Tenis  

Felix Auger-Aliassime Pertahankan Gelar Montpellier, Pecahkan Rekor Kanada

Felix Auger-Aliassime Pertahankan Gelar Montpellier, Pecahkan Rekor Kanada
Felix Auger-Aliassime - Dokumentasi: (c) ATP TOUR

Felix Auger-Aliassime kembali menunjukkan dominasinya di lapangan indoor setelah sukses mempertahankan gelar Open Occitanie Montpellier.

Unggulan teratas asal Kanada itu menundukkan favorit tuan rumah Adrian Mannarino dengan skor 6-3, 7-6(4) pada partai final, Ahad (8/2/2026), sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi tenis Kanada.

Kemenangan tersebut memastikan Felix Auger-Aliassime meraih gelar ATP Tour kesembilan dalam kariernya, serta gelar kedelapan di lapangan keras indoor.

Lebih spesial lagi, hasil ini membuatnya melewati rekor Milos Raonic sebagai petenis Kanada dengan jumlah gelar terbanyak di era Open.

BACA JUGA: Sara Bejlek Menaklukkan Abu Dhabi Open 2026: Kecerdasan, Keberanian, dan Penuh Rasa dari Petenis Belia 20 Tahun

Final Ketat, Auger-Aliassime Tampil Nyaris Sempurna

Pada laga final yang berlangsung selama 96 menit, Auger-Aliassime tampil sangat solid, terutama dari sektor servis.

Ia bahkan tidak menghadapi satu pun break point sepanjang pertandingan, sebuah catatan impresif saat menghadapi Mannarino yang dikenal piawai membaca permainan lawan.

“Adrian selalu menjadi lawan yang sangat sulit. Semua pemain di tur sangat menghormatinya karena tantangan yang ia berikan di lapangan,” ujar Auger-Aliassime seusai pertandingan.

“Saya tahu ini akan menjadi laga berat, jadi rasanya luar biasa bisa menang lagi di sini. Emosinya sangat spesial, dan saya puas dengan performa saya sepanjang pekan ini.”

Set pertama dibuka dengan start agresif dari petenis berusia 25 tahun itu. Ia memenangkan delapan poin pertama pertandingan untuk langsung mengontrol jalannya laga, sebelum menutup set dengan dua kali mematahkan servis Mannarino.

Set kedua berjalan lebih ketat dan didominasi servis dari kedua pemain. Auger-Aliassime sempat mendapatkan match point pada kedudukan 5-4, namun Mannarino mampu bertahan.

Meski begitu, Auger-Aliassime tampil tenang di tie-break dan mengamankan kemenangan dua set langsung.

BACA JUGA: Jadwal Hari Kedua Qatar Open 2026: Duel Panas Dimulai, Ada Janice Tjen Dan Bintang Dunia Turun Lapangan Senin Malam

Auger-Aliassime Cetak Rekor Baru Petenis Kanada

Dengan menjuarai Montpellier untuk dua musim beruntun, Auger-Aliassime kini resmi menjadi petenis Kanada tersukses di ATP Tour era Open. Ia mengoleksi sembilan gelar, melampaui capaian Milos Raonic.

Tak hanya itu, performanya di lapangan indoor juga sangat menonjol. Dalam dekade ini saja, Auger-Aliassime telah mencatat 89 kemenangan di level tur pada lapangan indoor, terbanyak dari pemain mana pun di ATP Tour.

Servis kembali menjadi senjata utama pada final ini. Berdasarkan data Infosys ATP Stats, Auger-Aliassime memenangkan 87 persen poin dari servis pertama (39/45), yang mana 13 ace yang membuat Mannarino kesulitan mengembangkan permainan.

Bangkit Usai Cedera, Peringkat Dunia Ikut Naik

Keberhasilan di Montpellier terasa semakin penting jika melihat kondisi Auger-Aliassime sebelumnya.

Ia sempat mundur dari laga putaran pertama Australian Open akibat kram, yang menimbulkan tanda tanya soal kebugarannya di awal musim.

Namun, gelar di Prancis menjadi jawaban tegas atas keraguan tersebut. Berkat kemenangan ini, Auger-Aliassime dipastikan naik dua peringkat ke posisi enam dunia dalam daftar PIF ATP Rankings terbaru.

Setelah Montpellier, petenis Kanada itu dijadwalkan tampil di ABN AMRO Open Rotterdam.

Dengan kepercayaan tinggi dan performa yang kembali stabil, Auger-Aliassime akan menjadi salah satu kandidat kuat juara di turnamen ATP 500 tersebut.

BACA JUGA: Drama Tiga Set, Comeback Gila, dan Kejutan Beruntun: Hasil Lengkap Qatar Open 2026 Hari Pertama

Dominasi Indoor Jadi Modal Besar Musim 2026

Konsistensi di lapangan indoor memang sudah lama menjadi ciri khas Auger-Aliassime.

Dari sembilan gelar yang ia miliki, mayoritas dari arena tertutup, menegaskan kemampuannya mengontrol tempo permainan lewat servis keras dan pukulan agresif dari baseline.

Jika mampu menjaga kebugaran, performa seperti di Montpellier bisa menjadi modal penting bagi Auger-Aliassime untuk bersaing di level tertinggi sepanjang musim.

Dengan usia yang masih 25 tahun, peluangnya menambah koleksi gelar dan terus memperbaiki rekor pribadi terbuka lebar.