Tenis  

Hasil Tenis Australia Open – Stan Wawrinka Lolos Ke Putaran Tiga AO 2026: Drama Lima Set, Rekor Usia, dan Napas Terakhir Sang Juara

Stan Wawrinka Lolos Ke Putaran Tiga AO 2026 Drama Lima Set, Rekor Usia, dan Napas Terakhir Sang Juara
Stan Wawrinka - Dokumentasi IG: @atptour

Usia boleh bertambah, tenaga mungkin menipis, tetapi jiwa petarung Stan Wawrinka belum juga padam. Di bawah langit Melbourne yang panas dan penuh sorak penonton, petenis asal Swiss itu kembali menghadirkan kisah klasik yang membuat Australian Open 2026 terasa istimewa. Stan Wawrinka lolos ke putaran tiga AO 2026 setelah menaklukkan Arthur Gea dalam duel lima set yang menguras fisik, emosi, dan sejarah.

Laga berdurasi 4 jam 33 menit itu bukan sekadar kemenangan. Ia adalah simbol perlawanan terhadap waktu, perpisahan yang belum ingin selesai, dan pengingat bahwa legenda sejati selalu menemukan cara untuk bertahan.

Laga Maraton yang Menguji Usia dan Mental

Wawrinka memasuki pertandingan putaran kedua dengan status sebagai salah satu pemain tertua di undian utama. Di hadapannya berdiri Arthur Gea, petenis Prancis berusia 21 tahun yang penuh tenaga dan tanpa beban sejarah.

Sejak awal, pertandingan berjalan ketat. Gea merebut set pertama 6-4, memaksa Wawrinka berada dalam posisi tertinggal.

Namun pengalaman panjang di panggung Grand Slam segera berbicara. Set kedua direbut Wawrinka 6-3, sebelum Gea kembali unggul lewat set ketiga 6-3.

Dalam kondisi tertinggal 1-2 set, banyak yang menduga inilah akhir perjalanan sang mantan juara. Namun justru di titik inilah Wawrinka menunjukkan mengapa namanya pernah bertengger di peringkat tiga dunia.

BACA JUGA: Jadwal Tenis Australia Open Hari Ke-6: Panas Ekstrem, Tekanan Besar, dan Delapan Duel Penentu Menuju 16 Besar

Set keempat menjadi panggung kebangkitan. Dengan servis yang lebih berani dan forehand satu tangan khasnya, Wawrinka memaksa set penentuan lewat kemenangan 7-5.

Di set kelima, drama mencapai puncaknya. Kedua pemain saling menekan hingga akhirnya Wawrinka menutup pertandingan melalui tie-break 7-6(3).

Skor akhir 4-6, 6-3, 3-6, 7-5, 7-6(3) memastikan Stan Wawrinka Lolos Ke Putaran Tiga AO 2026 dengan cara paling heroik.

Rekor Bersejarah di Usia 40 Tahun

Kemenangan ini langsung mencatatkan Wawrinka dalam buku sejarah. Di usia 40 tahun, ia menjadi pemain tertua yang mencapai putaran ketiga Australian Open sejak Ken Rosewall pada 1978, ketika legenda Australia itu melakukannya di usia 44 tahun.

Lebih dari sekadar statistik, pencapaian ini menegaskan daya tahan luar biasa seorang petenis yang telah melalui berbagai cedera, operasi lutut, dan pasang surut karier.

Ini juga menjadi penampilan ke-12 Wawrinka di putaran ketiga Melbourne Park, sebuah catatan konsistensi yang jarang dimiliki pemain di generasinya.

Musim Perpisahan dan Tekad Bertahan Lebih Lama

Australian Open 2026 memiliki makna khusus bagi Wawrinka. Ia telah memastikan bahwa musim ini adalah musim terakhir dalam karier profesionalnya. Setiap pertandingan kini terasa seperti bab terakhir dari sebuah novel panjang.

Dalam wawancara di lapangan, Wawrinka tak menutupi kelelahan yang ia rasakan.

