Stan Wawrinka menang di Montpellier menjadi sorotan utama turnamen Open Occitanie 2026 setelah petenis veteran asal Swiss itu mencetak sejarah baru pada Rabu (4/2/2026) malam WIB.
Di usia 40 tahun, Stan Wawrinka sukses menundukkan petenis muda Serbia, Hamad Medjedovic, dalam dua set langsung 7-6(3), 6-4 pada babak pembuka turnamen ATP 250 tersebut.
Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke babak berikutnya, tetapi juga menempatkan Wawrinka sebagai petenis tertua yang meraih kemenangan di turnamen indoor level ATP di luar Piala Davis sejak Ken Rosewall melakukannya pada 1980 silam.
Catatan bersejarah itu semakin istimewa karena musim 2026 disebut-sebut sebagai musim terakhir Wawrinka di level profesional.
Wawrinka Menang di Montpellier dan Cetak Rekor Bersejarah
Dalam laga yang berlangsung selama 1 jam 38 menit, Wawrinka menunjukkan bahwa pengalaman masih menjadi senjata utama. Menghadapi Medjedovic yang berusia 22 tahun, juara Grand Slam tiga kali itu tampil solid sejak awal pertandingan.
Statistik mencerminkan dominasi Wawrinka. Ia memenangkan 83 persen poin dari servis pertamanya (24 dari 29 poin) dan mampu menyelamatkan empat dari lima break point yang dihadapinya.
Momen krusial terjadi pada set pertama saat Wawrinka menyelamatkan break point di skor 5-5 sebelum akhirnya mengamankan set lewat tie-break.
“Saya masih sangat menikmati permainan ini. Saya masih punya gairah besar untuk tenis,” ujar Wawrinka usai pertandingan.
“Bagi saya, yang terpenting adalah terus mendorong diri sendiri dan berusaha menang sebanyak mungkin.”
Ketenangan dan pengalaman menjadi pembeda dalam duel ini. Meski menghadapi lawan yang lebih muda dan bertenaga, Wawrinka mampu mengontrol tempo pertandingan dan memaksimalkan momen-momen penting.
Tantang Juara Bertahan Felix Auger-Aliassime
Berkat kemenangan tersebut, Wawrinka melangkah ke babak selanjutnya dan akan menghadapi juara bertahan Open Occitanie, Felix Auger-Aliassime.
Duel ini diprediksi menjadi ujian berat bagi Wawrinka, sekaligus sajian menarik bagi penggemar tenis yang ingin melihat duel lintas generasi.
“Selalu menyenangkan bermain melawan generasi muda,” tambah Wawrinka. “Dia pemain yang tangguh. Saya senang dengan level permainan saya hari ini dan selalu senang bisa kembali bermain di sini.”
BACA JUGA: Drama Epik Alexandra Eala di Abu Dhabi, Bangkit dari 0-4 dan Selamatkan Match Point
Kovacevic Gagalkan Mimpi Kouame
Selain Wawrinka Menang di Montpellier, laga lain juga menyita perhatian publik. Unggulan kedelapan Aleksandar Kovacevic menghentikan langkah sensasional petenis muda Prancis berusia 16 tahun, Moise Kouame.
Kovacevic bangkit setelah kehilangan set pertama untuk menang 6-7(5), 6-2, 6-2 dalam pertandingan yang berlangsung hampir dua jam.
Petenis asal Amerika Serikat itu tampil semakin solid setelah set pembuka, dengan memenangkan 82 persen poin servis pertama dan nyaris tak memberi celah break point hingga gim terakhir.
Kouame sebelumnya mencuri perhatian dengan menjadi petenis termuda yang lolos ke babak utama turnamen ATP sejak 2017.
Meski gagal mencatat kemenangan bersejarah sebelum usia 17 tahun, penampilannya tetap menuai pujian.
“Dia bermain sangat bagus di set pertama. Saya butuh waktu untuk menyesuaikan diri,” kata Kovacevic. “Dia pemain muda yang sangat menjanjikan.”
Pada babak berikutnya, Kovacevic akan berhadapan dengan sesama petenis tuan rumah Prancis, Titouan Droguet.
Mannarino Lolos Dramatis di Laga Sesama Prancis
Sementara itu, Adrian Mannarino juga mencuri perhatian setelah mencatat kemenangan dramatis atas unggulan kelima Ugo Humbert.
Mannarino menyelamatkan tiga match point sebelum akhirnya menang 6-7(4), 6-4, 7-6(4) dalam duel sesama petenis Prancis.
Kemenangan tersebut mengantar Mannarino ke perempat final ke-63 sepanjang kariernya di level ATP, sekaligus yang pertama sejak turnamen Chengdu 2024. Ia selanjutnya akan menghadapi Arthur Gea atau Tomas Machac.
BACA JUGA: Aryna Sabalenka Mundur dari Qatar TotalEnergies Open 2026, Iga Swiatek Jadi Unggulan Utama
Montpellier Jadi Panggung Sejarah dan Generasi Baru
Open Occitanie 2026 kembali menegaskan statusnya sebagai panggung pertemuan generasi.
Dari Wawrinka Menang di Montpellier dengan rekor bersejarah, hingga munculnya talenta muda seperti Kouame, turnamen ini menghadirkan kisah inspiratif dari berbagai sisi.
Bagi Wawrinka, kemenangan ini menjadi bukti bahwa semangat dan pengalaman masih bisa bersaing di level tertinggi.
Sementara bagi para pemain muda, Montpellier adalah ajang pembuktian sekaligus batu loncatan menuju panggung yang lebih besar.






