Joao Pedro jadi mimpi buruk Napoli pada laga penentuan Liga Champions setelah penyerang Chelsea itu mencetak dua gol krusial yang mengantarkan The Blues menang 3-2 atas Napoli.
Hasil dramatis ini memastikan Chelsea melaju otomatis ke babak 16 besar, sekaligus mengakhiri langkah Napoli dari kompetisi elite Eropa musim ini.
Bermain di Stadio Diego Armando Maradona, Napoli datang dengan modal kuat berupa rekor tak terkalahkan dalam 25 laga kandang di semua ajang.
Namun, keperkasaan tersebut runtuh di tangan Chelsea yang tampil efektif dan penuh determinasi pada momen-momen krusial pertandingan.
Chelsea sejatinya sudah mengamankan tiket ke fase gugur, tetapi posisi mereka di klasemen liga fase masih belum aman.
BACA JUGA: PSG Gagal Tembus Delapan Besar! Newcastle Paksa Hasil Imbang Dramatis di Paris
The Blues menempati peringkat kedelapan, batas akhir zona lolos otomatis, dan hanya unggul selisih gol dari para pesaingnya.
Sementara itu, Napoli masih berjuang menembus 24 besar setelah hasil kurang maksimal di laga sebelumnya.
Babak Pertama: Gol Cepat dan Balasan Napoli
Pertandingan berjalan relatif seimbang pada 15 menit awal. Namun, momentum berubah ketika bek Napoli Juan Jesus melakukan handball di kotak penalti usai menyentuh bola dari situasi bola mati Reece James.
Enzo Fernandez yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna, membawa Chelsea unggul lebih dulu.
Napoli tidak tinggal diam. Tim asuhan Antonio Conte meningkatkan intensitas serangan dengan Mathias Olivera menjadi motor serangan dari sisi kiri.
Tekanan tersebut akhirnya berbuah hasil melalui aksi individu Antonio Vergara.
Pemain muda asli Napoli itu memperagakan putaran ala Diego Maradona sebelum melepaskan tembakan terukur ke pojok bawah gawang, gol senior pertamanya bersama klub.
Jelang turun minum, stadion kembali bergemuruh. Umpan rendah Olivera berhasil diselesaikan Rasmus Hojlund dengan sontekan tajam yang membuat Napoli berbalik unggul 2-1 dan membuka asa lolos ke fase berikutnya.
BACA JUGA: Inter Milan Menang di Signal Iduna Park, Tapi Tetap Harus Lewati Play-off Liga Champions
Joao Pedro Jadi Mimpi Buruk Napoli di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, situasi klasemen sementara menempatkan kedua tim di zona play-off.
Hal ini memaksa Chelsea melakukan perubahan dengan memasukkan Cole Palmer untuk menambah kreativitas serangan.
Permainan sempat berjalan lebih tenang, hingga Joao Pedro Jadi mimpi buruk Napoli kembali terbukti pada menit ke-60.
Penyerang asal Brasil itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sudut atas gawang, membuat skor kembali imbang 2-2.
Gol tersebut mengubah dinamika pertandingan. Chelsea kini membutuhkan satu gol tambahan untuk mengamankan posisi delapan besar.
Masuknya Romelu Lukaku, yang mencatatkan penampilan ke-800 sepanjang karier profesionalnya, tidak mampu memberi dampak signifikan bagi Napoli.
Sebaliknya, Joao Pedro kembali menunjukkan kualitas individunya. Delapan menit jelang laga berakhir, ia melakukan solo run brilian sebelum melepaskan penyelesaian klinis yang kembali menaklukkan Alex Meret.
Gol tersebut memastikan keunggulan 3-2 untuk Chelsea dan sekaligus mematahkan mental tuan rumah.
BACA JUGA: Ajax KO di Kandang! Olympiacos Bangkit Dramatis dan Tembus Fase Gugur Liga Champions
Napoli Tersingkir, Chelsea Melaju Otomatis
Napoli sempat mendapatkan peluang emas di masa injury time melalui Lukaku, tetapi kiper Chelsea Robert Sanchez tampil gemilang dengan menggagalkan peluang tersebut. Hingga peluit akhir berbunyi, skor tidak berubah.
Kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Napoli. Mereka tersingkir dari Liga Champions hanya dengan selisih satu poin dari zona 24 besar, sekaligus mencatatkan kekalahan kandang kedua dalam 21 laga Liga Champions terakhir di stadion ikonik mereka.
Di sisi lain, Chelsea sukses mempertahankan posisi delapan besar dan mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar Liga Champions.
Para pendukung The Blues kini menantikan siapa lawan yang akan mereka hadapi setelah babak play-off gugur selesai.






