Alexandra Eala tumbangkan Paolini dan kembali mencuri perhatian dunia tenis setelah menumbangkan petenis peringkat 8 dunia Jasmine Paolini pada sesi malam penuh atmosfer di Dubai.
Dalam laga berdurasi 1 jam 40 menit, Eala menang 6-1, 7-6(5) dan memastikan tiket ke babak 16 besar turnamen WTA 1000.
Kemenangan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam karier petenis Filipina berusia 20 tahun tersebut.
Ia menuntaskan laga lewat match point kelima pada tie-break set kedua yang menegangkan.
Alexandra Eala Tumbangkan Paolini dan Bersinar di Dubai Night Session
Penampilan Alexandra Eala di Center Court benar-benar memukau. Seperti biasa, ia mendapat dukungan besar dari komunitas Filipina yang memadati stadion dan menciptakan atmosfer luar biasa sepanjang pertandingan.
Eala menunjukkan ketenangan luar biasa menghadapi Jasmine Paolini, mantan juara turnamen ini. Ia tampil agresif sejak awal dan mendominasi set pertama.
“Saya sangat emosional karena tegangnya luar biasa, terutama di set kedua. Mengalahkan pemain Top 10 dan mantan juara di sini adalah pencapaian besar bagi saya,” ujar Eala seusai pertandingan.
Kemenangan ini menjadi kemenangan Top 10 ketiganya di level WTA Tour dan yang pertama sejak perjalanan sensasionalnya ke semifinal Miami tahun lalu.
BACA JUGA: Elena Rybakina Hancurkan Birrell, Juara Australia Open Menang Dalam Hanya 60 Menit
Servis Jadi Kunci Dominasi
Meski tidak dikenal sebagai pemain dengan servis mematikan, Eala tampil sangat solid di sektor tersebut pada set pertama.
Ia mencatatkan 67% first serve masuk dan memenangkan 86% poin dari servis pertama.
Lebih impresif lagi, ia tidak menghadapi satu pun break point pada set pembuka yang dimenangkannya dengan skor telak 6-1.
Dominasi itu sempat berlanjut di awal set kedua saat ia mematahkan servis Paolini untuk unggul 2-1.
Namun, petenis Italia tersebut bangkit dan memaksakan pertarungan sengit hingga tie-break.
Drama Tie-Break yang Menentukan
Set kedua berubah menjadi duel mental. Paolini sempat menyelamatkan tiga match point saat tertinggal 4-5 dan bahkan mematahkan servis Eala ketika petenis Filipina itu menyajikan laga untuk kemenangan.
Namun di tie-break, Eala kembali menemukan ketenangannya. Ia akhirnya memastikan kemenangan lewat match point kelima, memicu sorakan meriah dari tribun.
“Saat pergantian sisi, saya berpikir stadion ini penuh orang Filipina. Berapa banyak dari mereka yang mungkin sedang mendoakan saya? Saya harus memberikan segalanya,” ungkap Eala.
Mental baja inilah yang menjadi pembeda dalam pertandingan krusial tersebut.
Tonggak Baru di WTA 1000
Kemenangan atas Paolini mengantar Eala ke babak 16 besar WTA 1000 untuk pertama kalinya sejak Miami tahun lalu. Ini menjadi sinyal kuat bahwa performa apiknya bukan sekadar kejutan sesaat.
Dengan usia yang masih sangat muda, Eala terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam permainan agresif dan konsistensi dari baseline.
Selain itu, keberhasilannya mengalahkan pemain papan atas semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu rising star paling menjanjikan di tur WTA.
Momentum Besar untuk Musim 2026
Kemenangan ini berpotensi menjadi titik balik penting dalam musim Eala. Kepercayaan diri yang meningkat, dukungan publik yang luar biasa, serta pengalaman menghadapi tekanan besar akan menjadi modal berharga untuk laga-laga berikutnya.
Jika mampu menjaga performa servis dan stabilitas mental seperti saat melawan Paolini, Eala berpeluang mencatatkan hasil lebih besar lagi di Dubai.
Dengan kemenangan Top 10 ketiga dalam kariernya, Alexandra Eala semakin menegaskan bahwa dirinya siap bersaing di level tertinggi tenis dunia.






