Coco Gauff akhir tampil sebagai juara tunggal putri Cincinnati Open 2026. Petenis putri Amerika Serikat tersebut tampil dominan dengan mengalahkan Jessica Pegula 6-2, 6-4 pada final, Senin (24/8/2026) pagi WIB. Kemenangan tersebut menjadi gelar WTA 1000 kedua Gauff di Cincinnati sekaligus trofi pertamanya pada musim 2026.
Final di Cincinnati juga mencatat sejarah karena menjadi final tunggal putri pertama yang mempertemukan dua petenis Amerika Serikat di turnamen tersebut sejak 1970. Gauff sekaligus bergabung dengan klub elite yang berisi Serena Williams dan Victoria Azarenka sebagai dua kali juara Cincinnati.
BACA JUGA: Arthur Fils Juara Cincinnati Open, Raih Gelar Masters 1000 Pertama
Juara Tunggal Putri Cincinnati Open: Gauff Tampil Dominan
Gauff langsung menunjukkan permainan agresif sejak awal pertandingan. Petenis peringkat empat dunia itu membuka laga dengan keunggulan 5-0 hanya dalam waktu kurang dari 30 menit.
Pegula yang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan juara bertahan Iga Swiatek di semifinal mencoba memberikan perlawanan. Namun, kecepatan dan agresivitas Gauff membuat unggulan ketiga tersebut kesulitan mengembangkan permainan.
Gauff akhirnya mengamankan set pertama 6-2 dalam waktu 34 menit.
Memasuki set kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Gauff kembali mendapatkan break dan unggul 3-0. Pegula sempat memperkecil ketertinggalan, tetapi Gauff tetap mampu menjaga tekanan hingga mendapatkan kesempatan untuk menutup pertandingan.
Coco Gauff Sukses Menaklukkan Pegula
Pegula sempat menggagalkan peluang Gauff ketika petenis berusia 22 tahun itu gagal melakukan servis untuk kemenangan pada kedudukan 5-2. Namun, Gauff langsung merespons dengan merebut servis Pegula di gim berikutnya.
BACA JUGA: Sara Bejlek Gagal ke Final, Coco Gauff Melaju di Cincinnati Open 2026
Gauff menyelesaikan pertandingan pada match point pertamanya setelah bermain selama sekitar 1 jam 15 menit.
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi Gauff. Ia memenangkan 65 persen poin dari servis pertama, dibandingkan 47 persen milik Pegula. Gauff juga berhasil mengonversi lima dari enam peluang break.
Pegula bahkan menggambarkan Gauff seperti “backboard” karena mampu mengembalikan begitu banyak bola.
“Saya tidak merasa bermain buruk, tetapi kamu bermain dengan level yang sangat tinggi,” kata Pegula saat seremoni trofi.
Gelar Kedua Gauff di Cincinnati Open
Kemenangan ini menjadi gelar Cincinnati Open kedua bagi Gauff setelah sebelumnya menjadi juara pada 2023. Menariknya, setelah memenangkan Cincinnati pada 2023, Gauff kemudian merebut gelar Grand Slam pertamanya di US Open.
BACA JUGA: Pegula Atasi Iga Swiatek, Melaju ke Final Cincinnati Open 2026
Kini, Gauff kembali menuju New York dengan modal juara Cincinnati.
Gelar tersebut juga mengakhiri penantian Gauff untuk kembali meraih trofi. Sebelumnya, gelar WTA terakhirnya datang di Wuhan pada Oktober tahun lalu. Pada 2026, ia sempat menjadi runner-up di Miami dan Roma sebelum akhirnya menjuarai Cincinnati.
Gauff juga memperbaiki rekor pertemuannya dengan Pegula menjadi 5-5 dan sudah dua kali mengalahkan kompatriotnya pada musim ini, termasuk di perempat final Wimbledon.
Daftar Juara Cincinnati Open Lima Tahun Terakhir
Keberhasilan Gauff menambah namanya dalam daftar juara tunggal putri Cincinnati Open. Berikut lima juara sebelumnya:
- 2025: Iga Swiatek
- 2024: Aryna Sabalenka
- 2023: Coco Gauff
- 2022: Caroline Garcia
- 2021: Ashleigh Barty
Dengan kemenangan tersebut, Juara Tunggal Putri Cincinnati Open 2026 sekaligus menjadi pernyataan kuat Gauff menjelang US Open. Ia kini berpeluang mengulang kesuksesan 2023 ketika Cincinnati menjadi salah satu pijakan menuju gelar Grand Slam pertamanya.






