Tenis  

Cobolli Kalahkan Tiafoe: Sabet Gelar Acapulco 2026

Cobolli Kalahkan Tiafoe Sabet Gelar Acapulco 2026
Flavio Cobolli - Dokumentasi IG: @flavio_cobbo

Flavio Cobolli kalahkan Tiafoe di partai final untuk merebut gelar Abierto Mexicano Telcel 2026.

Petenis Italia Flavio Cobolli tampil solid saat menundukkan Frances Tiafoe dengan skor 7-6(4), 6-4 pada laga puncak yang berlangsung ketat.

Kemenangan ini menjadi gelar ATP Tour ketiga sepanjang karier Cobolli sekaligus trofi pertamanya di lapangan keras.

Hasil impresif tersebut juga akan mengantarkannya naik ke peringkat tertinggi sepanjang karier, yakni No. 15 dunia dalam pembaruan PIF ATP Rankings pekan depan.

BACA JUGA: Medvedev Raih Gelar Dubai Tennis Championships Setelah Griekspoor Mundur

Cobolli Kalahkan Tiafoe di Final Dramatis

Pertandingan final berlangsung sengit sejak awal. Cobolli mengandalkan forehand tajam dan akurasi pukulan yang konsisten untuk menekan permainan Tiafoe.

Set pertama berjalan ketat. Meski sempat gagal memanfaatkan set point saat return di kedudukan 5-4, Cobolli tetap tenang.

Ia tertinggal 1/3 di tie-break, tetapi mampu membalikkan keadaan dengan merebut enam dari tujuh poin terakhir untuk mengamankan set pembuka.

Momentum tersebut menjadi kunci kemenangan petenis berusia 23 tahun itu.

Mental Juara Jadi Pembeda

Pada set kedua, Tiafoe sempat memberi perlawanan. Petenis Amerika itu akhirnya mendapatkan break point pertama pada gim kedelapan dan berhasil menyamakan skor menjadi 4-4.

Namun harapan kebangkitan itu tidak bertahan lama. Cobolli langsung merespons dengan break balik krusial sebelum menutup pertandingan dengan servis meyakinkan setelah duel berlangsung 2 jam 9 menit.

“Saya pikir saya pantas mendapatkannya dari kerja keras saya di luar lapangan,” kata Cobolli. “Setelah kekalahan, saya selalu kembali bekerja. Hari ini mungkin pertandingan terbaik saya di turnamen ini.”

BACA JUGA: Sabet Gelar Kelima ATP, Luciano Darderi Juara BCI Seguros Chile Open Usai Tumbangkan Hanfmann

Gabung Elite Bersama Alcaraz dan Sinner

Keberhasilan ini menempatkan Cobolli dalam kelompok elite. Ia kini menjadi pemain keempat kelahiran 2000-an yang mampu menjuarai ATP 500 di lebih dari satu permukaan.

Ia menyusul jejak: Carlos Alcaraz, Jannik Sinner, dan Arthur Fils.

Prestasi ini menegaskan status Cobolli sebagai salah satu rising star paling berbahaya di ATP Tour saat ini.

Rekor dan Pencapaian Baru

Selain trofi, kemenangan di Acapulco membawa sejumlah pencapaian penting bagi Cobolli:

  • Gelar ATP Tour ke-3 sepanjang karier
  • Gelar hard-court pertama
  • Naik ke ranking tertinggi No. 15 dunia

Juara Acapulco termuda sejak Dominic Thiem (2016)

Sebelumnya pada 2024, Cobolli juga sukses menjuarai turnamen di Bucharest (ATP 250) dan Hamburg (ATP 500), menandai perkembangan pesat dalam kariernya.

Di sisi lain, Tiafoe sebenarnya tampil heroik sepanjang pekan. Ia sempat menyelamatkan dua match point saat mengalahkan Aleksandar Kovacevic di babak kedua.

Petenis unggulan kedelapan itu juga harus bangkit dramatis di semifinal melawan Brandon Nakashima.

BACA JUGA: Zhang Kejutkan Juara Bertahan, Emma Navarro Tumbang di Merida, Paolini Melaju Mulus ke Perempat Final

Namun di final, energi dan momentum tampak tidak cukup untuk menghentikan permainan solid Cobolli.

Dengan performa konsisten dan mental yang semakin matang, Cobolli kini dipandang sebagai salah satu penantang serius di level ATP 500 dan bahkan Masters.

Jika mampu menjaga level permainan, bukan tidak mungkin ia segera menembus Top 10 dunia dalam waktu dekat.