Ajax KO di Kandang! Olympiacos Bangkit Dramatis dan Tembus Fase Gugur Liga Champions

Ajax KO di Kandang! Olympiacos Bangkit Dramatis dan Tembus Fase Gugur Liga Champions
Olympiacos memastikan langkah ke fase gugur Liga Champions usai menang dramatis 2-1 atas Ajax di Johan Cruyff Arena. - Dokumentasi: (c) Olympiacos FC

Olympiacos memastikan langkah ke fase gugur Liga Champions setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Ajax di Johan Cruyff Arena.

Wakil Yunani itu menuntaskan kebangkitan luar biasa di fase liga dengan mencatat kemenangan ketiga beruntun, sekaligus memupus harapan Ajax untuk melanjutkan perjalanan di kompetisi elite Eropa.

Laga ini menjadi penentuan bagi kedua tim. Ajax membutuhkan keajaiban untuk lolos, sementara Olympiacos hanya perlu kemenangan untuk mengamankan tiket ke babak gugur.

Tekanan besar justru mampu dijawab tim tamu dengan performa disiplin dan efektif, terutama pada babak kedua.

BACA JUGA: Drama Menit Akhir! Harry Kane Antar Bayern Munich Lolos ke 16 Besar Liga Champions

Ajax Dominan di Awal, Gagal Manfaatkan Peluang

Ajax tampil agresif sejak menit awal dan langsung mengambil kendali permainan.

Peluang emas pertama datang dari Davy Klaassen, tetapi penyelesaian akhirnya justru mengenai kakinya sendiri saat berada di posisi ideal. Kesempatan tersebut menjadi awal dari malam yang penuh frustrasi bagi tuan rumah.

Penguasaan bola Ajax cukup dominan sepanjang babak pertama, namun efektivitas serangan menjadi masalah utama.

Oscar Gloukh hampir membuka keunggulan pada menit ke-25, tetapi tembakannya melambung di atas mistar gawang Konstantinos Tzolakis.

Menjelang turun minum, Ajax kembali merasa dirugikan setelah klaim penalti mereka diabaikan wasit.

Bek kanan Anton Gaaei juga menyia-nyiakan peluang berbahaya akibat kontrol bola yang buruk, meski mendapat umpan matang dari Kasper Dolberg.

Babak pertama pun berakhir tanpa gol, meski Ajax terlihat lebih menguasai jalannya laga.

Gol Cepat Olympiacos Ubah Momentum

Memasuki babak kedua, Olympiacos meningkatkan intensitas permainan.

Tekanan mereka langsung membuahkan hasil pada menit ke-51 ketika Gelson Martins dengan cerdik menembus lini belakang Ajax dan melepaskan sepakan mendatar ke sudut jauh gawang untuk membawa tim tamu unggul 1-0.

Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. Ajax mencoba merespons dengan meningkatkan tempo serangan, sementara Olympiacos tetap berbahaya lewat transisi cepat.

Ketegangan memuncak ketika Ajax akhirnya mendapatkan penalti setelah tinjauan VAR menyatakan adanya handball di kotak terlarang.

Kasper Dolberg yang maju sebagai algojo sukses menaklukkan Tzolakis, mengubah skor menjadi 1-1 dan kembali membuka peluang Ajax untuk bertahan di Fase Gugur Liga Champions.

BACA JUGA: Pesta Gol di Camp Nou! Barcelona Bungkam Copenhagen 4-1 dan Melaju ke 16 Besar Liga Champions

Sundulan Hezze Jadi Penentu

Namun harapan Ajax kembali runtuh hanya berselang beberapa menit. Dari situasi sepak pojok, lini pertahanan tuan rumah gagal mengawal Santiago Hezze.

Gelandang Olympiacos itu dengan bebas menyundul bola ke sudut bawah gawang, membawa tim tamu kembali unggul 2-1.

Ajax berusaha keras menyamakan kedudukan di sisa waktu pertandingan. Wout Weghorst, yang masuk sebagai pemain pengganti, hampir menjadi pahlawan lewat peluang emas di kotak penalti.

Sayangnya, bola hasil sepakannya berhasil disapu di garis gawang oleh pemain Olympiacos.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Ajax harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Liga Champions di kandang sendiri.

Olympiacos Melaju, Ajax Terpuruk

Kemenangan di Amsterdam menegaskan kebangkitan impresif Olympiacos pada fase liga.

Klub asal Yunani itu mengakhiri fase ini dengan total 11 poin, mayoritas diraih dari tiga kemenangan beruntun di laga-laga terakhir.

Hasil tersebut memastikan mereka melangkah ke babak gugur dengan kepercayaan diri tinggi.

Sebaliknya, Ajax menutup perjalanan mereka di Liga Champions dengan kekecewaan mendalam.

BACA JUGA: Manchester City Menggila! Galatasaray Tumbang 0-2, Tiket Delapan Besar Liga Champions di Tangan

Hanya mengoleksi enam poin dan finis di posisi ke-32, musim ini menjadi salah satu kampanye Eropa terburuk dalam sejarah klub raksasa Belanda tersebut.

Olympiacos kini bersiap menghadapi tantangan yang lebih besar di Fase Gugur Liga Champions, membawa momentum positif dan status sebagai salah satu tim paling konsisten di fase akhir liga.