Maria Sakkari tampil luar biasa saat menumbangkan Iga Swiatek di perempat final Qatar TotalEnergies Open 2026.
Mantan petenis peringkat 3 dunia itu bangkit setelah kalah telak di set pertama dan membalikkan keadaan untuk menang 2-6, 6-4, 7-5 dalam duel dramatis berdurasi hampir dua setengah jam di Doha.
Kemenangan ini membawa Sakkari ke semifinal Doha untuk ketiga kalinya sepanjang karier dan yang pertama dalam tiga tahun terakhir.
Lebih dari itu, ia sukses memutus tren empat kekalahan beruntun dari Swiatek dan menyamakan rekor pertemuan mereka menjadi 4-4.
BACA JUGA: Iga Swiatek Hajar Kasatkina dan Siap Bentrok Panas Lawan Sakkari di Perempat Final Qatar Open 2026
Maria Sakkari Bangkit dan Tumbangkan Ratu Doha
Pertandingan ini awalnya berjalan sesuai prediksi. Swiatek, unggulan utama dan juara tiga kali beruntun di Doha, tampil dominan di set pertama.
Ia merebut empat gim beruntun setelah unggul 3-2 dan menutup set pembuka hanya dalam 33 menit.
Statistik menunjukkan efisiensi khas Swiatek. Ia memenangkan 13 dari 14 poin servis pertama dan mengonversi dua break point yang diperolehnya.
Set pertama berakhir 6-2 untuk keunggulan petenis Polandia tersebut.
Namun, Maria Sakkari tidak menyerah. Memasuki set kedua, ia meningkatkan agresivitas, terutama melalui pukulan backhand yang menjadi senjata andalannya sepanjang laga. Ia langsung unggul 3-0 dan kemudian 4-1.
Swiatek sempat menyamakan kedudukan 4-4 dan bahkan memperoleh dua break point krusial.
Tetapi Sakkari mampu menyelamatkan keduanya dengan pukulan forehand winner dan servis keras ke arah tubuh lawan.
Ia kemudian mematahkan servis Swiatek dan merebut set kedua 6-4, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Drama Set Ketiga: Mental Baja Jadi Pembeda
Set ketiga menghadirkan tensi tinggi dan drama panjang. Sakkari kembali unggul lebih dulu dengan break untuk memimpin 3-1.
Setelah terjadi beberapa kali saling break, ia berhasil mengonsolidasikan keunggulan dan melaju hingga 5-2, hanya terpaut satu gim dari kemenangan.
Namun Swiatek menunjukkan mental juara dengan merebut tiga gim beruntun. Ia bahkan menyelamatkan satu match point melalui ace keras yang menjadi servis terbaiknya sepanjang laga.
Skor imbang 5-5 membuat atmosfer pertandingan semakin panas. Tapi Sakkari tetap tenang. Ia mencatat hold tanpa kehilangan poin untuk unggul 6-5, lalu memanfaatkan match point ketiganya ketika Swiatek gagal mengeksekusi voli di depan net.
Kemenangan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam karier Sakkari. Ia menjadi pemain pertama yang mampu mengalahkan Swiatek di ajang WTA 1000 setelah kalah di set pertama, sekaligus mematahkan rekor 109-0 milik Swiatek dalam situasi tersebut.
Kebangkitan Mental dan Kepercayaan Diri
Usai pertandingan, Sakkari mengaku emosional dengan hasil tersebut.
“Saya tidak bisa berkata-kata. Sudah lama sejak saya meraih kemenangan besar seperti ini. Ketika peringkat turun dan performa tidak stabil, Anda mulai meragukan diri sendiri,” ujar Sakkari.
Ia menambahkan bahwa musim lalu ia tidak memiliki kepercayaan diri saat menghadapi Swiatek di Doha. Namun tahun ini, ia merasa jauh lebih siap secara mental dan fisik.
Kemenangan atas Swiatek juga menjadi kemenangan pertamanya atas pemain Top 5 sejak mengalahkan Coco Gauff di Miami 2024. Pekan ini terasa spesial karena Sakkari tampil konsisten sejak babak awal.
Sebelum mengalahkan Swiatek, ia meraih tiga kemenangan dua set langsung atas Zeynep Sonmez, unggulan keenam Jasmine Paolini, dan Varvara Gracheva.
BACA JUGA: Sang Juara Kantongi Rp11 Miliar! Inilah Rincian Hadiah Qatar Open 2026 Yang Tembus 4 Juta Dollar AS
Menuju Semifinal WTA 1000
Berkat kemenangan ini, Maria Sakkari mencapai semifinal WTA 1000 ke-11 sepanjang kariernya dan yang pertama sejak final Indian Wells 2024. Ini juga menjadi semifinal level tur pertamanya sejak Charleston tahun lalu.
Di babak semifinal, Sakkari akan menghadapi pemenang laga antara Karolina Muchova dan Anna Kalinskaya.
Secara head-to-head, Sakkari belum pernah menang melawan Muchova di level WTA (0-4), meski pernah mengalahkannya di ajang ITF pada 2016.
Sementara itu, ia memiliki rekor positif atas Kalinskaya setelah menang dalam pertemuan di Moskow 2021.
Dengan performa dan kepercayaan diri yang kembali pulih, peluang Sakkari untuk menembus final pertamanya dalam dua tahun terakhir terbuka lebar.
Sinyal Kembalinya Sakkari ke Level Elite
Kemenangan atas Iga Swiatek bukan hanya soal tiket semifinal, tetapi juga menjadi sinyal kebangkitan Sakkari di level tertinggi.
Setelah sempat keluar dari jajaran elite WTA, ia kini menunjukkan bahwa dirinya masih mampu bersaing dengan pemain terbaik dunia.
Performa solid sepanjang pekan, kekuatan mental saat menghadapi tekanan, serta efektivitas pukulan backhand menjadi kunci suksesnya di Doha.
Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin Sakkari kembali menembus Top 10 dunia dalam waktu dekat.






