Pelatih Mikel Arteta mengaku antusias setelah mengetahui bahwa Arsenal hadapi Bayern Laverkusen pada babak 16 besar UEFA Champions League musim ini.
Hasil undian mempertemukan Arsenal dengan wakil Jerman Bayer Leverkusen yang sebelumnya sukses menyingkirkan Olympiacos.
The Gunners melaju ke fase gugur dengan status juara fase liga, sehingga berada dalam posisi yang cukup menguntungkan.
Meski demikian, Arteta menegaskan timnya tidak akan meremehkan kekuatan juara Bundesliga 2024 tersebut.
BACA JUGA: Mikel Arteta Sebut Laga Lawan Chelsea Penting, Arsenal Diminta Tetap Waspada
Arteta: Arsenal Harus Lebih Baik
Arteta menilai Arsenal pantas berada di babak ini berkat performa solid sepanjang fase grup.
Namun ia langsung mengalihkan fokus pada pekerjaan berikutnya: menganalisis kekuatan Leverkusen.
Menurutnya, euforia lolos tidak boleh berlarut karena tantangan yang lebih berat sudah menanti.
“Kami sangat bersemangat memainkan babak berikutnya. Kami telah mendapatkan hak untuk berada di posisi kuat lewat performa di fase grup,” ujar Arteta.
Ia menambahkan bahwa staf pelatih kini mulai mempelajari permainan Leverkusen untuk mencari celah kemenangan.
“Sekarang kami harus mulai menganalisis mereka dan menemukan cara untuk menjadi lebih baik agar bisa lolos dari duel ini,” tegasnya.
Arsenal Hadapi Bayern Laverkusen di Duel Dua Leg
Dalam jadwal resmi, Arsenal akan lebih dulu bertandang ke markas Leverkusen di BayArena pada 10 atau 11 Maret. Leg kedua kemudian digelar di Emirates Stadium sepekan setelahnya.
Format dua leg ini memberi peluang besar bagi kedua tim untuk saling menguji taktik. Arsenal berharap bisa membawa pulang hasil positif dari Jerman sebelum menuntaskan pekerjaan di London.
Meski masih bersaing di empat kompetisi musim ini, Arteta memilih menjaga fokus tim tetap realistis.
“Kami sangat bersemangat. Bertarung di empat front dan konsistensi tim memberi kami banyak harapan,” katanya.
Namun ia kembali menekankan pentingnya fokus pada pertandingan terdekat.
“Kami hanya bisa fokus pada masa kini. Di situlah energi kami akan diarahkan,” lanjut Arteta.
BACA JUGA: Wolverhampton Wanderers Bungkam Aston Villa, Harapan Liga Champions Terguncang
Performa Terkini Bayer Leverkusen
Leverkusen datang ke fase ini dengan jalur yang tidak mudah. Mereka finis di posisi ke-16 fase liga sebelum memastikan tiket 16 besar lewat kemenangan agregat atas Olympiacos.
Pada leg pertama play-off, penyerang Patrik Schick menjadi pahlawan dengan dua gol kemenangan 2-0.
Hasil imbang tanpa gol pada leg kedua sudah cukup untuk mengantar klub Jerman tersebut melaju.
Saat ini Leverkusen berada di posisi enam klasemen Bundesliga. Meski tidak memuncaki liga domestik, mereka tetap dianggap lawan berbahaya karena memiliki kedalaman skuad dan fleksibilitas taktik.
Rekor Pertemuan Arsenal vs Leverkusen
Pertemuan kompetitif terakhir kedua tim terjadi pada fase grup kedua Liga Champions musim 2001/02.
Saat itu Arsenal bermain imbang 1-1 di BayArena setelah kebobolan di menit akhir.
Namun The Gunners membalas dengan kemenangan telak 4-1 di Highbury. Dalam laga tersebut, legenda klub seperti Robert Pires, Thierry Henry, Patrick Vieira, dan Dennis Bergkamp ikut mencatatkan nama di papan skor.
Catatan sejarah ini tentu memberi kepercayaan diri tambahan bagi Arsenal, meski situasi kedua tim kini sudah sangat berbeda.
Jalur Arsenal Menuju Final
Undian juga sekaligus membuka peta jalan Arsenal menuju final Liga Champions. Jika mampu menyingkirkan Leverkusen, The Gunners akan menghadapi pemenang antara Sporting CP dan Bodo/Glimt di perempat final.
Tantangan lebih berat berpotensi menanti di semifinal. Salah satu dari Newcastle United, Barcelona, Atletico Madrid, atau Tottenham Hotspur bisa menjadi lawan berikutnya jika Arsenal terus melaju.
Melihat peta tersebut, perjalanan menuju final jelas tidak akan mudah.
Meski peluang Arsenal terbuka lebar, Arteta tetap mempertahankan pendekatan bertahap. Ia menegaskan bahwa konsistensi performa tim adalah prioritas utama.
Pelatih asal Spanyol itu ingin skuadnya terus berkembang dari pertandingan ke pertandingan.
Baginya, peningkatan performa kolektif jauh lebih penting dibanding terlalu jauh memikirkan trofi.
Dengan momentum positif musim ini, duel melawan Leverkusen diprediksi menjadi ujian besar bagi ambisi Arsenal di Eropa.






