Porto Menggila! Bungkam Rangers 3-1 dan Melaju ke 16 Besar Liga Europa

Porto Menggila! Bungkam Rangers 3-1 dan Melaju ke 16 Besar Liga Europa
FC Porto menang meyakinkan 3-1 atas Rangers pada laga penentuan yang digelar di Estadio do Dragao, Jumat (30/01/2026) dini hari WIB. - Dokumentasi: (c) FC Porto

FC Porto memastikan tiket otomatis ke 16 besar Liga Europa setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Rangers pada laga penentuan yang berlangsung di Estadio do Dragao, Jumat (30/01/2026) dini hari WIB.

Hasil ini mengukuhkan dominasi wakil Portugal tersebut sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 12 pertandingan di semua kompetisi.

Porto datang ke laga ini dengan target jelas: menang demi mengamankan posisi terbaik di klasemen fase liga.

Sebaliknya, Rangers sudah pasti tersingkir dan hanya bermain demi gengsi. Namun, jalannya pertandingan tidak sepenuhnya berjalan mudah bagi tuan rumah.

BACA JUGA: Antony Menggila! Real Betis Singkirkan Feyenoord dan Melaju ke 16 Besar Liga Europa

Rangers Kejutkan Porto Lewat Gol Cepat

Meski berstatus tim tamu dan tanpa beban, Rangers justru membuka keunggulan lebih dulu. Baru enam menit laga berjalan, tekanan tinggi yang dipimpin James Tavernier membuahkan hasil.

Tavernier sukses memotong aliran bola Porto dan langsung mengalirkannya ke Findlay Curtis.

Umpan silang Curtis disambut sempurna oleh sundulan Djeidi Gassama yang tak mampu dihalau kiper Porto. Rangers unggul 1-0 dan membuat publik Dragao terdiam.

Gol cepat tersebut sempat mengganggu ritme permainan Porto. Namun, tim asuhan Francesco Farioli menunjukkan respons cepat dan mental juara.

Porto Bangkit dan Ambil Alih Kendali

Setelah tertinggal, Porto meningkatkan intensitas serangan. Dominasi penguasaan bola mulai terlihat, dengan tekanan konstan ke lini pertahanan Rangers.

Gol penyeimbang akhirnya tercipta pada menit ke-27. Rodrigo Mora memanfaatkan bola liar di kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang mengoyak jala Rangers.

Skor berubah menjadi 1-1 dan momentum pun beralih ke kubu tuan rumah.

Tak butuh waktu lama bagi Porto untuk membalikkan keadaan. Pada menit ke-36, kekacauan terjadi di lini belakang Rangers ketika James Tavernier bertabrakan dengan kiper Jack Butland saat mencoba mengantisipasi umpan silang.

Francisco Moura memanfaatkan situasi tersebut, dan dengan tenang menceploskan bola ke gawang kosong. Porto berbalik unggul 2-1.

BACA JUGA: Comeback Gila! Aston Villa Finis Runner-up Liga Europa Usai Bungkam Salzburg 3-2

16 Besar Liga Europa di Depan Mata Porto

Menjelang akhir babak pertama, tekanan Porto semakin menggila.

Dari situasi sepak pojok yang dieksekusi William Gomes, bek Rangers Emmanuel Fernandez justru melakukan gol bunuh diri saat berusaha menghalau bola.

Skor 3-1 bertahan hingga turun minum.

Keunggulan tersebut membuat peluang Porto melangkah ke 16 besar Liga Europa semakin terbuka lebar. Mereka tampil solid, efektif, dan jauh lebih klinis dibandingkan lawannya.

Rangers Berusaha Bangkit, Porto Tetap Solid

Memasuki babak kedua, pelatih Rangers Danny Rohl melakukan sejumlah pergantian pemain sebelum satu jam pertandingan berjalan.

Pergantian ini bertujuan memberi energi baru sekaligus menjaga kebugaran pemain inti jelang laga domestik.

Rangers sempat mendapatkan peluang emas melalui Nicolas Raskin yang melepaskan tembakan jarak jauh keras pada menit ke-62.

Namun, kiper Porto Diogo Costa tampil gemilang dengan penyelamatan rendah yang krusial.

Setelah peluang tersebut, tempo pertandingan cenderung menurun. Porto bermain lebih sabar dan rapi dalam mengontrol permainan, sementara Rangers kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

BACA JUGA: AS Roma Curi Satu Poin Dramatis! Bermain 10 Pemain, Serigala Ibu Kota Lolos Otomatis ke 16 Besar Liga Europa

Porto Finis Enam Besar, Rangers Tersingkir

Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 3-1 tetap bertahan untuk kemenangan Porto.

Hasil ini memastikan Porto finis di peringkat keenam klasemen fase liga dan lolos otomatis ke babak 16 besar tanpa harus menjalani laga play-off.

Bagi Rangers, kekalahan ini menandai akhir perjalanan mereka di kompetisi Eropa musim ini.

Klub asal Skotlandia tersebut tercatat untuk pertama kalinya tersingkir di fase liga Liga Europa sejak musim 2018/2019.