Misi Sulit Mourinho Saat Benfica vs Real Madrid di Laga Penentuan Liga Champions

Misi Sulit Mourinho! Saat Benfica vs Real Madrid di Laga Penentuan Liga Champions
Dokumentasi X: @MadridXtra

Strategi Mourinho saat Benfica Vs Real Madrid menjadi sorotan utama jelang duel krusial Matchday 8 Liga Champions 2025/2026.

Laga yang mempertemukan dua raksasa Eropa ini akan digelar di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB, dengan kepentingan besar bagi kedua tim dalam format baru fase liga.

Benfica selaku tuan rumah mengincar kemenangan demi menjaga peluang tampil di babak play-off, sementara Real Madrid datang dengan target mengamankan posisi delapan besar agar lolos langsung ke babak 16 besar.

Situasi ini membuat pertandingan diprediksi berlangsung sengit sejak menit awal.

BACA JUGA: Jadwal Barcelona vs Copenhagen di Liga Champions Matchday 8: Penentuan Nasib Blaugrana Menuju 16 Besar

Duel Penentu di Matchday Terakhir Fase Liga

Format baru Liga Champions musim 2025/2026 menghadirkan fase liga dengan delapan pertandingan bagi setiap tim.

Seluruh peserta berada dalam satu klasemen besar, membuat laga terakhir menjadi penentu nasib.

Real Madrid saat ini berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 15 poin dari tujuh laga.

Los Blancos hanya membutuhkan kemenangan untuk memastikan tiket otomatis ke babak 16 besar dan menghindari risiko play-off seperti yang mereka alami musim lalu.

Di sisi lain, Benfica berada dalam situasi genting. Klub asal Portugal itu menempati papan bawah klasemen dan wajib meraih tiga poin jika ingin menjaga asa lolos ke fase play-off.

Tekanan inilah yang membuat laga ini memiliki intensitas tinggi, baik secara teknis maupun mental.

Strategi Mourinho Saat Benfica Vs Real Madrid Jadi Penentu

Sebagai pelatih Benfica, Jose Mourinho dipastikan menyiapkan pendekatan khusus menghadapi mantan klubnya.

The Special One dikenal piawai dalam laga-laga besar, terutama ketika timnya berada dalam posisi tertekan.

Mourinho menegaskan bahwa Benfica akan bermain dengan penuh tanggung jawab dan determinasi tinggi, meski peluang lolos tergolong tipis.

Ia menekankan pentingnya sikap profesional dan keberanian menghadapi tim sekelas Real Madrid.

“Kami sadar posisi kami saat ini tidak ideal, tetapi budaya Benfica adalah selalu memberikan yang terbaik. Kami akan berjuang sampai akhir,” ujar Mourinho.

Pendekatan defensif yang disiplin, transisi cepat, serta pemanfaatan bola mati akann menjadi bagian dari strategi Mourinho untuk meredam agresivitas lini serang Madrid yang tengah tajam.

BACA JUGA: Kejutan! Hasil Copa Italia Tadi Malam: Como Singkirkan Fiorentina 3-1 dan Lolos ke Perempat Final

Real Madrid Tak Ingin Terpeleset Lagi

Bagi Real Madrid, pertandingan ini tidak kalah penting. Kegagalan meraih kemenangan bisa membuat mereka terlempar ke zona play-off, sebuah skenario yang ingin mereka hindari sebagai klub pemilik 15 gelar Liga Champions tersebut.

Los Blancos datang ke Lisbon dengan modal kepercayaan diri tinggi usai menang 2-0 atas Villarreal di La Liga, di mana Kylian Mbappe mencetak dua gol.

Di Liga Champions pekan sebelumnya, Madrid juga tampil menggila dengan kemenangan telak 6-1 atas AS Monaco.

Konsistensi ini menjadi senjata utama Madrid, namun mereka tetap harus waspada terhadap kejutan dari Benfica yang bermain tanpa beban.

Mourinho Bertemu Arbeloa, Sentuhan Emosional di Estadio da Luz

Laga ini juga sarat nuansa emosional bagi Jose Mourinho. Ia akan menghadapi Real Madrid yang kini dilatih oleh mantan anak asuhnya, Alvaro Arbeloa, yang dipercaya menangani Los Blancos setelah mundurnya Xabi Alonso.

Mourinho tak menutupi kedekatannya dengan Arbeloa, yang pernah menjadi bagian penting skuad Madrid era 2010-2013.

Ia bahkan secara terbuka menyampaikan dukungan untuk kesuksesan sang mantan pemain, meski tetap berharap Madrid tampil buruk dalam laga ini.

“Saya mencintai Real Madrid dan saya mencintai Alvaro. Saya berharap mereka sukses, tapi tentu saja tidak besok,” kata Mourinho sambil tersenyum.

Pernyataan tersebut menegaskan profesionalisme Mourinho, yang mampu memisahkan ikatan emosional dari ambisi kompetitif di lapangan.

Rekam Jejak Pertemuan dan Modal Kedua Tim

Secara historis, pertemuan Benfica dan Real Madrid di kompetisi Eropa tergolong jarang.

Benfica pernah mencatat kemenangan ikonik di final European Cup 1962 serta unggul agregat pada perempat final musim 1964/1965.

Namun, catatan terkini Benfica melawan klub Spanyol tidak terlalu meyakinkan. Mereka hanya mencatat tiga kemenangan dari 25 laga terakhir kontra wakil Spanyol di kompetisi UEFA.

Meski demikian, kemenangan 4-0 Benfica atas Estrela Amadora di liga domestik menjadi suntikan moral.

Di sisi lain, performa solid Real Madrid membuat mereka tetap difavoritkan, meski tekanan laga tandang di Lisbon tak bisa dianggap remeh.

BACA JUGA: Profil Guillermo Fernandez: Harapan Baru Semen Padang FC untuk Bangkit di Putaran Kedua

Pertaruhan Besar di Lisbon

Dengan kepentingan besar di kedua kubu, laga Benfica vs Real Madrid dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di Matchday 8 Liga Champions.

Strategi, mentalitas, dan efektivitas akan menjadi pembeda dalam duel ini.

Bagi Mourinho, ini adalah kesempatan menunjukkan kecerdikan taktiknya. Bagi Real Madrid, ini adalah ujian konsistensi menuju ambisi meraih gelar ke-16 Liga Champions.