Carlos Alcaraz Selamatkan 2 Set Poin dalam laga pembuka Qatar ExxonMobil Open 2026 dan tetap menjaga rekor sempurnanya musim ini.
Tampil sebagai unggulan teratas di Doha, petenis Spanyol itu harus bekerja ekstra keras sebelum menyingkirkan Arthur Rinderknech 6-4, 7-6(5), Selasa waktu setempat.
Kemenangan tersebut bukan hanya memastikan tiket ke babak kedua, tetapi juga menjadi kemenangan ke-150 Alcaraz di level tur pada lapangan keras.
Ia kini mencatat start 8-0 di musim 2026 setelah sebelumnya mencetak sejarah sebagai petenis termuda yang meraih Career Grand Slam usai menjuarai Australian Open.
BACA JUGA: Alexandra Eala Tumbangkan Paolini, Raih Kemenangan Top 10 Ketiga di Dubai 2026
Carlos Alcaraz Selamatkan 2 Set Poin di Momen Krusial
Dalam set kedua yang menegangkan, Carlos Alcaraz menghadapi dua set point saat melakukan servis.
Namun dengan ketenangan khasnya, ia mampu menyelamatkan keduanya sebelum memaksakan tie-break dan akhirnya mengunci kemenangan.
“Pertandingannya sangat sulit. Arthur adalah pemain berbahaya dan tidak ada yang ingin menghadapinya di babak pertama,” ujar Alcaraz setelah laga berdurasi 1 jam 47 menit itu.
Rinderknech yang memiliki postur 196 cm tampil agresif dengan servis presisi di set kedua, memaksa pertandingan berjalan ketat hingga penentuan.
Namun Alcaraz kembali menunjukkan mental juara dengan memenangkan tie-break dan mencatat kemenangan tie-break keempat beruntun atas lawan yang sama.
Magis Drop Volley Jadi Pembeda
Alcaraz kembali memamerkan variasi pukulan khasnya. Salah satu sorotan utama adalah drop volley lembut yang beberapa kali membuat penonton terpukau.
Di set pertama saja, ia mencetak tiga winner indah melalui sentuhan halus di depan net.
Secara keseluruhan, Alcaraz memenangkan 76 persen poin di net (16/21), menunjukkan efektivitas permainan menyerangnya.
Perpaduan antara power dari baseline dan sentuhan lembut di depan net menjadi kombinasi mematikan yang sulit diantisipasi lawan.
BACA JUGA: Elena Rybakina Hancurkan Birrell, Juara Australia Open Menang Dalam Hanya 60 Menit
Rekor 150 Kemenangan Hard Court
Dengan hasil ini, Alcaraz resmi mengoleksi 150 kemenangan tur-level di lapangan keras—pencapaian penting di usia 22 tahun.
Konsistensinya di permukaan ini menjadi salah satu faktor utama dominasinya di peringkat satu dunia.
Di Doha tahun lalu, Alcaraz terhenti di perempat final oleh Jiri Lehecka. Musim ini, ia bertekad melangkah lebih jauh dan memperbaiki catatan tersebut.
Selanjutnya, ia akan menghadapi petenis Prancis Valentin Royer di babak kedua.
Potensi Duel Panas di Doha
Jika melaju sesuai unggulan, Alcaraz berpeluang bertemu rival utamanya, Jannik Sinner, di partai final. Pertemuan itu akan menjadi bab ke-17 dalam rivalitas mereka yang semakin memanas.
Namun sebelum itu, ancaman bisa datang dari Karen Khachanov di perempat final. Juara Doha 2024 itu sukses mengalahkan Shintaro Mochizuki 6-1, 3-6, 6-4 dan akan bertemu Marton Fucsovics di babak kedua.
Para Juara Lain Ikut Melaju
Selain Alcaraz, sejumlah nama besar juga memastikan tiket ke babak berikutnya.
Juara bertahan Andrey Rublev bangkit dari awal lambat untuk mengalahkan Jesper de Jong 6-4, 6-3. Ia selanjutnya akan menghadapi Fabian Marozsan.
Sementara itu, Stefanos Tsitsipas membuka kampanyenya dengan kemenangan 6-4, 6-4 atas Moez Echargui.
Tsitsipas akan bertemu rival lamanya, Daniil Medvedev, dalam duel panas babak kedua.
Jiri Lehecka, Zizou Bergs, dan Zhang Zhizhen juga sukses melangkah ke babak berikutnya setelah meraih kemenangan straight set maupun tiga set.
Kemenangan dramatis ini kembali membuktikan ketangguhan mental Carlos Alcaraz.
Meski ditekan dan nyaris kehilangan set kedua, ia mampu bangkit dan menunjukkan kualitas sebagai pemain nomor satu dunia.
Dengan performa yang terus stabil dan kepercayaan diri tinggi, perjalanan Alcaraz di Doha 2026 patut dinantikan, apakah ia mampu menambah koleksi gelar dan memperpanjang rekor sempurnanya musim ini?






