Elina Svitolina memastikan langkah ke babak ketiga Dubai Duty Free Tennis Championships setelah lawannya, Paula Badosa, memutuskan mundur usai set pertama dalam pertandingan yang berlangsung Selasa waktu setempat.
Unggulan ketujuh asal Ukraina itu menunjukkan mental baja dengan membalikkan keadaan sebelum akhirnya meraih kemenangan karena retirement.
Laga sempat berjalan sengit di awal. Badosa tampil agresif dan unggul cepat 4-1 pada set pertama.
Namun momentum berubah drastis ketika Svitolina merebut lima gim beruntun untuk mengamankan set pembuka.
Seusai set tersebut, Badosa meminta perawatan fisioterapis sebelum akhirnya memutuskan tidak melanjutkan pertandingan.
Kemenangan ini memperpanjang rekor sempurna Svitolina atas Badosa menjadi 3-0 dalam head-to-head mereka.
Sebelumnya, ia juga mengalahkan petenis Spanyol tersebut di ajang Billie Jean King Cup 2025 serta di Eastbourne tahun 2021.
Elina Svitolina Tunjukkan Mental Juara di Momen Krusial
Pertandingan ini menjadi bukti ketenangan dan pengalaman Svitolina di level tertinggi.
Meski sempat tertinggal cukup jauh, ia tidak panik dan tetap konsisten memainkan pola reli panjang hingga menemukan celah.
“Saya memperkirakan Paula akan bermain bagus. Saya sedih pertandingan tidak bisa berlanjut setelah set pertama, karena level permainan cukup tinggi.
Dia memukul bola dengan sangat baik. Tapi akhirnya saya menemukan ritme permainan saya,” ujar Svitolina kepada media.
Kemenangan ini terasa penting dalam perjalanan musimnya, terutama setelah ia kembali ke jajaran elite dunia.
Konsistensi dan determinasi menjadi modal utama bagi mantan juara WTA Finals tersebut.
Duel Sesama Emak-Emak di Top 10: Svitolina vs Bencic
Di babak ketiga, Svitolina akan menghadapi Belinda Bencic, petenis Swiss unggulan kesembilan yang lolos setelah lawannya Sara Bejlek mundur akibat cedera otot perut sebelum pertandingan dimulai.
Menariknya, duel ini bukan sekadar pertarungan dua pemain top. Svitolina dan Bencic sama-sama mencetak sejarah sebagai ibu (emak-emak) yang kembali menembus peringkat 10 besar PIF WTA Rankings di waktu yang bersamaan, sebuah pencapaian luar biasa di dunia tenis modern.
Dalam lima pertemuan sebelumnya di WTA Tour, Bencic memenangkan dua laga awal, termasuk semifinal Dubai 2019.
Namun Svitolina membalikkan dominasi dengan merebut tiga kemenangan terakhir.
“Kami bahkan sempat latihan bersama dua hari lalu. Kami tahu permainan masing-masing karena sudah lama berada di tur bersama.
Sangat menyenangkan melihat kami berdua kembali sebagai ibu (emak-emak) dan mampu menembus top 10. Ini bagus untuk olahraga,” ujar Svitolina.
Ia juga menambahkan bahwa laga kontra Bencic akan menjadi tantangan besar berikutnya. “Dia pemain yang sedang dalam performa bagus. Saya harus tampil maksimal.”
BACA JUGA: Antonia Ruzic Kejutkan Raducanu di Dubai, Berawal dari Lucky Loser Jadi Sorotan
Statistik dan Momentum Jelang Babak Ketiga
Meski menang lewat retirement, performa Svitolina di set pertama menunjukkan kualitas permainan yang stabil.
Setelah tertinggal 1-4, ia meningkatkan akurasi pukulan dasar dan meminimalisir kesalahan sendiri.
Beberapa poin penting yang menjadi kunci:
- Lima gim beruntun saat tertinggal
- Konsistensi reli panjang
- Kemampuan membaca arah serangan lawan
Momentum seperti ini sangat penting di turnamen level WTA 1000 seperti Dubai. Dengan jadwal pertandingan yang padat, faktor kebugaran dan pemulihan akan sangat menentukan.
Svitolina mengakui bahwa waktu pemulihan jelang laga melawan Bencic cukup singkat. Namun ia optimistis dapat tampil kompetitif.
Peluang dan Tantangan di Dubai Duty Free Tennis Championships
Turnamen Dubai selalu menghadirkan persaingan ketat karena diikuti banyak pemain top dunia.
Bagi Svitolina, ini menjadi ajang penting untuk menjaga konsistensi peringkat dan membangun kepercayaan diri menuju turnamen-turnamen besar berikutnya.
Dengan pengalaman panjang di tur dan mentalitas juara, peluangnya untuk melangkah jauh cukup terbuka.
Namun menghadapi Bencic yang juga sedang dalam performa impresif tentu bukan tugas mudah.
Jika mampu menjaga fokus dan efisiensi permainan, Svitolina berpeluang memperpanjang tren positifnya di Dubai.
Momentum Kebangkitan dan Inspirasi
Kembalinya Svitolina ke level elite setelah melahirkan dan berstatus seorang ibu menjadi inspirasi besar di dunia tenis.
Bersama Bencic, ia membuktikan bahwa karier profesional tidak harus berhenti setelah menjalani peran sebagai orang tua.
Pertemuan keduanya di Dubai bukan hanya soal tiket perempat final, tetapi juga simbol era baru tenis putri yang semakin kompetitif dan inklusif.
Dengan determinasi yang ia tunjukkan saat membalikkan keadaan melawan Badosa, publik tenis patut menantikan penampilan berikutnya dari petenis Ukraina tersebut.