Ia mengaku kehabisan tenaga, tetapi juga menegaskan bahwa inilah Australian Open terakhirnya, sehingga ia ingin bertahan selama mungkin. Dukungan penonton menjadi bahan bakar utama di tengah tubuh yang tak lagi muda.

Pernyataan itu bukan sekadar kata-kata. Sepanjang pertandingan, Wawrinka kerap meminta dukungan tribun, mengangkat tangan, dan menyerap energi publik Rod Laver Arena untuk melanjutkan perlawanan.

Pengalaman Menjadi Senjata Utama

Arthur Gea tampil tanpa rasa takut. Bagi petenis muda Prancis itu, ini adalah pertandingan lima set pertamanya di level tur. Ia bermain lepas, agresif, dan beberapa kali memaksa Wawrinka keluar dari zona nyaman.

Namun di momen krusial, perbedaan pengalaman menjadi penentu. Wawrinka tahu kapan harus menahan diri, kapan menaikkan tempo, dan bagaimana mengelola tekanan di tie-break penentuan.

Kemenangan ini juga menandai laga lima set ke-58 dalam karier Wawrinka, dengan rekor 31 kemenangan dan 27 kekalahan.

Catatan itu merupakan yang terbanyak di era Open, sebuah bukti betapa seringnya ia bertahan di batas ekstrem pertandingan Grand Slam.

BACA JUGA: Hasil Tenis Australia Open – Jannik Sinner Melaju Ke Round 3 AO 2026, Langkah Mantap Sang Juara Bertahan Menuju Hat-trick Bersejarah

Jejak Juara Australian Open 2014 Kembali Terasa

Bagi publik Melbourne, nama Wawrinka selalu punya tempat khusus. Di kota inilah ia meraih gelar Grand Slam pertamanya pada 2014, ketika menaklukkan Rafael Nadal di final.

Dua belas tahun kemudian, ia kembali berdiri di lapangan yang sama, bukan sebagai unggulan, bukan sebagai favorit juara, melainkan sebagai legenda yang menolak menyerah.

Setiap pukulan backhand satu tangan seolah membawa kembali kenangan era keemasannya. Setiap poin panjang menjadi pengingat bahwa karakter juara tidak pernah benar-benar hilang.

Tantangan Berat Menanti: Taylor Fritz di Putaran Ketiga

Perjalanan Wawrinka belum selesai. Di putaran ketiga, ia akan menghadapi unggulan kesembilan dunia, Taylor Fritz. Di atas kertas, lawan kali ini jauh lebih berat.

Fritz datang dengan fisik prima, servis keras, dan ambisi besar untuk melangkah jauh di Melbourne. Bagi Wawrinka, pertandingan ini akan menjadi ujian terbesar sejauh ini dalam musim perpisahannya.

Namun setelah melewati duel 4 jam 33 menit, satu hal menjadi jelas: selama Wawrinka masih berdiri di lapangan, peluang selalu ada.

BACA JUGA: Iga Swiatek Pertahankan Rekor Atas Marie Bouzkova, Ukir Sejarah 24 Grand Slam Beruntun di Melbourne

Lebih dari Sekadar Kemenangan

Kisah Stan Wawrinka lolos ke putaran tiga AO 2026 bukan hanya tentang satu tiket ke babak berikutnya. Ini adalah cerita tentang: Melawan usia di olahraga paling menuntut fisik, menutup karier dengan martabat dan keberanian, dan menunjukkan bahwa pengalaman bisa menaklukkan tenaga muda.

Di tengah era generasi baru, Wawrinka hadir sebagai pengingat bahwa tenis bukan hanya soal kecepatan dan kekuatan, tetapi juga soal hati, kecerdasan, dan keteguhan.

Selama napas masih tersisa dan raket masih tergenggam, Stan Wawrinka akan terus bertarung, satu pertandingan lagi, satu kenangan lagi, sebelum tirai benar-benar turun.

Dan di Melbourne, kisah perpisahan itu kini terasa semakin indah.