Coco Gauff Tersingkir secara mengejutkan dari Qatar TotalEnergies Open 2026 setelah langkahnya dihentikan petenis Italia, Elisabetta Cocciaretto.
Bermain di babak kedua turnamen WTA 1000 Doha, unggulan keempat asal Amerika Serikat itu harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor telak 4-6, 2-6, Senin (waktu setempat).
Kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling mengejutkan pada hari tersebut, mengingat Cocciaretto masuk ke undian utama hanya sebagai lucky loser.
Namun performa agresif dan tanpa beban membuat petenis peringkat 57 dunia itu tampil luar biasa dan menyingkirkan salah satu favorit juara.
Coco Gauff Tersingkir oleh Cocciaretto yang Terinspirasi Olimpiade Musim Dingin
Elisabetta Cocciaretto mengaku tampil lepas karena pikirannya tidak sepenuhnya tertuju pada tenis.
Petenis Italia itu justru mendapat motivasi besar dari gelaran Winter Olympics Milano Cortina yang tengah berlangsung di negaranya.
“Pekan ini terasa berbeda bagi kami orang Italia. Saya lebih banyak memikirkan Olimpiade Musim Dingin dan mendukung atlet Italia,” ujar Cocciaretto usai laga. “Mungkin itu kuncinya kenapa saya bisa bermain lebih baik.”
Kemenangan ini menjadi kemenangan ketiga Cocciaretto atas petenis Top 10, sekaligus yang pertama terjadi di luar turnamen Grand Slam.
Lebih istimewa lagi, ia juga memastikan diri lolos ke babak 16 besar WTA 1000 untuk pertama kalinya sepanjang karier.
Permainan Agresif Jadi Kunci Kemenangan
Sejak awal pertandingan, Cocciaretto menunjukkan niat menyerang dengan mengambil bola lebih awal dan bermain agresif dari baseline.
Pada set pertama, ia mencatatkan 10 winner, jauh mengungguli Gauff yang hanya menghasilkan empat.
Momentum krusial terjadi saat kedudukan 2-2. Cocciaretto berdiri lebih masuk ke dalam lapangan saat menerima servis dan sukses mematahkan servis Gauff lewat rangkaian pukulan datar yang tajam.
Meski sempat terkejar 3-3, petenis Italia itu kembali mematahkan servis lawan dalam reli panjang 33 pukulan yang menjadi salah satu poin terbaik pertandingan.
Cocciaretto menutup set pertama dengan backhand crosscourt andalannya, sebelum tampil semakin dominan di set kedua.
BACA JUGA: Hasil Lengkap Qatar Open 2026 Hari Kedua: Pliskova dan Osorio Lolos Dramatis, Raducanu Mundur
Kesalahan Sendiri Jadi Masalah Gauff
Pada set kedua, tekanan Cocciaretto membuat performa Coco Gauff menurun drastis. Unggulan keempat itu langsung kehilangan servis di gim pembuka dan tak pernah benar-benar menemukan ritme permainan.
Total, Gauff mencatat 39 unforced errors, termasuk sejumlah double fault krusial.
Salah satu momen paling mencerminkan kesulitannya terjadi di gim kelima, ketika ia melakukan double fault untuk tertinggal 0-40, lalu kembali melakukan kesalahan serupa di poin penentuan.
“Saya mencoba bermain lebih agresif, tapi malah membuat lebih banyak kesalahan,” kata Gauff. “Saya masih harus mencari cara menghadapi pemain yang memukul bola datar dan sangat cepat seperti dia.”
Musim 2026 Cocciaretto Terus Menanjak
Hasil ini menegaskan tren positif Cocciaretto sepanjang musim 2026. Sebelumnya, ia sukses menjuarai turnamen Hobart sebagai petenis kualifikasi.
Di Doha, meski kalah di babak akhir kualifikasi, ia masuk ke undian utama sebagai lucky loser dan justru tampil gemilang.
Menariknya, Cocciaretto belum pernah menang satu set pun dari Gauff dalam tiga pertemuan profesional sebelumnya.
Namun ia mengingat dengan baik kemenangan atas Gauff di level junior Australian Open 2018, yang menjadi referensi taktiknya kali ini.
“Saya main di tengah dan membuat dia bergerak, dan itu berhasil,” ujarnya.
BACA JUGA: Mirra Andreeva Tak Terbendung, Singkirkan Magda Linette dan Tembus Babak Ketiga Doha 2026
Tantangan Berikutnya Menanti
Di babak 16 besar, Cocciaretto akan menghadapi petenis Amerika lainnya, Ann Li. Kedua pemain sama-sama memburu tiket perempat final WTA 1000 pertama dalam karier mereka, menjanjikan duel sengit dan penuh motivasi.
Sementara itu, Coco Gauff tersingkir lebih awal dari Doha dan harus segera melakukan evaluasi jelang turnamen-turnamen besar berikutnya di kalender WTA.






