Amanda Anisimova kembali menjadi sorotan jelang bergulirnya Qatar TotalEnergies Open.
Petenis asal Amerika Serikat itu datang ke Doha dengan status juara bertahan sekaligus unggulan ketiga, membawa kepercayaan diri tinggi setelah musim luar biasa yang mengangkat kariernya ke level elite tenis dunia.
Gelar yang diraih Anisimova di Doha pada 2025 lalu menjadi momen krusial dalam perjalanan kariernya.
Saat itu, ia masih berada di peringkat 41 dunia, namun sukses merebut titel WTA 1000 pertamanya sekaligus gelar ketiga di Tur WTA.
Kemenangan tersebut menjadi titik awal musim gemilang yang membawanya menembus dua final Grand Slam dan menambah satu trofi WTA 1000 di Beijing.
Kini, setahun berselang, Anisimova kembali ke ibu kota Qatar dengan peran berbeda: bukan lagi kuda hitam, melainkan salah satu favorit juara.
Perjalanan Karier yang Melesat Usai Doha 2025
Kemenangan di Qatar TotalEnergies Open 2025 bukan sekadar tambahan trofi bagi Anisimova.
Turnamen itu menjadi pemantik lonjakan performa yang konsisten sepanjang musim. Dari seorang pemain lapis kedua, ia menjelma menjadi ancaman nyata di setiap turnamen besar.
Sepanjang musim 2025, Anisimova tampil stabil di turnamen Grand Slam dengan menembus dua partai final.
Ia juga menunjukkan kematangan permainan, terutama dalam duel tiga set dan pertandingan dengan tekanan tinggi.
Pengalaman tersebut kini menjadi modal penting saat kembali mempertahankan gelarnya di Doha.
“Saya merasa masih menjadi pemain yang sama, hanya dengan tambahan pengalaman dari musim lalu,” ujar Anisimova saat sesi media day di Doha.
Ia menegaskan bahwa pola pikir dan pendekatannya terhadap pertandingan tetap sama, namun dengan pemahaman yang lebih matang.
Amanda Anisimova Percaya Diri Hadapi Tantangan Musim Baru
Datang ke Doha, Amanda Anisimova membawa modal positif usai tampil impresif di Australian Open.
Ia mencatatkan pencapaian terbaiknya di Melbourne dengan melaju hingga perempat final sebelum dihentikan Jessica Pegula dalam pertandingan ketat dua set.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Anisimova menilai performanya di Australia sebagai sinyal positif.
BACA JUGA: Jadwal Qatar Open 2026 Round Pertama Hari Ini, 8 Februari: 12 Laga Tunggal Putri Siap Digelar
Ia mengaku banyak aspek latihan yang kini mulai terlihat hasilnya saat pertandingan resmi.
Sebagai unggulan ketiga di Doha, Anisimova mendapatkan bye di babak pertama. Ia akan langsung tampil di putaran kedua menghadapi pemenang laga antara Karolina Pliskova dan Solana Sierra.
Format ini memberinya waktu tambahan untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan dan cuaca Doha.
Musim lalu, Anisimova tampil dominan di turnamen ini dengan memenangi empat dari lima pertandingan dalam dua set langsung.
Satu-satunya laga berat datang di perempat final saat menghadapi Marta Kostyuk, di mana ia harus bangkit dari ketertinggalan sebelum menang 4-6, 7-5, 6-4.
“Kemenangan di sini memberi saya keyakinan bahwa saya mampu memenangkan pertandingan besar,” kata Anisimova. “Saat ragu, saya selalu bisa mengingat kembali apa yang sudah saya capai di Doha.”
Ancaman dari Rybakina dan Peta Persaingan Doha
Selain Anisimova, turnamen Doha tahun ini juga diwarnai kehadiran sejumlah bintang besar.
Salah satunya adalah Elena Rybakina, juara Australian Open 2026 yang datang dengan momentum luar biasa.
Rybakina juga mendapat bye ke putaran kedua dan diprediksi menjadi salah satu pesaing terkuat dalam perebutan gelar.
Jadwal padat dan transisi cepat dari Melbourne ke Doha menjadi tantangan tersendiri, namun Rybakina mengaku siap menjaga ritme permainannya.
Dengan banyaknya pemain papan atas yang turun, Qatar TotalEnergies Open dipastikan kembali menjadi ajang pembuktian bagi Anisimova.
Status juara bertahan membawa tekanan, tetapi juga menjadi sumber motivasi tambahan.
BACA JUGA: Sorana Cirstea Juara Transylvania Open 2026, Gelar Emosional Penutup Karier di Negara Sendiri
Fokus, Pengalaman, dan Target Anisimova
Bagi Anisimova, kembali ke Doha bukan sekadar mempertahankan gelar, melainkan juga menjaga konsistensi performa di level tertinggi.
Ia menilai turnamen ini memiliki nilai emosional tersendiri karena menjadi tempat di mana kepercayaan dirinya tumbuh signifikan.
“Saya selalu bisa melihat kembali momen itu saat membutuhkan dorongan mental,” ungkapnya. “Gelar di Doha adalah pengingat bahwa saya mampu melakukan hal besar.”
Dengan kombinasi pengalaman, kepercayaan diri, dan momentum positif dari awal musim, Anisimova kembali menjadi salah satu nama paling diperhitungkan dalam persaingan gelar WTA 1000 di Doha.






