Tenis  

Datang ke Doha dengan Aura Juara Grand Slam, Elena Rybakina Siap Kuasai WTA 1000 Qatar Open

Datang ke Doha dengan Aura Juara Grand Slam, Elena Rybakina Siap Kuasai WTA 1000 Qatar Open
Elena Rybakina - Dokumentasi: (c) WTA

Elena Rybakina menjadi salah satu nama paling disorot jelang bergulirnya Qatar TotalEnergies Open.

Petenis peringkat tiga dunia itu tiba di Doha dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai Australian Open 2026, sekaligus membawa momentum terkuat di antara seluruh peserta turnamen WTA 1000 tersebut.

Rybakina memanfaatkan jeda singkat usai Melbourne dengan pulang ke Dubai untuk beristirahat selama beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Doha.

Meski hanya sempat merayakan gelar Grand Slam keduanya secara sederhana bersama tim, kondisi fisik dan mental Rybakina disebut berada dalam keadaan optimal untuk memulai tantangan baru di Timur Tengah.

BACA JUGA: Amanda Anisimova Kembali ke Doha, Juara Bertahan Siap Pertahankan Qatar TotalEnergies Open

“Setelah final kami sempat merayakan sedikit dengan tim, lalu saya beristirahat. Waktunya memang singkat sejak Australian Open, tapi itu cukup untuk memulihkan energi dan menjaga momentum,” ujar Rybakina saat media day di Doha.

Juara Australian Open, Rybakina Paling Berbahaya di Doha

Sebagai juara Australian Open 2026, Rybakina datang ke Qatar dengan status favorit kuat.

Ia memang menjalani turnamen terpanjang di Melbourne, baik dari segi durasi pertandingan maupun intensitas emosional, namun pengalaman itu justru menjadi modal berharga.

Rybakina mengungkapkan bahwa dirinya sempat terserang flu ringan dalam perjalanan pulang.

Namun setelah beristirahat penuh selama beberapa hari, ia memastikan kondisinya sudah pulih dan siap bertanding di Qatar TotalEnergies Open.

Perayaan gelar Grand Slam pun dilakukan dengan sederhana. Rybakina lebih banyak menghabiskan waktu bersama timnya dan menikmati suasana Melbourne sambil membawa Daphne Akhurst Memorial Cup, sebelum akhirnya mengalihkan fokus ke Doha.

Elena Rybakina Siap Jaga Momentum di Turnamen WTA 1000 Doha

Di Qatar TotalEnergies Open, Elena Rybakina mendapatkan keuntungan berupa bye di babak pertama.

Ia baru akan tampil di putaran kedua menghadapi pemenang pertandingan antara Xinyu Wang dan Emiliana Arango.

Situasi ini memberi Rybakina waktu tambahan untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan dan cuaca Doha.

BACA JUGA: Jadwal Qatar Open 2026 Round Pertama Hari Ini, 8 Februari: 12 Laga Tunggal Putri Siap Digelar

Meski begitu, Rybakina mengakui bahwa transisi cepat dari satu turnamen besar ke turnamen lain bukanlah hal mudah. Jadwal padat menjadi tantangan tersendiri bagi para petenis papan atas.

“Turnamen di Australia sangat panjang, banyak pertandingan dan emosi. Tapi kami sudah terbiasa dengan jadwal seperti ini. Kadang sulit, tapi ini bagian dari tur,” jelasnya.

Rybakina menegaskan bahwa target utamanya adalah menjaga performa stabil. Jika hasil di Doha tidak sesuai harapan, ia tetap optimistis karena kalender WTA masih memiliki turnamen besar lainnya.

Persaingan Ketat dengan Anisimova dan Unggulan Lain

Selain Rybakina, turnamen Doha juga diwarnai kehadiran juara bertahan Amanda Anisimova.

Petenis Amerika itu kembali dengan status unggulan ketiga dan kepercayaan diri tinggi setelah musim 2025 yang gemilang.

Kehadiran dua pemain dengan momentum besar ini membuat peta persaingan semakin menarik.

Rybakina memiliki keunggulan dari sisi kekuatan servis dan konsistensi permainan baseline, sementara Anisimova mengandalkan gaya bermain yang agresif dan solid dalam reli panjang.

Dengan banyaknya unggulan papan atas yang siap bersaing, Qatar TotalEnergies Open akan menjadi salah satu turnamen WTA 1000 paling kompetitif di awal musim.

Fokus Rybakina: Konsistensi dan Kebugaran

Bagi Rybakina, kunci sukses di Doha adalah menjaga kebugaran setelah rangkaian pertandingan panjang di Australian Open.

Ia tidak ingin terburu-buru memaksakan hasil, tetapi tetap berusaha mempertahankan ritme kemenangan.

BACA JUGA: Sorana Cirstea Juara Transylvania Open 2026, Gelar Emosional Penutup Karier di Negara Sendiri

“Sekarang ini momentum yang bagus untuk terus melaju. Saya berharap bisa bermain sebaik di Australia, tapi kalau tidak pun, masih banyak turnamen besar ke depan,” tutup Rybakina.

Dengan status juara Grand Slam dan peringkat elite, Rybakina jelas menjadi salah satu kandidat terkuat peraih gelar di Doha.

Semua mata kini tertuju pada bagaimana ia mengelola fisik, mental, dan tekanan sebagai pemain yang sedang berada di puncak performa.