Tenis  

Sempat Terancam Tersingkir, Victoria Mboko Bangkit dan Jungkalkan Andreeva Lewat Tie-Break Menegangkan

Sempat Terancam Tersingkir, Victoria Mboko Bangkit dan Jungkalkan Andreeva Lewat Tie-Break Menegangkan
Victoria Mboko - Dokumentasi : (c) WTA

Pertarungan sengit tersaji di Qatar TotalEnergies Open 2026 ketika Victoria Mboko bangkit dan kalahkan Andreeva dalam duel epik tiga set di babak ketiga.

Unggulan ke-10 asal Kanada itu membalikkan keadaan dan menang 6-3, 3-6, 7-6(5) dalam laga berdurasi 2 jam 10 menit, sekaligus membalas kekalahan dari Mirra Andreeva di final Adelaide awal musim ini.

Kemenangan ini terasa semakin dramatis karena Andreeva sempat memegang satu match point pada kedudukan 5-4 di set ketiga.

Namun tekanan justru membuat petenis muda Rusia tersebut melakukan double fault yang berujung pada kebangkitan Mboko.

BACA JUGA: Sang Juara Kantongi Rp11 Miliar! Inilah Rincian Hadiah Qatar Open 2026 Yang Tembus 4 Juta Dollar AS

Hasil ini menjadi kemenangan ketiga Mboko atas pemain Top 10 sepanjang kariernya, sekaligus mengantarkannya ke perempat final WTA 1000 kedua dalam kariernya setelah sukses mengejutkan di Montreal tahun lalu.

Victoria Mboko Bangkit, Kalahkan Andreeva Lewat Pertarungan Klasik Tiga Set

Laga dua remaja terbaik dunia ini memang sudah dinanti. Pertemuan kedua mereka musim ini berlangsung jauh lebih ketat dibanding final Adelaide.

Sejak awal pertandingan, Mboko tampil agresif. Ia bermain lugas dengan pukulan keras dan konsisten dari kedua sisi lapangan.

Pada set pertama, Mboko mencatatkan 15 winner termasuk lima ace, berbanding jauh dengan lima winner milik Andreeva.

Keunggulan mental juga menjadi pembeda. Jika di Adelaide Mboko sempat unggul 3-0 sebelum kehilangan momentum, kali ini ia mampu menjaga fokus.

Meski Andreeva sempat menyamakan kedudukan menjadi 3-3, Mboko berhasil menyelamatkan dua break point krusial sebelum akhirnya mengamankan set pertama 6-3.

Set Kedua: Andreeva Melawan dengan Variasi Taktik

Tak ingin menyerah begitu saja, Andreeva melakukan penyesuaian taktik di set kedua. Ia mulai memaksimalkan slice, drop shot, serta variasi tempo permainan untuk merusak ritme Mboko.

Strategi tersebut terbukti efektif. Andreeva menyelamatkan empat break point di gim pembuka dan langsung mematahkan servis Mboko di gim berikutnya lewat kombinasi pukulan kreatif, termasuk lob cantik dan drop shot tajam.

Permainan menjadi lebih lambat dan penuh taktik. Mboko kesulitan menemukan celah, dan jumlah winner-nya turun drastis menjadi delapan pada set ini.

Andreeva akhirnya merebut set kedua 6-3 dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

BACA JUGA: Jadwal 16 Besar Qatar Open 2026 Rabu 11 Februari: Swiatek vs Kasatkina, Zheng Tantang Rybakina!

Set Ketiga: Drama Tie-Break dan Match Point yang Terbuang

Set ketiga menjadi puncak ketegangan. Kedua pemain menampilkan level tenis tertinggi mereka secara bersamaan. Rally panjang dan duel strategi menghiasi hampir setiap poin krusial.

Andreeva sempat unggul break lebih dulu untuk memimpin 2-1, namun Mboko langsung membalas. Kedua pemain saling menekan hingga skor imbang 4-4.

Di momen krusial, Mboko melakukan dua double fault dan kehilangan servisnya. Namun Andreeva gagal memanfaatkan peluang emas tersebut.

Saat memegang match point di kedudukan 5-4, ia justru melakukan double fault yang membuka jalan bagi Mboko untuk kembali menyamakan kedudukan.

Tie-break menjadi panggung penentuan. Lima poin diraih melalui winner bersih, menunjukkan kualitas tinggi dari kedua remaja tersebut.

Pukulan backhand passing shot menyilang milik Mboko yang membuatnya unggul 5-3 menjadi titik balik penting.

Meski dua match point pertamanya gagal, Mboko tetap percaya diri. Pada kesempatan ketiga, ia menutup laga dengan inside-out winner dari sisi backhand, winner ke-38 miliknya sepanjang pertandingan.

“Saya merasa berhasil memainkan pukulan-pukulan krusial di saat penting,” ujar Mboko seusai pertandingan. “Kami berdua sudah sangat lelah di tie-break, tapi saya cukup beruntung bisa menemukan pukulan terbaik di momen besar.”

Statistik Impresif Victoria Mboko

Kemenangan ini semakin menegaskan mental baja Mboko dalam laga tiga set. Ia kini memenangkan 13 dari 14 pertandingan tiga set terakhir sejak babak kualifikasi Wimbledon musim lalu.

Menariknya, Mboko juga menjadi pemain kedua musim ini yang dua kali menang setelah menyelamatkan match point, mengikuti jejak Magdalena Frech.

Sebelumnya di Adelaide, Mboko menyelamatkan dua match point saat menghadapi Anna Kalinskaya.

Sejak kegagalan menyakitkan di kualifikasi Wimbledon tahun lalu, di mana ia melewatkan lima match point, Mboko berkembang pesat.

Satu-satunya kekalahan di set penentuan sejak saat itu hanya terjadi saat menghadapi Elise Mertens di United Cup.

BACA JUGA: Zheng Qinwen Bertahan dalam Duel 2 Jam 48 Menit, Tantang Rybakina dalam Pertarungan Panas di Doha

Tantangan Berikutnya: Elena Rybakina Menanti

Di babak perempat final, Mboko akan menghadapi unggulan kedua Elena Rybakina. Juara Australian Open tersebut lolos usai mengalahkan Zheng Qinwen dalam pertarungan tiga set lainnya.

Secara head-to-head, Rybakina unggul 2-1. Ia juga memenangkan pertemuan terakhir mereka di Tokyo tahun lalu.

Namun Mboko punya kenangan manis saat menghadapi Rybakina di ajang WTA 1000, yakni ketika bangkit dan menang tiga set di semifinal Canadian Open sebelum akhirnya menjadi juara.

Dengan performa impresif dan kepercayaan diri tinggi setelah Victoria Mboko Kalahkan Andreeva, laga perempat final diprediksi kembali berlangsung sengit.

Apakah Mboko mampu menciptakan kejutan berikutnya di Doha? Ataukah pengalaman Rybakina akan berbicara? Yang pasti, bintang muda Kanada ini sudah membuktikan bahwa ia siap bersaing di level tertinggi.