Ajla Tomljanovic tampil impresif untuk menyingkirkan legenda tenis Venus Williams pada babak pembuka ATX Open, Selasa (24/2/2026). Petenis Australia itu bangkit dari ketertinggalan awal sebelum menang meyakinkan 6-4, 6-1.
Kemenangan Ajla Tomljanovic menjadi salah satu sorotan utama turnamen, terutama karena kedua pemain masuk melalui jalur wild card.
Pada pertandingan lain, Dalma Galfi juga mencuri perhatian setelah menumbangkan Bianca Andreescu dalam duel tiga set yang dramatis.
BACA JUGA: Hasil Chile Open Hari Kedua: Emilio Nava Kejutkan Matteo Berrettini di Santiago
Ajla Tomljanovic Tampil Tenang Hadapi Legenda
Tomljanovic mengakui sempat merasakan tekanan saat menghadapi Venus, sosok yang ia sebut sebagai inspirasi dalam dunia tenis.
Ini merupakan pertemuan pertama mereka, meski sebelumnya ia pernah mengalahkan adik Venus, Serena Williams, di US Open 2022.
“Entah bagaimana Venus dan Serena selalu mengeluarkan kemampuan mental terbaik saya,” ujar Tomljanovic dalam wawancara di lapangan.
“Saya selalu berpikir, ‘Apa yang akan mereka lakukan dalam situasi ini?’ dan mencoba memanfaatkannya.”
Kenangan mengalahkan Serena empat tahun lalu masih menjadi sumber motivasi bagi Tomljanovic hingga kini.
Venus Williams yang kini berusia 45 tahun memulai pertandingan dengan meyakinkan. Ia langsung melakukan break dan unggul 2-0 berkat pukulan-pukulan klasiknya, termasuk backhand passing shot yang memukau.
Namun momentum berubah ketika Venus gagal mengamankan dua peluang untuk unggul 4-2. Sejak saat itu, Tomljanovic mulai mengambil alih kendali pertandingan.
Juara tujuh gelar Grand Slam tersebut juga sempat memiliki dua peluang untuk menyamakan kedudukan menjadi 5-5 di set pertama.
Namun kombinasi kreativitas dan sedikit keberuntungan dari Tomljanovic, termasuk winner slice yang menyentuh net, menggagalkan upaya Venus.
BACA JUGA: Juara Bertahan Tiba-Tiba Out, Cedera Lutut Paksa Pegula Tinggalkan Austin ATX Open 2026
Ajla Tomljanovic Kunci Kemenangan di Set Kedua
Meski skor set kedua terlihat timpang, jalannya pertandingan sebenarnya cukup ketat. Tomljanovic menunjukkan ketangguhan mental dengan memenangi dua gim krusial yang berlangsung panjang.
Ia menyelamatkan dua break point untuk mempertahankan servis pada kedudukan 2-1, lalu mengonversi break point keempatnya untuk membuka keunggulan 5-1 yang menentukan.
Kemenangan ini sekaligus menggagalkan potensi duel lintas generasi di babak kedua antara Venus dan unggulan kedua Iva Jovic.
BACA JUGA: Legenda tenis Swiss Roger Federer Kembali ke Dubai, Kota yang Mengukir Sejarah Besarnya
Jovic Melaju, Tantang Tomljanovic
Jovic sendiri memastikan tempat di babak berikutnya setelah mengalahkan Anna Blinkova dengan skor 6-3, 6-4.
Menariknya, ketika Jovic lahir pada Desember 2007, Venus sudah mengoleksi enam gelar Grand Slam dan berada di peringkat delapan dunia.
Kini, Jovic justru akan menghadapi Tomljanovic untuk pertama kalinya dalam karier mereka.
Di pertandingan lain, Dalma Galfi menggagalkan kembalinya Bianca Andreescu ke level WTA. Petenis Kanada tersebut sebenarnya menunjukkan perlawanan sengit meski sempat tertinggal.
Andreescu, juara US Open 2019, memainkan laga WTA pertamanya sejak Tokyo Oktober lalu. Ia bahkan membalikkan keadaan di set kedua setelah tertinggal 4-2.
Pada set penentuan, Andreescu hampir menciptakan comeback dramatis. Dari posisi tertinggal 5-2, ia menyelamatkan dua match point dan sempat memiliki dua peluang menyamakan skor menjadi 5-5.
Namun Galfi berhasil menaikkan level permainannya di saat krusial dan menutup pertandingan dengan rangkaian winner untuk menang 6-3, 5-7, 6-4 dalam waktu 2 jam 11 menit.
Catatan Unik Tomljanovic
Kemenangan atas Venus membuat Tomljanovic masuk dalam kelompok eksklusif pemain yang tak terkalahkan melawan kedua saudari Williams. Selain dirinya, hanya Andreescu yang memiliki catatan serupa.
Dengan performa solid di Austin, Tomljanovic berpeluang melangkah jauh dan bahkan melampaui pencapaiannya musim lalu saat mencapai semifinal.
Turnamen masih panjang, tetapi kemenangan atas legenda seperti Venus jelas menjadi suntikan kepercayaan diri besar bagi petenis Australia tersebut.






