Tenis  

Novak Djokovic Terlalu Tangguh, Sinner Akui Kekalahan Paling Menyakitkan

Novak Djokovic Terlalu Tangguh, Sinner Akui Kekalahan Paling Menyakitkan
Novak Djokovic dan Jannik Sinner - Dokumentasi : (c) ATP TOUR

Jannik Sinner akui kekalahan menyakitkan dari Novak Djokovic usai gagal melangkah ke final Australian Open setelah takluk dalam duel lima set yang berlangsung dramatis di Rod Laver Arena.

Petenis Italia itu mengakui bahwa kekalahan dari Novak Djokovic menjadi salah satu momen paling sulit dalam kariernya, terutama karena ia sempat berada di posisi unggul dan memiliki banyak peluang untuk mengunci kemenangan.

Dalam pertandingan semifinal yang berlangsung lebih dari empat jam, Jannik Sinner harus menyerah meski sempat memimpin dua set berbanding satu.

Kegagalan memanfaatkan momen krusial membuat langkahnya terhenti dan mengakhiri ambisi meraih gelar Australian Open ketiga secara beruntun.

BACA JUGA: Laga Impian Tunggal Putri! Jadwal Final Australia Open 2026 Hari Ini, Sabtu 31 Januari: Sabalenka vs Rybakina

Peluang Emas yang Gagal Dimaksimalkan

Sinner tampil solid sejak awal laga dan menunjukkan kualitas permainan kelas dunia.

Ia bahkan berhasil menekan Djokovic dalam sejumlah momen penting. Namun statistik menunjukkan bahwa detail kecil menjadi pembeda besar dalam pertandingan ini.

Sepanjang laga, Sinner hanya mampu mengonversi dua dari 18 peluang break point yang didapatkannya.

Di set kelima, ia kembali memiliki beberapa kesempatan untuk mematahkan servis Djokovic, tetapi selalu gagal memanfaatkannya.

“Saya punya banyak peluang, terutama di set kelima. Saya tidak bisa memanfaatkannya,” kata Sinner.

“Dia menghasilkan beberapa pukulan luar biasa di momen penting. Saya mencoba beberapa hal berbeda, tetapi hari ini tidak berhasil.”

Sinner Akui Kekalahan Menyakitkan dari Djokovic dan Sulit Diterima

Kekalahan ini terasa semakin berat bagi Sinner karena Australian Open merupakan turnamen yang sangat berarti baginya.

Ia datang ke Melbourne dengan status juara bertahan dua edisi sebelumnya dan membawa rekor lima kemenangan beruntun atas Djokovic.

Namun semua keunggulan tersebut runtuh di semifinal. Sinner pun secara jujur mengungkapkan rasa kecewanya usai pertandingan.

“Ini Grand Slam yang sangat penting bagi saya. Saya punya banyak kesempatan, tetapi hasil akhirnya seperti ini. Rasanya sangat menyakitkan,” ujar petenis berusia 24 tahun tersebut.

Ia menggambarkan pertandingan itu sebagai roller coaster emosi, dengan level permainan tinggi sejak set pertama hingga akhir laga.

BACA JUGA: Jannik Sinner Tersungkur! Djokovic Bangkit di Laga Epik Lima Set dan Kembali ke Final Australian Open

Akhir Rentetan Final Grand Slam

Kekalahan dari Djokovic membuat Sinner untuk pertama kalinya sejak Wimbledon 2024 gagal mencapai final Grand Slam.

Sebelumnya, ia selalu tampil di partai puncak turnamen mayor, menjadikannya salah satu petenis paling konsisten di era saat ini.

Meski gagal melaju ke final, Sinner menegaskan bahwa ia tetap bangga dengan level permainannya dan berusaha mengambil sisi positif dari kekalahan tersebut.

Pujian untuk Djokovic dan Pelajaran Berharga

Sinner tak lupa memberikan respek besar kepada Djokovic. Menurutnya, level permainan petenis Serbia itu memang selalu sulit ditebak, terutama di turnamen sebesar Grand Slam.

“Dia sudah memenangkan 24 gelar Grand Slam. Kita semua tahu betapa hebatnya dia,” kata Sinner.

“Saya tidak pernah terkejut dengan permainannya. Di Grand Slam, selalu ada motivasi tambahan, dan dia bermain sangat luar biasa.”

Sinner berharap kekalahan ini bisa menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan aspek permainannya, terutama dalam memanfaatkan peluang di momen krusial.

BACA JUGA: Hampir Menyerah karena Kram, Alcaraz Bongkar Laga Paling Berat Lawan Zverev di Semifinal Australian Open 2026

Tetap Bertahan di Peringkat Dua Dunia

Meski tersingkir di semifinal, Sinner akan tetap meninggalkan Melbourne sebagai peringkat dua dunia PIF ATP Rankings, posisi yang sama seperti saat ia tiba di Australian Open.

Bahkan secara statistik, ia mencatatkan jumlah poin lebih banyak dibanding Djokovic dalam pertandingan tersebut.

Sebagai pemilik empat gelar Grand Slam, Sinner menegaskan bahwa kekalahan ini tidak akan mematahkan semangatnya.

Ia bertekad kembali lebih kuat di turnamen-turnamen besar berikutnya.

Dengan usia yang masih 24 tahun dan pengalaman bertanding di level tertinggi, Jannik Sinner diyakini masih akan menjadi kekuatan utama dalam persaingan gelar Grand Slam di masa depan.