Victoria Mboko kembali mencuri perhatian di Qatar TotalEnergies Open 2026. Petenis muda asal Kanada itu memastikan tiket ke babak ketiga setelah menyingkirkan veteran Rusia Vera Zvonareva dengan skor meyakinkan 6-4, 6-4.
Kemenangan tersebut membuka jalan menuju duel ulang panas melawan rival seangkatannya, Mirra Andreeva, dalam laga yang sangat dinanti di Doha.
Pertemuan ini menjadi rematch final Adelaide International 2026, yang sebelumnya dimenangi Andreeva.
Kini, dengan kondisi dan panggung berbeda, Mboko bertekad membalikkan cerita.
BACA JUGA: Coco Gauff Tersingkir di Doha! Lucky Loser Italia Bikin Kejutan Besar di Qatar Open 2026
Victoria Mboko Tampil Solid Hadapi Pengalaman Vera Zvonareva
Menghadapi Zvonareva yang berusia 41 tahun, Victoria Mboko menunjukkan kedewasaan permainan yang luar biasa.
Meski terpaut usia 22 tahun, Mboko sama sekali tidak meremehkan lawannya dan memilih fokus memainkan pola agresif sejak awal laga.
“Saya mencoba memperlakukan pertandingan ini seperti laga lainnya,” ujar Mboko usai pertandingan. “Saya tidak memikirkan soal usia karena dia bermain seperti petenis top. Level tenisnya sangat tinggi.”
Kekuatan utama Mboko terlihat pada servis dan pukulan datar dari baseline. Ia mencatatkan enam ace dan kerap memaksa Zvonareva berada dalam posisi bertahan.
Meski beberapa pukulan bertenaga sempat melebar, Mboko mampu memanfaatkan momen krusial dengan sangat baik.
Pada set pertama, enam gim berlangsung hingga deuce, dan Mboko sukses mengamankan empat di antaranya untuk merebut keunggulan.
Set kedua berlangsung lebih ketat, namun Mboko berhasil mematahkan servis Zvonareva di gim terakhir untuk mengunci kemenangan.
Menuju Duel Ulang Final Adelaide Kontra Mirra Andreeva
Kemenangan ini memastikan pertemuan ulang Mboko dengan Mirra Andreeva, yang juga melangkah ke babak ketiga setelah menundukkan Magda Linette dengan skor 7-6(0), 6-1.
Keduanya terakhir bertemu di final Adelaide International, di mana Andreeva tampil dominan.
Pada laga tersebut, Andreeva bangkit dari ketertinggalan 0-3 dan memenangkan 12 dari 13 gim terakhir untuk merebut gelar WTA 500 pertamanya.
Ia juga tampil sangat solid di balik servis dengan persentase poin tinggi pada servis pertama dan kedua.
Namun Mboko mengakui bahwa kondisinya saat itu tidak sepenuhnya prima dan sempat menjalani medical timeout. Ia menegaskan bahwa hasil di Adelaide tidak terlalu memengaruhi persiapannya jelang duel di Doha.
“Bagi saya, ini pertandingan yang benar-benar baru,” kata Mboko. “Lapangan berbeda, negara berbeda, dan kondisi pemain juga berubah setiap hari. Saya tidak ingin terlalu fokus pada hasil sebelumnya.”
Pertarungan Dua Bintang Muda Top 15 Dunia
Laga antara Mboko dan Andreeva dipastikan menjadi salah satu duel paling menarik di babak ketiga Doha.
Keduanya sama-sama datang ke Qatar usai melaju hingga babak 16 besar Australian Open 2026. Mboko tersingkir oleh Aryna Sabalenka, sementara Andreeva harus mengakui keunggulan Elina Svitolina.
Turnamen Doha juga menjadi pengalaman pertama Mboko bermain di ajang WTA 1000 di Qatar.
Setahun lalu, ia masih berkompetisi di turnamen level W75 di Amerika Serikat.
Kini, berkat performa impresif di Adelaide dan Melbourne, Mboko telah menembus peringkat 13 dunia PIF WTA Rankings.
Hal tersebut menjadikan duel melawan Andreeva sebagai pertarungan sesama petenis Top 15, menandai era baru persaingan generasi muda di WTA Tour.
“Dia petenis yang sangat kompetitif dengan gaya bermain berbeda,” ujar Mboko soal Andreeva. “Dia akan mendorong saya sampai batas maksimal. Untuk sekarang, saya ingin fokus pemulihan dan siap bertarung besok.”
BACA JUGA: Hasil Lengkap Qatar Open 2026 Hari Kedua: Pliskova dan Osorio Lolos Dramatis, Raducanu Mundur
Doha Jadi Panggung Besar Pembuktian
Dengan performa yang terus menanjak, Victoria Mboko kini tak lagi sekadar talenta menjanjikan.
Doha menjadi panggung penting untuk membuktikan bahwa ia mampu bersaing konsisten di level elite, sekaligus menantang dominasi para unggulan muda lain di WTA Tour.
Duel ulang melawan Andreeva bukan hanya soal balas dendam, tetapi juga penegasan status Mboko sebagai salah satu wajah masa depan tenis putri dunia.






