Real Betis singkirkan Feyenoord dalam laga krusial fase liga UEFA Europa League setelah menang 2-1 di Estadio de la Cartuja, Jumat(30/01/226) dini hari WIB.
Kemenangan ini memastikan wakil Spanyol tersebut lolos langsung ke babak 16 besar, sekaligus mengakhiri perjalanan Feyenoord asuhan Robin van Persie di kompetisi Eropa musim ini.
Meski Betis sejatinya sudah aman dari ancaman gugur, mereka tampil agresif sejak menit awal.
Sebaliknya, tekanan besar justru berada di kubu Feyenoord yang wajib menang dan berharap hasil pertandingan lain berpihak demi menjaga peluang bertahan di Eropa.
BACA JUGA: Comeback Gila! Aston Villa Finis Runner-up Liga Europa Usai Bungkam Salzburg 3-2
Feyenoord Datang dengan Skuad Pincang
Feyenoord harus menghadapi laga hidup-mati ini dengan kondisi skuad yang jauh dari ideal.
Robin van Persie kehilangan sejumlah pemain kunci akibat cedera, memaksanya menurunkan duet bek tengah muda Thijs Kraaijeveld dan Oussama Targhalline.
Eksperimen juga dilakukan dengan menempatkan winger Aymen Sliti di lini tengah serta Cyle Larin mengisi peran sebagai gelandang serang.
Peluang emas sebenarnya lebih dulu didapat tim tamu. Goncalo Borges mengirimkan umpan silang sempurna ke kotak penalti, namun Cyle Larin yang berdiri bebas gagal mengontrol bola dengan baik. Kesempatan emas itu pun terbuang percuma.
Tak lama kemudian, Real Betis sempat menjebol gawang Feyenoord, tetapi gol tersebut dianulir wasit Nikola Dabanovic karena pelanggaran dalam proses serangan.
Real Betis Singkirkan Feyenoord Berkat Magis Antony
Tekanan tuan rumah akhirnya berbuah manis sebelum menit ke-20.
Antony, mantan pemain Manchester United, memanfaatkan bola liar di luar kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang meluncur mulus ke sudut atas gawang.
Gol spektakuler tersebut membuat stadion bergemuruh dan membawa Betis unggul 1-0.
Feyenoord kembali mendapat peluang emas melalui Cyle Larin yang berhadapan satu lawan satu dengan Pau Lopez. Namun, penyelesaian akhirnya kembali mengecewakan dan gagal mengubah skor.
Assist Antony, Gol Abde Gandakan Keunggulan
Antony kembali menunjukkan kelasnya pada menit ke-32. Winger asal Brasil itu mengirimkan umpan silang akurat yang disambut sundulan Abde Ezzalzouli.
Gol tersebut membuat Real Betis unggul 2-0 hingga jeda, sekaligus memperbesar tekanan bagi Feyenoord.
Memasuki babak kedua, Feyenoord mencoba bangkit. Namun, Cyle Larin kembali menjadi sorotan negatif setelah menyia-nyiakan tiga peluang beruntun, termasuk sundulan dan tembakan menyilang gawang yang gagal menemui sasaran.
Feyenoord Sempat Bangkit, Namun Harapan Sirna
Harapan Feyenoord sempat hidup ketika Casper Tengstedt memperkecil ketertinggalan.
Berawal dari umpan Shaqueel van Persie, Tengstedt sempat digagalkan Pau Lopez, tetapi sukses mencungkil bola pada percobaan kedua.
Skor berubah menjadi 2-1 dan laga kembali terbuka.
Namun, nasib buruk menghampiri Feyenoord. Shaqueel van Persie mengalami cedera lutut serius dan harus ditandu keluar lapangan.
Karena kehabisan jatah pergantian pemain, Feyenoord terpaksa melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain di sisa waktu.
Meski mencoba menekan hingga menit akhir, Feyenoord gagal menciptakan peluang berbahaya. Pertahanan disiplin Betis mampu meredam serangan terakhir tim tamu hingga peluit panjang dibunyikan.
Betis Lolos, Feyenoord Tersingkir dari Eropa
Kemenangan ini memastikan Real Betis finis di peringkat keempat fase liga dengan koleksi 17 poin dan mengamankan tiket langsung ke babak 16 besar Liga Europa.
Sebaliknya, Feyenoord harus mengakhiri kiprah mereka di kompetisi Eropa musim ini lebih cepat dari harapan.
Penampilan Antony menjadi pembeda utama. Satu gol dan satu assist yang dicetaknya menegaskan peran vital sang winger dalam keberhasilan Betis menembus fase gugur.






