Tenis  

Iga Swiatek Hajar Kasatkina dan Siap Bentrok Panas Lawan Sakkari di Perempat Final Qatar Open 2026

Iga Swiatek Hajar Kasatkina dan Siap Bentrok Panas Lawan Sakkari di Perempat Final Qatar Open 2026
Iga Swiatek - Dokumentasi : (c) WTA

Iga Swiatek melaju ke perempat final Qatar Open 2026 setelah melalui pertarungan tiga set yang menegangkan melawan Daria Kasatkina pada Rabu (11/2) di Doha.

Unggulan pertama asal Polandia itu menunjukkan mental juara untuk membalikkan keadaan dan mengamankan tiket delapan besar.

Bermain di Centre Court Doha, Swiatek harus bekerja keras sebelum akhirnya menang dengan skor 5-7, 6-1, 6-1 dalam waktu 2 jam 17 menit.

Kemenangan ini semakin menegaskan dominasinya atas Kasatkina dalam rivalitas keduanya di WTA Tour.

Iga Swiatek Melaju Ke Perempat Final Usai Laga Tiga Set Sengit

Pertandingan ini sempat berjalan di luar prediksi. Dalam enam pertemuan sebelumnya, Swiatek tak pernah kehilangan lebih dari tiga gim per set melawan Kasatkina.

Bahkan di awal set pertama, Swiatek terlihat akan kembali mendominasi saat unggul 5-3.

BACA JUGA: Sempat Terancam Tersingkir, Victoria Mboko Bangkit dan Jungkalkan Andreeva Lewat Tie-Break Menegangkan

Namun, Kasatkina yang merupakan mantan petenis Top 10 dunia mampu bangkit. Ia merebut empat gim beruntun untuk membalikkan keadaan dan mencuri set pertama dengan skor 7-5. Momentum tersebut sempat membuat publik Doha terkejut.

Meski begitu, Swiatek tak panik. Petenis berusia 24 tahun itu meningkatkan agresivitas serta memperbaiki akurasi pukulannya.

Hasilnya langsung terlihat di set kedua dan ketiga. Ia hanya kehilangan total dua gim dalam dua set terakhir untuk memastikan kemenangan meyakinkan.

Secara statistik, Swiatek tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Ia mengonversi 8 dari 18 break point (44,4%), sementara Kasatkina hanya mampu memaksimalkan 4 dari 12 peluang (33,3%).

Selain itu, Kasatkina kesulitan besar di servis kedua dengan hanya memenangkan 24,1% poin dari situasi tersebut.

Evaluasi Swiatek: Adaptasi Cuaca Jadi Kunci

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Swiatek mengakui laga ini tidak berjalan mudah. Ia bahkan menyebut kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri.

“Ini bukan pertandingan yang mudah. Bahkan di set kedua dan ketiga saya tetap harus bekerja keras untuk memenangkan reli panjang melawan Daria,” ujar Swiatek.

Ia juga menambahkan bahwa permukaan lapangan yang lebih lambat serta angin kencang di Doha sempat membuatnya kurang nyaman pada set pertama.

Namun, pengalaman serta kematangan mental membuatnya mampu beradaptasi dengan cepat.

Kemenangan ini membuat rekor pertemuannya melawan Kasatkina menjadi 7-1. Lebih dari itu, Swiatek kembali membuktikan statusnya sebagai ratu Doha setelah sebelumnya menjuarai turnamen ini tiga tahun beruntun sejak 2022 hingga 2024.

BACA JUGA: Sang Juara Kantongi Rp11 Miliar! Inilah Rincian Hadiah Qatar Open 2026 Yang Tembus 4 Juta Dollar AS

Rekor Mentereng Swiatek di Doha

Keberhasilan Iga Swiatek melaju ke perempat final kali ini menandai pencapaian kelimanya mencapai delapan besar di Doha sepanjang karier. Catatan ini membuatnya sejajar dengan sejumlah legenda WTA.

Hanya Petra Kvitova, Caroline Wozniacki, dan Agnieszka Radwanska yang mampu mencapai perempat final Doha lebih sering, masing-masing sebanyak enam kali.

Statistik ini semakin memperkuat reputasi Swiatek sebagai spesialis turnamen Timur Tengah.

Dengan performa yang semakin solid di set kedua dan ketiga, banyak pengamat menilai Swiatek mulai menemukan ritme terbaiknya di turnamen WTA 1000 pertama musim ini.

Maria Sakkari Jadi Tantangan Berikutnya

Di babak perempat final, Swiatek akan menghadapi mantan petenis nomor tiga dunia, Maria Sakkari.

Petenis Yunani itu memastikan tempat di delapan besar setelah menumbangkan Varvara Gracheva dengan skor 7-5, 6-0.

Sakkari kini mencatat tiga kemenangan beruntun di main draw WTA untuk pertama kalinya sejak Madrid tahun lalu.

Di lapangan keras, ini adalah performa terbaiknya sejak mencapai final Indian Wells dua tahun silam.

Head-to-head kedua pemain cukup menarik. Sakkari sempat memenangi tiga pertemuan pertama mereka pada 2021.

Namun sejak 2022, Swiatek membalikkan dominasi dengan memenangi empat laga beruntun, semuanya dalam dua set langsung.

Pertemuan terakhir di Doha tahun lalu juga dimenangi Swiatek dengan skor 6-3, 6-2. Meski skor terlihat meyakinkan, kedua pemain sepakat bahwa pertandingan berlangsung ketat.

“Iga sangat solid dan agresif. Dia bergerak sangat baik dan jarang membuat kesalahan. Ini akan menjadi tantangan besar,” ujar Sakkari.

Sementara itu, Swiatek juga tidak meremehkan lawannya. “Melawan Maria selalu sulit. Setiap gim dan setiap poin sangat penting,” kata Swiatek.

BACA JUGA: Zheng Qinwen Bertahan dalam Duel 2 Jam 48 Menit, Tantang Rybakina dalam Pertarungan Panas di Doha

Peluang Swiatek Menuju Gelar Keempat?

Dengan performa yang terus meningkat, Swiatek kembali difavoritkan untuk mempertahankan dominasinya di Doha.

Jika mampu melewati Sakkari, peluangnya untuk merebut gelar keempat di turnamen ini terbuka lebar.

Mental juara, pengalaman di lapangan keras, serta konsistensi dalam reli panjang menjadi modal utama Swiatek musim ini.

Meski sempat kehilangan set pertama, respons cepatnya menunjukkan kualitas pemain kelas dunia.

Publik kini menantikan duel panas Swiatek vs Sakkari yang diprediksi berlangsung ketat dan sarat tensi tinggi. Akankah Swiatek melanjutkan tradisi emasnya di Doha?