Petenis ranking 1 dunia Aryna Sabalenka menghadapi ancaman kehilangan posisi teratas WTA saat US Open 2026 berlangsung. Sabalenka memang sedang mendekati pencapaian 100 pekan beruntun sebagai nomor satu dunia, tetapi target tersebut kini tidak sepenuhnya berada di tangannya.
Sabalenka akan mengakhiri US Open dengan 99 pekan beruntun di posisi nomor satu. Namun, 2.000 poin dari gelar US Open tahun lalu akan terlepas dari perhitungannya setelah turnamen selesai. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Elena Rybakina, Coco Gauff, dan Jessica Pegula untuk mengambil alih posisi puncak.
BACA JUGA: Semifinal Ganda Campuran US Open 2026: Andreeva, Bencic, Muchova, Svitolina Melaju
Petenis Ranking 1 Dunia Bisa Berubah di US Open
Elena Rybakina menjadi kandidat paling kuat untuk menggusur Sabalenka. Petenis Kazakhstan itu terus memangkas jarak dengan Sabalenka sepanjang musim dan kini memiliki jalur paling jelas menuju peringkat pertama.
Rybakina bahkan berpeluang menjadi Petenis Ranking 1 Dunia tanpa memenangkan satu pertandingan pun di US Open. Syaratnya, Sabalenka, Gauff, dan Pegula tidak menjadi juara di New York.
Lebih jauh lagi, jika Rybakina mampu mencapai semifinal, ia dipastikan menjadi petenis nomor satu dunia tanpa memedulikan hasil pertandingan lainnya.
Rybakina Punya Peluang Terbesar
Rybakina memasuki US Open sebagai pemuncak WTA Finals Leaderboard. Ia juga menjalani musim impresif dengan memenangkan dua gelar, termasuk Australian Open, Grand Slam keduanya.
Petenis berusia 27 tahun tersebut sebenarnya sudah beberapa kali memiliki peluang mengambil alih posisi Sabalenka. Namun, langkahnya terhenti di final Toronto dan perempat final Cincinnati, masing-masing ketika menghadapi Iga Swiatek.
Kini, Rybakina memiliki kesempatan terbesar untuk mencapai posisi puncak.
BACA JUGA: Ganda Campuran US Open 2026: Carlos Alcaraz dan Serena Williams Tampil Gemilang
Sabalenka Harus Pertahankan Gelar
Sabalenka menghadapi situasi yang lebih sulit. Untuk mempertahankan posisi sebagai petenis ranking 1 dunia setelah US Open, ia harus memenangkan gelar dan berharap Rybakina tersingkir sebelum semifinal.
Sabalenka merupakan juara US Open dalam dua edisi terakhir. Jika kembali mengangkat trofi tahun ini, ia akan mencatat tiga gelar beruntun di New York sekaligus mempertahankan posisi nomor satu.
Pada akhir turnamen, Sabalenka akan mengoleksi 99 pekan beruntun sebagai nomor satu. Jika tetap bertahan di posisi tersebut, ia akan mencapai tonggak 100 pekan beruntun ketika peringkat setelah US Open dirilis.
Secara keseluruhan, Sabalenka telah menghabiskan 107 pekan di posisi nomor satu.
Gauff dan Pegula Masih Berpeluang
Dua petenis Amerika Serikat, Coco Gauff dan Jessica Pegula, juga masih memiliki kesempatan merebut posisi teratas untuk pertama kalinya.
BACA JUGA: ATP Finals 2026: Fils dan Tiafoe Makin Dekat ke Turin
Gauff datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai Cincinnati Open. Sementara Pegula juga tampil konsisten sepanjang musim panas dan menjadi runner-up di Washington, D.C. serta Cincinnati.
Keduanya memiliki persyaratan yang sama: harus memenangkan US Open dan Rybakina harus tersingkir sebelum semifinal.
Jika skenario tersebut terpenuhi, Gauff maupun Pegula akan menjadi Petenis Ranking 1 Dunia untuk pertama kalinya dalam karier.
Skenario Perebutan Nomor 1 Dunia
- Elena Rybakina: Bisa menjadi nomor satu tanpa menang jika Sabalenka, Gauff, dan Pegula gagal juara. Jika mencapai semifinal, ia otomatis menjadi nomor satu.
- Aryna Sabalenka: Harus mempertahankan gelar dan Rybakina tersingkir sebelum semifinal.
- Jessica Pegula: Harus menjadi juara dan Rybakina tersingkir sebelum semifinal.
- Coco Gauff: Harus menjadi juara dan Rybakina tersingkir sebelum semifinal.
BACA JUGA: Peringkat Petenis Putri Dunia Terbaru, Selasa 25 Agustus: Sara Bejlek Tembus Top 30
Dengan empat kandidat yang masih berpeluang, persaingan Petenis Ranking 1 Dunia menjadi salah satu cerita terbesar menjelang US Open 2026.






