Liverpool naik ke posisi 4 klasemen Liga Champions setelah mencatat kemenangan meyakinkan 3-0 atas Olympique de Marseille di Stade Velodrome, Kamis (22/01/2026) dini hari WIB.
Hasil ini bukan hanya menjaga asa The Reds menembus delapan besar fase liga, tetapi juga memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 13 pertandingan di semua kompetisi dengan catatan tujuh kemenangan dan enam hasil imbang.
Di bawah arahan Arne Slot, Liverpool tampil efektif, disiplin, dan matang dalam memanfaatkan momen. Tiga gol yang dicetak melalui Dominik Szoboszlai, gol bunuh diri kiper lawan, dan sentuhan akhir Cody Gakpo menjadi penegas kebangkitan wakil Inggris di panggung Eropa.
Marseille Percaya Diri, Liverpool Datang dengan Misi Besar
Marseille menyambut kedatangan enam kali juara Eropa itu dengan penuh keyakinan. Tim asuhan Roberto De Zerbi baru saja mencetak 14 gol dalam dua pertandingan sebelumnya, termasuk kemenangan atas Newcastle United pada November lalu.
BACA JUGA: Persik Berburu Striker Haus Gol: Misi Macan Putih Menajamkan Lini Depan di Putaran Kedua
Kepercayaan diri tinggi membuat tuan rumah yakin bisa menambah daftar korban Inggris musim ini. Namun, Liverpool datang dengan satu misi utama: tidak menjadi korban berikutnya dan mengamankan poin penuh demi posisi elite di klasemen.
Sejak menit awal, The Reds menunjukkan keseriusan mereka. Alexis Mac Allister hampir membuka keunggulan ketika tembakan kaki kanannya melenceng tipis dari tiang gawang.
Tak lama berselang, Hugo Ekitike sempat merayakan gol, tetapi wasit menganulirnya karena posisi offside saat menerima umpan dari Dominik Szoboszlai.
Tekanan Marseille, Ketajaman Liverpool Jadi Pembeda
Marseille berusaha keluar dari tekanan dengan mengandalkan kreativitas Mason Greenwood. Sebuah tendangan bebas mengarah ke kotak penalti disambut Amine Gouiri dengan sepakan keras, memaksa Alisson Becker melakukan penyelamatan dua tangan yang impresif.
Namun, ketika laga memasuki fase ketat, Liverpool justru menemukan celah. Sebuah momen krusial datang dari situasi bola mati.
Dominik Szoboszlai mengambil tendangan bebas, mengarahkan bola rendah melewati kolong pagar betis, dan mengecoh Gerónimo Rulli di tiang dekat.
Gol ini menjadi pembuka skor sekaligus kontribusi gol keenam Szoboszlai dalam lima penampilan terakhir Liga Champions dengan rincian empat gol dan dua assist.
Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan tipis Liverpool di tengah permainan yang berjalan penuh kehati-hatian.
BACA JUGA: Chelsea Tembus 8 Besar Klasemen Liga Champions Sementara: Gol Caicedo Hidupkan Mimpi Besar The Blues
Babak Kedua Lebih Terbuka, Tempo Pertandingan Meningkat
Usai jeda, Marseille tampil lebih agresif. Greenwood mencoba memimpin kebangkitan dengan dua peluang cepat. Satu ditepis Alisson, satu lagi melebar tipis setelah terkena defleksi.
Pertandingan pun mulai terbuka. Liverpool mendapat peluang emas untuk menggandakan keunggulan saat Ekitike menerima umpan terobosan Szoboszlai. Sayang, tembakannya membentur tiang gawang.
Di sisi lain, Hamed Traorè hampir menyamakan skor lewat serangan balik cepat, namun sepakannya melambung di atas mistar.
Liverpool sadar bahwa keunggulan satu gol masih rapuh. Arne Slot mendorong anak asuhnya menaikkan intensitas demi mengunci kemenangan lebih awal.
Gol Kedua Hadir dari Tekanan Tanpa Henti
Memasuki menit ke-72, kerja keras Liverpool akhirnya membuahkan hasil kedua. Jeremie Frimpong melakukan aksi luar biasa di sisi kanan, memenangi duel fisik dengan Igor Paixao sebelum mengirim bola datar ke depan gawang.
Dalam upaya menghalau, Geronimo Rulli justru salah mengantisipasi dan mendorong bola masuk ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri itu membuat skor berubah menjadi 2-0 untuk Liverpool.
Stadion Velodrome pun mulai terdiam. Marseille kehilangan momentum, sementara The Reds kian percaya diri.
Cody Gakpo Menutup Malam Sempurna The Reds
Liverpool belum puas. Di sisa waktu pertandingan, mereka terus menekan demi memastikan tiga poin benar-benar aman.
Gol ketiga akhirnya lahir melalui kerja sama apik Ryan Gravenberch dan Cody Gakpo. Menerima umpan terobosan matang, Gakpo melepaskan penyelesaian klinis yang tak mampu dihentikan Rulli.
Skor 3-0 menjadi penutup malam sempurna Liverpool di Côte d’Azur.
Kemenangan ini memastikan Liverpool naik ke posisi 4 klasemen Liga Champions, sekaligus membuka lebar peluang lolos otomatis ke babak 16 besar.
Rekor Tak Terkalahkan dan Momentum Menuju 16 Besar
Dengan hasil ini, Liverpool mencatat 13 laga tanpa kekalahan di semua ajang. Stabilitas performa menjadi modal berharga bagi Arne Slot dalam membangun tim yang kompetitif di Eropa.
Kemenangan telak ini juga mempertegas bahwa The Reds bukan sekadar penumpang di fase liga, melainkan kandidat kuat untuk melangkah jauh.
Posisi empat besar membuat Liverpool hanya membutuhkan satu hasil positif lagi untuk hampir memastikan tiket otomatis ke fase gugur.
Marseille Tertekan, Play-off Jadi Target Realistis
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Marseille. Ini merupakan kekalahan keempat beruntun mereka dari Liverpool dalam sejarah pertemuan di Liga Champions.
Meski demikian, peluang mereka belum sepenuhnya tertutup. Laga terakhir melawan Club Brugge akan menjadi penentuan nasib, apakah mereka mampu mengamankan tiket play-off.
Roberto De Zerbi dipastikan harus membenahi lini pertahanan yang terlalu mudah ditembus dalam fase krusial pertandingan.
BACA JUGA: Semen Padang FC Jalani 2 Laga Tandang: Misi Berat Kabau Sirah Keluar dari Zona Merah
Liverpool Naik Ke Posisi 4 Klasemen Liga Champions, Jalan Menuju 16 Besar Terbuka
Kemenangan 3-0 di markas Marseille bukan sekadar tiga poin bagi The Reds. Hasil ini adalah pernyataan tegas bahwa Liverpool naik ke posisi 4 klasemen Liga Champions berkat kerja kolektif, disiplin taktik, dan ketajaman di momen penting.
Gol Szoboszlai, keberuntungan dari gol bunuh diri, dan sentuhan akhir Gakpo menyempurnakan malam yang menentukan.
Kini, otomatis lolos ke babak 16 besar bukan lagi mimpi. Bagi Liverpool, satu langkah besar telah diambil, dan panggung Eropa kembali menjadi tempat mereka berburu kejayaan.






