Legenda tenis dunia Rafael Nadal kembali mencuri perhatian publik setelah secara terbuka menyampaikan pandangannya jelang partai puncak Final Australia Open 2026.
Dalam komentarnya, Nadal jagokan Carlos Alcaraz juara Australia Open meski tetap menaruh rasa hormat tinggi kepada rival lamanya, Novak Djokovic.
Nadal, yang telah resmi gantung raket pada 2024, dijadwalkan hadir langsung di Rod Laver Arena untuk menyaksikan duel akbar final tunggal putra.
Sebagai pemilik 22 gelar Grand Slam dan dua kali juara Australia Open, opini Nadal dianggap sangat berpengaruh dalam membaca peta kekuatan final tahun ini.
Menurut Nadal, Alcaraz berada di posisi ideal untuk merebut gelar juara berkat usia muda, stamina luar biasa, serta performa konsisten yang ia tunjukkan sepanjang turnamen.
BACA JUGA: Novak Djokovic Terlalu Tangguh, Sinner Akui Kekalahan Paling Menyakitkan
Namun demikian, Nadal menegaskan bahwa Djokovic tetap menjadi ancaman serius, terutama dengan reputasinya yang hampir tak tersentuh di Melbourne.
“Favoritnya tentu Carlos,” ujar Nadal kepada Channel Nine.
“Dia masih muda, penuh energi, dan sedang berada di masa terbaik dalam kariernya. Tapi Novak tetap Novak, pemain yang sangat spesial.”
Nadal Jagokan Carlos Alcaraz Juara Australia Open 2026
Dalam pandangan Nadal, faktor usia dan kebugaran menjadi pembeda utama jelang laga final.
Alcaraz yang kini menduduki peringkat satu dunia, memiliki keunggulan fisik dari pada Djokovic, yang akan tampil di final Australia Open ke-11 sepanjang kariernya.
Nadal juga menyinggung rekor luar biasa Djokovic di turnamen ini. Petenis Serbia tersebut belum pernah kalah dalam final Australia Open, dengan catatan sempurna 10 kemenangan dari 10 final sebelumnya.
Meski begitu, Nadal tetap menilai Alcaraz lebih diunggulkan.
“Saya bahkan tidak tahu apakah Novak pernah kalah di final di sini. Dia selalu menikmati tantangan besar seperti ini. Tapi dari sudut pandang saya, Carlos tetap favorit,” kata Nadal.
Pernyataan tersebut semakin menguatkan keyakinan banyak pengamat bahwa generasi baru tenis dunia kini benar-benar mengambil alih panggung utama.
Nadal Puji Komitmen dan Dedikasi Djokovic
Di sisi lain, Nadal memuji komitmen Djokovic yang masih mampu bersaing di level tertinggi pada usia 38 tahun.
Dalam wawancara terpisah dengan media lokal Australia, Nadal menyebut keberadaan Djokovic sebagai contoh luar biasa tentang dedikasi dan daya juang seorang atlet profesional.
“Kehadirannya di sini adalah hal yang sangat positif untuk tenis,” ujar Nadal.
“Dia masih bertarung melawan Carlos dan Jannik Sinner di usia yang tidak mudah. Itu menunjukkan komitmen dan ketahanan mental yang luar biasa.”
Djokovic sendiri melaju ke final setelah menyingkirkan Jannik Sinner dalam laga semifinal dramatis lima set.
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri dominasi Sinner atas dirinya dalam lima pertemuan terakhir.
Hasil itu juga membawa Djokovic selangkah lebih dekat ke sejarah besar.
Djokovic Incar Dua Target Juara di Australia Open
Di final nanti, Djokovic mengincar dua pencapaian monumental sekaligus: menjadi petenis tertua yang menjuarai Australia Open, serta merebut gelar Grand Slam ke-25 untuk melampaui rekor Margaret Court.
Petenis legendaris Australia itu, kabarnya ia akan hadir langsung menyaksikan final di Rod Laver Arena.
Sementara itu, Carlos Alcaraz datang ke final dengan status unggulan utama dan performa impresif sepanjang turnamen.
Petenis Spanyol tersebut berpeluang mengukuhkan dirinya sebagai pemimpin era baru tenis dunia dengan menaklukkan salah satu ikon terbesar sepanjang sejarah olahraga ini.
Bagi Nadal, duel ini bukan sekadar perebutan gelar, melainkan simbol peralihan generasi.
Meski penuh rasa hormat kepada Novak Djokovic, keyakinannya tetap bulat bahwa momentum kini berada di tangan Alcaraz.
Dengan atmosfer panas, sejarah besar yang menanti, serta dukungan publik dunia, final Australia Open 2026 kali ini akan menjadi salah satu pertandingan paling bersejarah dalam satu dekade terakhir.






