Lyon tahan perlawanan PAOK dalam laga penuh emosi dan drama enam gol untuk memastikan posisi puncak klasemen fase liga Liga Europa UEFA.
Bermain di Parc Olympique Lyonnais pada Jumat (30/01/2026) dini hari WIB, Olympique Lyon sukses menaklukkan PAOK dengan skor 4-2, meski sempat mendapat perlawanan sengit dari tim tamu yang bermain dengan 10 pemain.
Kemenangan ini mengunci Lyon sebagai pemuncak klasemen fase liga dan langsung melaju ke babak gugur, sementara PAOK harus puas finis di papan tengah dan melanjutkan perjuangan lewat fase playoff.
Laga Dimulai dengan Suasana Duka
Pertandingan berlangsung dalam atmosfer haru menyusul kabar duka yang menimpa kubu PAOK.
Sebelum laga dimulai, seluruh stadion mengheningkan cipta untuk mengenang tujuh suporter PAOK yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat dalam perjalanan menuju stadion.
Sebagai bentuk penghormatan, tribun pendukung tim tamu ditutup dan suporter Lyon membentangkan spanduk solidaritas.
Situasi tersebut membuat jalannya laga terasa berbeda, dengan tensi tinggi namun penuh respek dari kedua kubu.
PAOK Kejutkan Lyon Lewat Gol Cepat
Terlepas dari tekanan emosional, PAOK justru tampil efektif di awal pertandingan.
Pada menit ke-20, Giorgos Giakoumakis membawa tim tamu unggul lebih dulu setelah memaksimalkan umpan silang keras Andrija Zivkovic dari skema sepak pojok pendek.
Gol ini sempat membuat Lyon terkejut dan memberi harapan besar bagi wakil Yunani.
Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama.
Gol Remaja Lyon Ubah Momentum
Lyon bangkit dan menyamakan kedudukan lewat gol Rémi Himbert, pemain muda berusia 17 tahun.
Memanfaatkan ruang di sisi kiri kotak penalti, Himbert menunjukkan ketenangan luar biasa dengan melepaskan tembakan terukur ke sudut gawang.
Gol perdana di level senior ini menghidupkan kembali dominasi tuan rumah.
Momentum Lyon semakin kuat setelah PAOK harus kehilangan satu pemain.
Masalah datang bagi PAOK ketika Giannis Konstantelias menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran yang tidak perlu.
Bermain dengan 10 orang membuat PAOK kesulitan menjaga keseimbangan permainan, sementara Lyon semakin leluasa menekan.
BACA JUGA: Joao Pedro Jadi Mimpi Buruk Napoli, Chelsea Singkirkan Partenopei dari Liga Champions
Lyon Tahan Perlawanan PAOK di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Lyon Tahan Perlawanan PAOK yang tetap tampil berani meski kalah jumlah pemain.
Lyon berbalik unggul melalui Khalis Merah, talenta muda berusia 18 tahun, yang mencetak gol indah lewat tembakan kaki kanan ke tiang jauh.
Gol tersebut sempat membuat Lyon berada di atas angin, tetapi PAOK menunjukkan mental baja.
Melalui sepak pojok Zivkovic, Soualiho Meïté sukses menyundul bola dan menyamakan skor menjadi 2-2. Gol ini membuat laga kembali terbuka dan penuh ketegangan.
Penalti Gagal, Gol Penebusan
Drama memuncak ketika Lyon mendapat hadiah penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang.
Adam Karabec maju sebagai eksekutor, namun tendangannya hanya membentur mistar gawang. Gagal penalti ini sempat membuat publik tuan rumah terdiam.
Namun Karabec menebus kesalahannya di menit ke-88. Menerima bola di dalam kotak penalti, ia melepaskan penyelesaian akurat yang membawa Lyon kembali unggul 3-2.
Gol Penutup Pastikan Puncak Klasemen
Saat PAOK mencoba mengejar ketertinggalan, Lyon justru menambah keunggulan di masa injury time.
Alejandro Gomes mencetak gol senior pertamanya untuk memastikan kemenangan 4-2 sekaligus mengamankan posisi puncak klasemen fase liga Liga Europa.
Hasil ini membuat Lyon menutup fase liga dengan catatan impresif, sementara PAOK turun ke peringkat ke-17 dan harus melalui babak playoff.
BACA JUGA: PSG Gagal Tembus Delapan Besar! Newcastle Paksa Hasil Imbang Dramatis di Paris
Lyon Kirim Sinyal Kuat
Kemenangan dramatis ini menjadi bukti kedalaman skuad Lyon, khususnya kontribusi para pemain muda yang tampil menentukan.
Dengan kombinasi pengalaman dan talenta muda, Lyon kini menjadi salah satu kandidat serius di Liga Europa musim ini.






