan di Silva, Performa GS Caltex Jadi Sorotan

Di balik performa individu Silva yang nyaris sempurna, GS Caltex justru menghadapi tantangan besar secara kolektif.

Pada Ronde 1 dan 2, GS Caltex membuka musim dengan catatan seimbang, masing-masing tiga kemenangan dan tiga kekalahan.

Namun situasi memburuk di Ronde 3. GS Caltex hanya mampu meraih dua kemenangan dari enam pertandingan. Cedera yang dialami outside hitter kuota Asia, Reina, menjadi faktor krusial yang memengaruhi keseimbangan permainan tim.

Meski mampu bangkit di Ronde 4 dengan catatan tiga menang dan tiga kalah, GS Caltex masih tertahan di papan tengah klasemen.

BACA JUGA: Ratu Blocker Voli Putri Korea, Yang Hyo-jin Rencanakan Segera Pensiun Usai Raih MVP All-Star V-League 2025/2026

Persaingan Ketat Menuju Spring Volleyball

Saat ini, GS Caltex menempati posisi kelima klasemen dengan 33 poin. Mereka tertinggal tiga poin dari IBK Industrial Bank of Korea di peringkat keempat.

Sementara itu, jarak dengan Hyundai Engineering & Construction di posisi ketiga mencapai sembilan poin.

Untuk menembus babak wildcard playoff menuju spring volleyball, GS Caltex harus memangkas jarak tersebut hingga maksimal tiga poin.

Artinya, performa di Ronde 5 dan 6 akan menjadi penentu hidup-mati musim mereka.

Gyselle Silva Incar 1000 Poin di Korea V-League, Tapi Butuh Dukungan Tim

Meski tampil luar biasa, Silva tidak bisa berjuang sendirian. Menuntut kontribusi lebih dari pemain asing yang sudah mencetak hampir 31 poin per laga jelas bukan solusi.

Reina diharapkan kembali menemukan sentuhan terbaiknya. Sebelum cedera pergelangan kaki, ia sempat mencetak lebih dari 20 poin dalam dua laga di Ronde 1.

Sayangnya, performanya menurun usai cedera, meski tanda kebangkitan terlihat lewat torehan 18 poin di laga terakhir Ronde 4.

Selain Reina, kontribusi pemain lokal juga menjadi faktor krusial. Outside hitter Yoo Seo-yeon dan Kwon Min-ji perlu lebih konsisten menyumbang angka.

Di lini tengah, Oh Se-yeon dan Choi Yu-rim dituntut meningkatkan efektivitas blok dan quick attack untuk meringankan beban Silva.

BACA JUGA: Hasil Voli Putri SV-league Pekan Ke-14: Osaka Marvelous Tunjukkan Mental Juara, Blue Cats Ishikawa Turun, Himeji Naik ke Posisi Empat

Musim Belum Usai, Peluang Masih Terbuka

GS Caltex masih memiliki dua laga tersisa melawan tim papan atas dan menengah. Jika mampu mengelola poin dengan cermat dan memaksimalkan momentum, peluang lolos ke spring volleyball belum sepenuhnya tertutup.

Silva sudah menjalankan perannya dengan sempurna. Kini, keberhasilan GS Caltex bergantung pada seberapa besar dukungan yang bisa diberikan tim untuk sang mesin poin.