Taylor Fritz harus menerima kenyataan pahit tersingkir lebih awal dari Australia Open 2026 usai kalah straight set dari Lorenzo Musetti.
Dalam laga tersebut, Taylor Fritz merasakan sakit saat lawan Musetti, yang diakuinya sangat memengaruhi performa di atas lapangan Rod Laver Arena, Melbourne.
Petenis asal Amerika Serikat itu tampil jauh dari performa terbaiknya ketika menghadapi Musetti pada babak keempat, Senin (27/01/2026).
Seusai pertandingan, Fritz berbicara terbuka mengenai kondisi fisiknya yang tidak ideal, terutama masalah tendonitis pada lutut serta cedera oblique yang baru saja ia alami.
Taylor Fritz Merasakan Sakit Saat Lawan Musetti
Dalam konferensi pers pascapertandingan, Fritz mengungkapkan bahwa masalah pada lututnya sebenarnya sudah ia rasakan sejak awal turnamen.
Namun, kondisinya semakin memburuk setelah melakoni laga melelahkan melawan Stan Wawrinka di babak sebelumnya.
“Saya cukup terbuka soal kondisi lutut saya sepanjang minggu ini,” ujar Fritz. “Saya merasa sangat baik di dua ronde pertama, tapi setelah pertandingan melawan Stan, kondisi lutut saya mulai terasa tidak enak, terutama di akhir laga.”
Fritz mengaku sempat berharap kondisinya membaik sebelum menghadapi Musetti. Namun, harapan itu tidak sepenuhnya terwujud.
“Pagi hari saat pemanasan saya merasa cukup oke. Tapi ketika mulai melakukan pemanasan jelang pertandingan, saya langsung bilang ke fisioterapis bahwa lutut saya tidak terasa bagus.
Saya berharap bisa longgar, tapi ternyata tidak. Rasanya tidak semakin parah, tapi juga tidak membaik sepanjang pertandingan,” jelasnya.
Cedera Lutut dan Oblique Jadi Penghambat
Tak hanya lutut, Fritz juga bermain dengan kondisi otot oblique yang belum sepenuhnya pulih. Bahkan, ia terlihat menggunakan tape pada kedua sisi oblique-nya saat bertanding.
Kombinasi cedera ini membuatnya kesulitan melakukan gerakan eksplosif dan menahan beban saat memukul bola.
“Saya merasa pukulan saya sebenarnya cukup bagus. Banyak kesalahan terjadi karena saya menahan diri, tidak berani menumpu sepenuhnya pada lutut,” kata Fritz.
“Saya tidak ingin mengurangi kredit untuk Musetti. Dia bermain sangat baik, servisnya solid, dan mampu menetralisir serangan saya dengan luar biasa.”
Kemenangan tersebut membuat Musetti unggul 4-3 dalam catatan pertemuan head-to-head melawan Fritz, sekaligus melangkah ke perempat final Grand Slam untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Fokus Pemulihan Usai Australia Open
Meski kecewa dengan hasil tersebut, Fritz tetap optimistis menatap ke depan. Ia menegaskan bahwa cedera oblique yang dialaminya bukan masalah serius dan bisa pulih dalam waktu relatif singkat dengan istirahat yang cukup.
“Cedera oblique ini bukan hal baru bagi saya, dan sebelumnya saya selalu bisa pulih dengan baik.
Saya cukup yakin ini tidak akan memakan waktu lama,” ungkap petenis berusia 28 tahun tersebut.
Namun, ia mengakui pemulihan tendonitis pada lutut membutuhkan kesabaran ekstra. Fritz mengaku sempat heran karena kondisi lututnya justru menurun dalam beberapa hari terakhir, setelah sebelumnya menunjukkan perkembangan positif.
“Lutut saya sebenarnya terus membaik selama dua sampai tiga pekan. Tapi entah kenapa, dalam tiga atau empat hari terakhir justru terasa mundur. Ini jelas proses yang harus dijalani dengan sabar,” katanya.
Fritz juga menyebut banyak rekan sesama atlet yang pernah mengalami cedera serupa dan akhirnya bisa pulih sepenuhnya.
Target Kembali Fit Jelang Turnamen Berikutnya
Dengan catatan menang-kalah 4-4 di awal musim 2026, fokus utama Fritz saat ini adalah memulihkan kondisi fisik hingga benar-benar siap kembali bertanding di level tertinggi.
“Target saya hanya satu, yaitu kembali 100 persen sehat. Saya ingin bisa berlatih dan mempersiapkan diri seperti biasanya, tanpa harus khawatir soal cedera,” tegasnya.
Turnamen berikutnya yang dijadwalkan akan diikuti Fritz adalah Nexo Dallas Open 2026, yang akan berlangsung pada 9–15 Februari.
Namun, keikutsertaannya masih bergantung pada perkembangan kondisi fisiknya dalam beberapa pekan ke depan.






