Juara Ganda Putri Australia Open 2026 akhirnya dipastikan menjadi milik Elise Mertens dan Zhang Shuai.
Reuni pasangan Belgia-China ini langsung berbuah manis setelah mereka sukses menaklukkan Anna Danilina dan Aleksandra Krunic di partai final Australian Open 2026.
Kemenangan tersebut menandai pencapaian besar bagi dua mantan petenis nomor satu dan dua dunia sektor ganda yang kembali bersatu setelah empat tahun berpisah.
Bertanding di Melbourne, Mertens dan Zhang tampil solid sejak awal laga hingga menutup final dengan kemenangan dua set langsung 7-6(4), 6-4.
Gelar ini menjadi Grand Slam ganda kesembilan secara kolektif bagi keduanya, meski baru menjalani turnamen ketujuh sebagai pasangan sepanjang karier mereka.
BACA JUGA: Juara Ganda Campuran Australia Open 2026: Gadecki/Peers Ukir Sejarah Baru untuk Australia
Reuni yang Langsung Membawa Hasil Nyata
Sebelum Australian Open 2026, terakhir kali Elise Mertens dan Zhang Shuai berdiri di sisi lapangan yang sama pada ajang Grand Slam adalah Wimbledon empat tahun lalu, ketika mereka harus puas sebagai runner-up. Namun, kebersamaan kali ini terasa jauh lebih matang dan efektif.
Keduanya menunjukkan chemistry yang luar biasa, terutama dalam situasi krusial.
Meski sempat tertinggal 1-4 pada set pertama, pasangan unggulan keempat ini bangkit dengan merebut empat gim beruntun.
Walau gagal memanfaatkan dua set point di gim ke-12, dominasi mereka di tie-break, sempat unggul 6-0, menjadi kunci kemenangan set pembuka.
Juara Ganda Putri Australia Open 2026 Ditentukan Lewat Mental Juara
Pada set kedua, Mertens dan Zhang kembali menunjukkan kualitas juara. Mereka melesat unggul 5-0 dan tampak akan menyelesaikan laga dengan cepat.
Namun, Danilina dan Krunic memberikan perlawanan sengit dengan memperkecil ketertinggalan.
Meski sempat menyia-nyiakan dua championship point saat unggul 5-2, pengalaman dan ketenangan Mertens–Zhang akhirnya berbicara.
Mereka mengunci set kedua 6-4 dan memastikan gelar Juara Ganda Putri Australia Open 2026 secara meyakinkan.
BACA JUGA: Novak Djokovic Terlalu Tangguh, Sinner Akui Kekalahan Paling Menyakitkan
Tambahan Gelar dan Pencapaian Individu
Bagi Elise Mertens, gelar ini menjadi Grand Slam ganda keenam sepanjang kariernya, dengan tiga di antaranya diraih di Australian Open.
Petenis Belgia itu juga mencatatkan konsistensi luar biasa karena berhasil memenangi setidaknya satu gelar Grand Slam ganda dalam tiga tahun terakhir.
Sementara bagi Zhang Shuai, trofi ini menjadi gelar Grand Slam ganda ketiganya.
Sebelumnya, ia meraih dua gelar bersama Samantha Stosur di Australian Open 2019 dan US Open 2021.
Kemenangan di Melbourne kali ini semakin menegaskan status Zhang sebagai salah satu spesialis ganda terbaik dalam satu dekade terakhir.
Tak hanya itu, Mertens berkemungkinan akan kembali menduduki peringkat satu dunia ganda WTA pada pekan berikutnya.
Ia akan mencatatkan total 40 pekan berada di puncak ranking ganda, sebuah pencapaian elite di era tenis modern.
Perjalanan Menuju Gelar yang Tidak Mudah
Meski tampil dominan di final, perjalanan Mertens dan Zhang menuju tangga juara tidak sepenuhnya mulus.
Di babak awal, mereka harus menyelamatkan tiga match point saat menghadapi pasangan muda Iva Jovic dan Victoria Mboko dalam laga dramatis yang berakhir super tie-break.
Namun, mental juara dan pengalaman panjang di level tertinggi membuat mereka selalu mampu keluar dari tekanan. Faktor inilah yang akhirnya menjadi pembeda di partai puncak.
Sinyal Kuat Dominasi Ganda Putri Musim 2026
Gelar Juara Ganda Putri Australia Open 2026 ini menjadi sinyal kuat bahwa duet Mertens-Zhang berpotensi mendominasi sektor ganda putri sepanjang musim 2026.
Dengan kombinasi pengalaman, konsistensi, dan kecocokan permainan, mereka kini menjadi ancaman serius bagi pasangan-pasangan papan atas lainnya.
Jika mampu menjaga kebugaran dan kontinuitas, bukan tidak mungkin Australian Open 2026 hanyalah awal dari rangkaian gelar besar berikutnya.






