Debut Jean-Paul van Gastel Berakhir Imbang, PSIM Yogyakarta Raih 1 Poin

Debut Jean-Paul van Gastel Berakhir Imbang, PSIM Yogyakarta Raih 1 Poin
Jean-Paul van Gastel - Dokumentasi IG: @psimjogja_official

Pelatih Jean-Paul van Gastel yang kini menangani PSIM Yogyakarta harus puas bermain 1-1 melawan Persita Tangerang pada pekan pertama BRI Super League 2026/27.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9/2026) malam, menjadi laga perdana Jean-Paul van Gastel bersama Laskar Mataram sekaligus bertepatan dengan peringatan HUT ke-97 PSIM.

PSIM Yogyakarta sebenarnya mengincar kemenangan sebagai kado ulang tahun klub. Namun, Persita mampu memberikan perlawanan sengit hingga membuat kedua tim harus berbagi satu poin pada laga pembuka kompetisi.

BACA JUGA: Jadwal BRI Super League Pekan Pertama Minggu 6 September 2026: Big Match Persib vs PSM Jadi Panggung Utama

Debut Jean-Paul van Gastel Berakhir Imbang

Persita Tangerang lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-50 melalui Luquinhas. Gol tersebut membuat PSIM berada dalam situasi sulit karena harus mengejar ketertinggalan di hadapan pendukung sendiri.

PSIM baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-84. Adrian Purzycki menjadi penyelamat Laskar Mataram lewat golnya yang membuat skor berubah menjadi 1-1.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menilai hasil imbang tersebut cukup adil berdasarkan jalannya pertandingan. Menurutnya, PSIM memang tidak layak menelan kekalahan meski masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus segera diperbaiki.

“Saya pikir kami tidak layak kalah kalau melihat jalannya pertandingan, saya pikir hasil ini sudah cukup adil,” kata Van Gastel.

Van Gastel Bicara Kualitas Passing PSIM

Van Gastel mengaku telah menemukan beberapa aspek permainan PSIM yang perlu mendapatkan perhatian setelah pertandingan melawan Persita. Salah satu yang menjadi sorotannya adalah kualitas passing.

BACA JUGA: Hasil Borneo FC vs Persija Jakarta 0-1: Debut Manis Shin Tae-yong, Gol Jeremejeff Jadi Pembeda

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, kemampuan mengalirkan bola seharusnya menjadi salah satu kekuatan PSIM. Namun, pada pertandingan melawan Persita, passing justru menjadi salah satu kelemahan tim.

“Kita lihat di awal laga, kualitas passing kami tidak bagus. Saya pikir passing adalah salah satu kekuatan kami, tetapi di laga kali ini ternyata justru menjadi kelemahan,” ujar Van Gastel.

Gol Persita di awal babak kedua juga membuat PSIM semakin kesulitan menemukan ritme permainan. Meski demikian, pergantian pemain yang dilakukan Van Gastel memberikan perubahan positif terhadap permainan tim.

Tiga Pemain Pengganti Bawa Energi Positif

Van Gastel memberikan apresiasi kepada tiga pemain pengganti yang menurutnya mampu mengubah energi permainan PSIM. Ketiganya membawa karakter dan semangat tambahan sehingga pemain lain ikut terdorong tampil lebih agresif.

“Perbedaan besar di laga ini datang dari tiga pemain pengganti. Mereka membawa banyak energi, karakter, dan semangat untuk tim. Dampaknya, pemain-pemain lainnya kemudian ikut terbawa energi positif ini,” jelasnya.

Hasil 1-1 menjadi modal awal bagi PSIM untuk melakukan evaluasi sebelum menjalani pertandingan berikutnya di BRI Super League 2026/27.

BACA JUGA: Jadwal BRI Super League 2026/2027

PSIM Hadapi Persebaya di Pekan Kedua

Setelah Debut Jean-Paul van Gastel Berakhir Imbang, PSIM Yogyakarta langsung menghadapi ujian berat pada pekan kedua. Laskar Mataram dijadwalkan bertandang ke Surabaya untuk menghadapi Persebaya pada Ahad (13/9).

Van Gastel tentu memiliki waktu untuk membenahi sejumlah kekurangan, terutama dalam hal passing dan konsistensi permainan. PSIM diharapkan mampu tampil lebih baik dan meraih kemenangan perdana pada laga tandang tersebut.

Dukungan suporter juga menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian Van Gastel. Ia mengaku senang melihat banyak pendukung hadir pada laga yang bertepatan dengan ulang tahun ke-97 PSIM.

“Tentu saja saya selalu senang ketika ada banyak suporter yang hadir karena pada akhirnya kami bermain untuk mereka,” tegasnya.