Tenis  

Zheng Qinwen Bangkit Di Doha, Luncurkan 20 Ace di Laga Comeback, Siap Kembali Mengguncang WTA 2026

Zheng Qinwen Bangkit Di Doha, Luncurkan 20 Ace di Laga Comeback, Siap Kembali Mengguncang WTA 2026
Zheng Qinwen - Dokumentasi IG : @zhengqinwen_tennis

Zheng Qinwen akhirnya kembali ke lapangan dengan cara yang benar-benar mencuri perhatian.

Petenis asal China itu membuka musim 2026 dengan kemenangan impresif atas Sofia Kenin pada babak awal Qatar TotalEnergies Open di Doha, Senin (9/2/2026) malam WIB, sekaligus menandai kebangkitannya usai absen panjang akibat cedera.

Dalam laga comeback tersebut, Zheng Qinwen sukses membalikkan keadaan setelah kehilangan set pertama dan menutup pertandingan dengan skor 4-6, 6-1, 6-2.

Statistiknya berbicara lantang: 20 ace dan 43 winner, sebuah angka yang menegaskan bahwa kekuatan servisnya telah kembali ke level elite.

Turnamen di Doha ini menjadi ajang WTA Tour pertama bagi Zheng sejak China Open September lalu, setelah ia terpaksa mengakhiri musim 2025 lebih cepat karena masalah serius pada sikunya.

BACA JUGA: Sensasi Remaja Ceko, Tereza Valentova Singkirkan Alexandra Eala Lagi di Doha, Tantang Karolina Muchova

Zheng Qinwen Bangkit Kuat Usai Cedera Panjang

Perjalanan Zheng Qinwen menuju comeback ini jauh dari kata mudah. Musim panas 2025 menjadi periode terberat dalam kariernya setelah tersingkir di babak pertama Wimbledon.

Dan ia pun harus menjalani operasi siku kanan pada Juli 2025 akibat rasa sakit yang tak kunjung hilang.

Cedera tersebut memaksanya mundur dari US Open, sebelum sempat kembali bermain di China Open Oktober lalu.

Namun saat itu, kondisinya belum sepenuhnya pulih dan ia memilih mengakhiri musim lebih awal demi pemulihan total.

Keputusan Zheng untuk mundur dari Australian Open 2026 pun terbukti tepat. Ia tak ingin mengambil risiko sebelum benar-benar siap secara fisik dan kompetitif.

Servis Jadi Senjata Utama di Laga Comeback

Dalam pertandingan melawan Kenin, Zheng Qinwen menunjukkan peningkatan signifikan sejak set kedua. Pada set pertama, ia masih kesulitan membaca tempo permainan.

Namun titik balik terjadi pada gim ketujuh, ketika Zheng mampu keluar dari tekanan double break point dengan empat poin beruntun, termasuk dua ace beruntun.

Sejak momen itu, permainan Zheng kian agresif. Kombinasi servis keras, variasi pukulan forehand-backhand, serta ketenangan dalam reli panjang membuat Kenin kesulitan mengimbangi ritme permainan.

“Saya dan tim bekerja sangat keras untuk servis, apalagi setelah enam bulan absen karena cedera. Saya ingin kembali dengan sangat kuat,” ujar Zheng Qinwen seusai laga.

BACA JUGA: WTA Rangkis Terbaru Pekan Kedua Februari: Sara Bejlek Meledak, Tembus Top Ranking 50 Besar Dunia

Zheng Qinwen Akui Masih Ada Proses Pemulihan

Meski tampil dominan, Zheng Qinwen menegaskan bahwa proses pemulihan dari cedera belum sepenuhnya selesai.

Ia mengakui rasa tidak nyaman masih sesekali muncul, namun kondisinya jauh lebih baik dibandingkan beberapa bulan lalu.

“Saat kembali dari cedera, tidak pernah benar-benar bebas rasa sakit. Tapi sekarang siku saya berada dalam kondisi yang sangat baik, dan saya yakin bisa terus bermain konsisten,” jelasnya.

Zheng bahkan mengungkapkan bahwa saat ini ia mampu bertahan dalam reli panjang dan tetap melakukan servis dengan kecepatan mendekati 190 km/jam tanpa masalah berarti.

Masih Bisa Lebih Baik, Zheng Qinwen Tetap Rendah Hati

Meski mencatat kemenangan meyakinkan, Zheng Qinwen menilai permainannya belum mencapai level terbaik.

Ia merasa masih perlu meningkatkan konsistensi dan adaptasi terhadap kecepatan pertandingan.

“Saya tidak selalu bisa memukul winner di setiap poin. Kadang saya harus lebih sabar, mundur sedikit, menemukan ritme, lalu kembali menyerang,” ungkapnya.

Sikap realistis ini menjadi sinyal positif bahwa Zheng tidak sekadar puas dengan satu kemenangan, melainkan fokus pada progres jangka panjang di musim 2026.

Menonton Tennis Sebagai Fan Selama Masa Pemulihan

Menariknya, selama enam bulan masa pemulihan, Zheng Qinwen justru menjadi penikmat tenis sejati.

Ia mengaku banyak menonton pertandingan-pertandingan besar, termasuk Australian Open, sambil memantau pemain-pemain top dunia.

BACA JUGA: Novak Djokovic Curi Perhatian di Winter Olympics 2026, Saksikan Momen Sekali Seumur Hidup

“Saya menonton Sabalenka, Djokovic, Alcaraz, Sinner, hingga Rybakina. Rasanya menyenangkan bisa menikmati tenis dari sisi penggemar,” tuturnya.

Pengalaman ini diyakini turut membentuk perspektif baru Zheng saat kembali bertanding di lapangan.